YUNI LORENZA

YUNI LORENZA
Bagian 14


__ADS_3

...~ aku hanya mengagumimu dan aku rasa itu tidak akan menggangumu bukan ~...


...🌻🌻🌻🌻🌻...


" Yuk aku antar " ajak Yugi sembari mengendarai motornya dan mengikuti langkah kaki Yuni.


" Gi aku kan udah bilang ke kamu tadi, kalo aku ga mau dianter, aku bisa pulang sendiri kamu denger ga sih " ucap ku ketus karena memang sedikit risih dengan sikap Yugi.


" Apa susahnya sih Yun tinggal ngomong mau, trus naik ke motor aku, dan pulang sama aku biar ga kepanasan " ucap yugi tak kalah kesalnya.


" Uhhh aku ga mau nyusahin kamu gi, walaupun kamu bilang kamu ga ngerasa direpotin tapi aku tetap ga mau kamu pulang aja sana ".


" Jangan maksa-maksa lagi, karena aku ga suka dipaksa kamu ngertikan gi ".


" Hehmmm baiklah aku akan pergi " akhirnya Yugi pun pergi menjauh dari Yuni.


' maaf gi aku ga bermaksud bikin kamu marah atau kecewa sama aku, tapi yang pasti dan harus kamu tau aku ga mau nyusuhin orang lain '.


' biarin aku susah sendiri, terkadang aku juga mau dibantu dan butuh bantuan tapi aku udah terlanjur terbiasa jadi semuanya biasa aja buat aku '.


Langkah kaki Yuni pun telah jauh meninggalkan sekolahan, ia pun mulai menyebrang untuk menuju jalan ke arah rumahnya.


Tiba-tiba saja sebuah mobil berhenti didepan Yuni membuat ia terkejut dan hampir tertabrak.


Yuni yang masih terdiam dalam posisi berdirinya mungkin masih sedikit terkejut, hingga seseorang keluar dari bangku kemudi dan menarik Yuni untuk masuk kedalam mobilnya.


Tersadar


" Kak Ghaza, kakak mau apalagi sih lepasinnnnnn lepasinnnn kakak ".


" Ga akan karena lo punya janji sama gue, dan gue mau nagih janji itu hari ini " ucap Ghaza lalu mendorong tubuh Yuni untuk duduk dibangku depan tepat disamping bangku kemudinya.


Mobil pun kini telah melaju dengan kecepatan cukup tinggi menyusuri jalanan kota.


" Kak Ghaza mau apalagi sih kak, ga cukup sama yang disekolah tadi ? ".


" Gue cuma nagih janji lo, jadiga usah bahas soal yang disekolahan " ketus Ghaza.


" Janji ? janji apa kak aku ga per- " ucapku terhenti ketika mengingat sesuatu.


" Lo udah ingatkan " celetuk Ghaza.

__ADS_1


Ghaza terus melajukan mobilnya dengan kecepatan cukup tinggi, dan mereka sudah jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.


Hal itu membuat Yuni kawatir dan takut, kemana yang akan mereka tuju hingga harus sejauh ini.


14:00 WIB


" Kak, sebenarnya kita mau kemana ini udah terlalu jauh kak, aku juga minta maaf soal perkataan aku waktu itu tapi maksud ak- " ucapku kembali disela kak Ghaza.


" Lo bisa diam aja ga sih, Lo ga usah munafik jadi cewe dan asal lo tau banyak cewe yang mau sama gue, bahkan mau gue ajak pergi dan lo dengan sok-sokan nolak gue " bentak Ghaza.


Namun disini Yuni tak takut dan mencoba melawan bahkan membantah perintah Ghaza.


" Ohhh banyak ya kak cewe yang mau sama kakak, terus kenapa ga ajak mereka aja, soal munafik ya kak Ghaza ga salah bilang saya yang munafik itu bukannya cocok buat kakak ya " lawan tanpa takut.


Nyittttttttttt


Ghaza tiba-tiba rem mendadak membuat dia dan Yuni ikut terhuyung kedepan.


" Berani-beraninya lo ngelawan gue ahh " ucap Ghaza mencengkram tangan Yuni dengan penuh amarah.


