YUNI LORENZA

YUNI LORENZA
Bagian 32


__ADS_3

...~ terkadang ada saatnya kita harus mengalah dengan pilihan yang ingin kita pilih, bukan karena lemah tetapi Tuhan punya pilihan yang lebih indah untuk diri kita ~...


...🌻🌻🌻🌻🌻...


Flashback


Yuni pun langsung kembali menuju kelasnya.


" Yuni " panggil 3 orang serentak.


Mereka adalah Ghaza, Zio dan Yugi tanpa sengaja mereka memanggil Yuni secara serentak, sungguh sebuah kebetulan yang begitu canggung.


Yuni hanya bisa terkejut dengan kehadiran 3 orang laki-laki yang terbilang baru ia kenal.


" kak Ghaza, kak Zio, Yugi. "


" Gue mau ngomong sama lo sebentar " ucap Ghaza langsung dan menarik tangan Yuni tetapi dihalangi Zio.


" Gue juga ada yang mau diomongin sama Yuni " sela Zio.


" Sama aku juga Yun, ikut aku aja ya " ucap Yugi menatap Yuni.


Yuni hanya mampu menghela napasnya dan melepaskan genggaman tangan Ghaza dan Zio.


" Ehhmm yaudah boleh, tapi ngomongnya satu orang satu orang dulu ya. "


" Yaudah gue yang duluan, tapi gue ga mau ngomong disini " ucap Ghaza.


" Ga bisa gitu kak, kalo kakak mau ngomong sama Yuni yaudah disini aja kan kita bisa gantian " ucap Yugi protes.


" Bener ga, kenapa harus pergi segala lagian jam istirahat bentar lagi habis " Zio.


" Pokoknya gue ga mau ngomong disini " kekeh Ghaza dengan perkataannya.


" Uhhh yaudah boleh kak " sahut Yuni dengan ekspresi lelah dengan 3 orang didepannya.


" Trus aku gimana Yun " ucap Yugi juga diikuti oleh Zio.


" Kalian nanti-nanti aja " ucap Ghaza lalu menarik Yuni pergi.


Dapat terlihat ekspresi Yugi dan Zio yang kesal lalu pergi ke kelas masing-masing.



" Kak, kakak mau ngomong apa lagi sih soal Gia lagi ?. "


" Iya soal Gia, kalo ga Gia ada urusan apa emangnya gue sama lo " ucap Ghaza santai.


" Eehhmm yaudah kakak ngomong aja, Gia mau ketemu aku lagi ?. "


" Itu sih selalu, tapi kali ini mama gue yang mau ketemu sama lo " sahut Ghaza datar.

__ADS_1


" Mama ? mama kakak mau ketemu aku ?. "


" Iya, pokoknya lo datang aja. "


" Yaudah Yuni datang kak, tapi Yuni mau pergi sendiri aja ke rumah sakitnya, kak. "


" Yaudah terserah lo, jangan geer juga bakalan pergi sama gue emang ya cewe ga bisa dibaikin dikit udah merasa paling penting aja " sahut Ghaza yang membuat hati Yuni terasa sakit, tapi ia tetap memberikan senyuman.


" Iya kak, kalo gitu aku permisi " sahut Yuni dengan senyuman.


' kenapa sih lo ga pernah marah atau ngelawan, dan satu lagi kenapa lo bisa senyum dan bahagia terus ' batin Ghaza menatap punggung Yuni yang mulai menghilang dari pandangannya.


Seakan saling mendengar suara hati masing-masing Yuni juga membatin.


' Aku hanya mencoba untuk menjadi kuat dan dengan tersenyum aku merasa bahagia, dan aku tidak mau berdebat ataupun menyalahkan takdir hidupku. '


Jam pelajaran kembali dimulai, dan beberapa waktu kemudian jam selesai dan semua siswa meninggalkan sekolah.


" Yun, aku anter pulang ya sekalian ada yang mau aku omongin sama kamu " ucap Yugi sedikit mengejutkan Yuni.


" Woii lo ngapain sih ngintilin Yuni terus " ketus Nisa menatap Yugi.


" Gue ga ada urusan sama lo, ga ada " sahut Yugi.


" Udah nis ngapa jadi lo yang ribut sama dia, kan dia mau ngomong sama Yuni kita duluan aja yuk, duluan ya Yun " pamit Sinta diikuti Nisa.


