YUNI LORENZA

YUNI LORENZA
Bagian 31


__ADS_3

...~ terkadang bintang yang terhampar luas dilangit terlupakan, ketika seseorang hanya ingin dan fokus pada keindahan bulan ~...


...🌻🌻🌻🌻🌻...


Masih terlihat dan terasa hawa yang dingin ditambah dengan kesunyian malam diantara Yuni dan sang ibu.


" Ibu hanya ingin yang terbaik untuk putri ibu yang paling ibu sayangi, ibu tau ibu pernah berkata bahwa kita tidak perlu membenci dan dendam pada seseorang yang bahkan telah membuat kita menderita. "


" Tapi ibu mau sekarang ini untuk kita menjauhi orang yang telah membuat luka pada diri kita, kita harus memaafkan mereka dan kita juga tidak harus tetap ada didekat mereka, ibu yakin pasti putri ibu mengertilah dengan yang ibu katakan " jelas Nilam lalu memeluk sang putri.


Setelah itu mereka membereskan dagangan mereka dan langsung kembali ke rumah mereka.


Kembali ke Rumah Sakit


" Mama mau tanya sesuatu sama kamu ga " ucap Gina pada Ghaza.


" Tanya aja ma, emangnya mama mau nanya apa soal Gia kenapa bisa sakit ya karena Gia sakit. "


" Ga, mama mau tanya Yuni itu siapa ? Gia juga ngomong ke mama kalo kak Yuni yang dia bilang itu dengan sebutan kakak baik ? Dia siapa ga kamu taukan ? Atau jangan-jangan dia kekasih kamu ? " ucap Gina tanpa henti membuat Ghaza seakan-akan didesak dengan paksaan.


" Kekasih ? ya ga lah ma, yakali Ghaza pacaran sama dia udah ga cantik miskin lagi, kayak ga ada cewe lain aja " sahut Ghaza sombong.


" Jangan segitunya juga ngehina dia ga, menurut kamu dia seperti itu tapi kenapa Gia bilang kalo dia kakak baik " Gina kembali mendesak Ghaza untuk menjawab.


" Huuhhhh " Ghaza mendengus kasar.


Ghaza pun menjelaskan siapa yuni dari awal hingga sekarang.


" Ya Gia nyaman banget kalo sama dia ma, ga tau juga kenapa bisa gitu " jawab Ghaza akhir.


' aku jadi penasaran sama anak itu sepertinya dia memang baik, sampai Gia sangat dekat dan sayang padanya ' batin Gina.


" Ghaza, mama minta tolong sama kamu ya suruh dia kesini lagi mama mau ketemu " ujar Gina pada sang putra.


" Yaudah besok Ghaza bilangin ke dia " sahut Ghaza datar.


" Bilangin ? dia satu sekolah sama kamu ?. "


" iya ma, dia adek kelasnya Ghaza di sekolah. "


" ohhh gitu yaudah bagus kalo gitu. "

__ADS_1


Rumah Yuni


Masih tampak raut wajah sedih dan juga kecewa pada Yuni dan juga ibunya.


" Langsung istirahat ya nak, ibu ga mau kamu jadi sakit karena mikirin hal tadi " ucap Nilam pada sang putri.


" iya ibu. "


' untuk apalagi kamu datang ke hidupku dan putriku mas, kami sudah tidak butuh dirimu lagi tidak butuh, kamu sudah terbiasa dengan semua kesakitan dan keperihan dalam hidup ini aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti putriku. '


Malam semakin larut dinginnya malam juga tak kalah membuat suasana semakin sunyi.


Namun disebuah kamar ada seseorang yang dalam posisi tidurnya terus menangis bukan terlelap dengan tenang dan damai.


' ayah kenapa ayah jahat banget sama Yuni ayahhh hiksssss, ayahhhhh Yuni rindu sama ayah rindu sekali tapi saat kita kembali bertemu ayah tidak menganggap Yuni sebagai anak ayah hiksssss. '


Beberapa kemudian mata yang sembab itu akhirnya terlelap dengan tenang, karena lelah menghadapi semua hal yang sangat menyakitkan.


Keesokan paginya☀️


" Ibu........... " panggil Yuni.


" Iya sayang, udah mau berangkat ya hati-hati dijalan ibu sayang banget sama putri ibu ini " sahut Nilam dengan penuh kasih sayang dan memeluk sang putri.