" Ihhh sakit lepasin kak, lepasin " aku berusaha menarik tanganku dari cengkraman kak Ghaza.


🌻🌻🌻🌻🌻


Saat ini Nilam tengah mondar-mandir didepan rumahnya, ia gelisah karena sang putri belum juga pulang.


Karena jam sudah menunjukkan pukul 15:45 WIB


' nak kamu pergi kemana sih ibu kawatir, apa mungkin mama bawa Yuni ya ga ga itu ga mungkin '


Nilam pun berusaha berpikir positif dan melanjutkan pekerjaannya menyiapkan dagangan baksonya, namun ia tetap mengkhawatirkan keadaan putrinya.


Di sebuah Villa


" Masuk " perintah Ghaza menatap Yuni yang masih duduk di mobil.


Hanya keheningan yang didapatkan oleh Ghaza.


" Gue bilang masuk sekarang, ga usah ngelawan ".


" Aku mau pulang kak, aku mau pulang ".

__ADS_1


" Kalo Lo mau pulang, Lo masuk dan dengerin apa yang gue omongin ke Lo ".


Mau tak mau Yuni pun mengikuti perintah sang dominan dengan wajah datar nan menakutkan.


' pasti ibu kawatir sama aku, maafin Yuni bu tapi Yuni pastiin ini yang terakhir kalinya Yuni ninggalin ibu tanpa kasih kabar Bu. '


Ghaza duduk dengan santai di sofa yang empuk dan mewah itu, ia merebahkan sedikit tubuhnya dan mulai memejamkan matanya.


' ni orang maunya apa sih, coba aja kalo aku kaya aku pasti bisa nolak dan ngelawan dia. '


" Kalo mau bicara ya bicariin ga usah dongkol dalem hati lo " ucap Ghaza sedikit berteriak.


' Kalo mau bicara ya bicariin ga usah dongkol dalem hati lo ' Yuni mengulang kalimat itu dalam hatinya.


' pas kita ngomong ehh dianya sok-sokan ngatur, ngancam, sok paling berkuasa dan yang bener itu cuma omongan dia dan kita ga didengar dan ga dipeduliin sama sekali '.


Disebuah gedung yang menjulang tinggi terdapat seseorang yang sedang terdiam dalam renungannya.


' sudah 3 tahun lebih aku tidak melihatnya, aku mencoba melupakan dan membenci tapi tidak bisa, aku hanya mencoba menutupinya dengan ego ku '.


17:30 WIB


" Aku rasa udah cukup buat hari ini kak, aku mau kita pulang satu lagi aku ga akan ganggu kakak lagi dan kakak juga ga bisa ganggu aku lagi " ucapku pelan karena cukup lelah mengikuti kemauan seorang Ghaza.


" Lo kenapa sih gue milih Lo buat nemenin gue dan lo malah mau jauh dari gue, Lo lupa gue siapa ? Lo bisa minta apapun sama gue dan pasti gue kabulin tanpa terkecuali " sombong Ghaza.


" Oke kakak bisa ngabulin semua permintaan aku, tapi aku cuma minta satu kakak jauhin aku itu aja. "


" Kalo itu gue ga bisa " sahut Ghaza.


" Kenapa kak, bukannya tadi kakak bisa ngabulin semua permintaan aku tanpa terkecuali. "


Ghaza ingin menyela ucapan Yuni tapi tidak bisa ia lakukan.


" Aku memang buruk, jelek dan miskin itu benar aku akui, aku juga tau siapa kakak, bagaimana kehidupan Kakak tidak terlalu banyak tapi cukup tau. "


" Tapi kakak terlalu memandang rendah seseorang kak, jika kakak menawarkan tentang kekayaan dan uang padaku aku merasa kakak tidak ingin berteman padaku, tetapi kakak sedang menyewa diriku ya seperti perempuan yang menjual harga dirinya. "


" Kita memang baru bertemu kakak, tapi lebih baik kita terus terang satu sama lain, bukankah waktu itu aku pernah katakan aku mau dan dengan senang hati bisa berteman dengan kakak tapi tidak dengan tanggapan yang kakak berikan padaku. "


Kini hanya keheningan yang tercipta antara keduanya.

__ADS_1


__ADS_2