" Awas lo macam-macam sama sahabat gue " ketus Nisa terus menjauh dari hadapan Yuni dan Yugi.


Yuni tersenyum melihat kelakuan Nisa dan Yugi.


" Hehehe, iya kamu sama Nisa lucu banget kalian kalo ketemu udah kayak tom and Jerry tau, gi. "


" ahhhh udah ga usah bahas sahabat kamu itu lagi, yuk kita pulang " ajak Yugi sembari menarik tangan Yuni.


" Ga usah pegangan juga aku bisa jalan sendiri, gi. "


" Iya, iya maaf Yun. "


Di parkiran terlihat seseorang dalam perasaan sedikit gelisah, sembari melempar pandangan mencari seseorang.


" Lo telat, dia udah balik sama junior tadi " ucap Ghaza.


" Serius ga ?. "


" Iya tadi gue lihat mereka pulang, udah lo ngomong besok aja sama dia lagian mau ngomongin apaan sih sama dia ? ucap Ghaza penasaran.


" Gue cuma mau ngenal dia lebih dekat aja " sahut Zio dengan senyuman.


" Udah yakin lo io sama dia, di sekolah ini banyak lo cewe cantik kenapa lo milih dia ?. "


" Gue juga tau sama sadar ga, tapi dia baik, lembut ya damai aja kalo lihat dia,  gue juga belum yakin sama perasaan gue cuma mau dekat aja dulu. "

__ADS_1


" Ya, good luck deh bro gue duluan. "


Akhirnya merekapun pergi meninggalkan perkarangan sekolah.


Ghaza langsung menunjuk ke rumah sakit tempat Gia dirawat, dan besok Gia sudah diperbolehkan untuk pulang.


" Oke sampai " ucap Yugi setelah memberhentikan motornya didepan rumah Yuni.


" Iya makasih gi, mau masuk dulukan. "


" Emang boleh " sahut Yugi dengan senyuman.


" Tapi tadi katanya mau ngomong, atau kamu cuma jadiin itu alasan aja ya biar aku ga ngomong sama kak Ghaza, kak Zio. "


" Ga juga sih, tapi iya juga sih hehehe. "


" Iiiihhhh kamu ngeselin tau gi, yaudah aku masuk duluan sekali lagi makasih ya gi udah nganterin aku. "


" Tunggu dulu Yun, aku itu cuma ga suka aja senior-senior itu deket sama kamu mana tau nanti dia cuma manfaatin kamu. "


" Manfaatin apa sih gi, jangan buruk sangka gitu gi. "


" Iya deh yun, kamu itu terlalu baik jadi orang sampai semua orang kamu baikin. "


" Baik itu harus gi, yakali kita pertama ketemu marah-marah sama jahatin mereka, kalo kayak gitu sih kamu juga ga bakalan temanan sama aku sekarang " sahut Yuni dengan senyuman.


" Uuhhh iya-iya Yuni, yaudah aku pamit lain kali aja mampirnya dahhhh. "


" Dadahhhh " hanya dengan ucapan tanpa lambaian tangan.


Ceklek (membuka pintu rumah)


" Assalamualaikum, bi ibu. "


" Waalaikumussalam putri ibu udah pulang, sana ganti baju ibu siapin makanan dulu. "


" Iya Bu. "


Setelah selesai mengganti bajunya Yuni dan sang ibu menikmati makan siang mereka.


Rumah Sakit


" Yeeaahh bang datang, kak Yuni nya mana bang ? " ucap Gia.


" Kak Yuni nya datang nanti sore mungkin dia ga datang sama abang " sahut Ghaza santai.


" Heeemmm yaudah deh " ucap Gia dengan rasa kecewa.


" Sayang jangan cemberut gitu ahh putri mama jadi ga cantik, kak Yuni nya kan baru pulang sekolah jadi biarin dia istirahat dulu kan kasihan juga kalo kak Yuni langsung kesini " tenang sang mama.


" Tau tu ma, sayang banget sama kak Yuni nya perasaan yang kakak kandungnya Ghaza tapi sayangnya sama orang lain " sahut Ghaza sedikit kesal lalu merebahkan tubuhnya di sofa kamar sang adik.

__ADS_1


" Ya iya lah, kak Yuni kan baik, cantik dan nyaman banget kalo dipeluk wleeeee " sindir sang adik.


" Husss udah jangan berantem terus " tengah sang mama.


__ADS_2