Sebenarnya sulit untuk tersenyum bahagia dan merasa baik-baik saja, tetapi ia sadar ia tidak boleh terpuruk bahkan menjadi sakit dengan hal tersebut.


Ia harus menjadi sosok ibu yang kuat untuk sang putri satu-satunya yang ia sayang, Yuni adalah harta paling berharga ia miliki.


" ibuuuu kenapa ib- " ucap Yuni disela sang ibu.


" Kita harus bahagia sayang, tidak ada seorangpun yang boleh membuat kita menderita ketikan seseorang tidak menghargai kehadiran kita, maka kita juga harus bisa pergi jauh darinya dan tidak memperdulikan dia " sahut Nilam dengan begitu tegas.


Yuni hanya mengangguk dan tak membalas perkataan ibunya, ia juga bisa merasa perasaan yang dirasakan oleh ibunya.


' Yuni mungkin kecewa ayah bahkan sangat kecewa dengan ayah, tapi Yuni ga akan pernah benci dan dendam ayah. '


Sekolah 🏫


Terlihat siswa berlalu lalang di pagi hari, menuju parkiran, berjalan menuju kelas dan melakukan hal lain menunggu waktu pelajaran yang akan dimulai.


" Haii Yun ke kelas bareng yuk " sapa Sinta.

__ADS_1


" Boleh sin, ohh iya ga bareng Nisa ?. "


" Ga sih, ga tau juga dia masih dijalan atau udah di kelas tu anak, Yun tunggu dulu ini kenapa lutut kamu kayak kena luka lagi ? " ucap Sinta sembari memperhatikan lutuh Yuni.


" Ohh ini iya sin, kemarin aku ga sengaja jatuh lagi jadi ya berdarah lagi deh lukanya ga parah sih cuma perih sedikit aja. "


" Perih itu sakit juga Yun, lagian kamu biasa banget ngomongnya kalo aku sih udah kesakitan banget tu luka lama belum sembuh ehh luka baru datang lagi, itu sakit banget Yunnnnn " ucap Sinta dengan wajah yang menyedihkan serta meletakan tangannya didada kirinya.


" Ihhh ga usah terlalu dramatis Sin, udah yuk ke kelas bentar lagi bel masuk. "


" Aku ga dramatis Yun, tapi itu emang perih banget " Sinta terus mengoceh pada Yuni disepanjang jalan menuju kelas.



Seperti biasa jam istirahat siswa menuju kantin ataupun tempat yang bisa ia jadikan tempat istirahat.


" Kenapa bisa luka lagi sih Yun, kamu ga sayang apa sama tubuh kamu ahhh " ucap Nisa sembari memeluk Yuni.


" Sayanglah nis, masa iya ga sayang sama diri sendiri tapikan aku ga sengaja jatuh mau gimana lagi, udah ahh jangan lama-lama juga meluk akunya nis ntar kamu nyaman hahahha " sahut Yuni dengan tawa diakhir kalimatnya.


" Lah emang nyaman Yun, meluk kamu itu rasanya nyaman banget tau pokoknya kamu itu positif vibes bagi aku, Yun " ucap Nisa begitu senang.


' beberapa orang bilang kalo meluk aku itu nyaman banget aku juga ikut bahagia, tapi kenapa ayah ga suka pas aku peluk sampai-sampai ayah dorong aku dan karena itu juga kaki aku jadi luka lagi " batin Yuni dengan senyuman kesedihannya.


" Ehhmm iya terserah kamu aja, tapi aku mau ke perpustakaan dulu mau balikin buku nis. "


" Yaudah iya-iya, aku mau ke kantin mau nitip makanan atau cemilan ga ? " ucap Nisa sembari melepaskan pelukannya.


" Ga nis, aku udah sarapan tadi di rumah, aku juga ada bawa roti sih yaudah aku ke perpustakaan ya. "


Perpustakaan


" Makasih ya, Bu. "


" Iya sama-sama Yuni, ohh iya langsung ke kelas lagi ga mau minjam buku yang lain biasanyakan gitu " ucap bagian pengembalian buku.


" hehehe ibu bisa aja, tapi kali ini ga bu Yuni mau langsung ke kelas aja besok deh Yuni ketemu ibu lagi disini. "


" Iya deh. "


Yuni pun langsung kembali menuju kelasnya.

__ADS_1


" Yuni " panggil 3 orang serentak.


__ADS_2