
...~ terkadang ada saatnya kita harus mengalah dengan pilihan yang ingin kita pilih, bukan karena lemah tetapi Tuhan punya pilihan yang lebih indah untuk diri kita ~...
...🌻🌻🌻🌻🌻...
Flashback
Yuni pun langsung kembali menuju kelasnya.
" Yuni " panggil 3 orang serentak.
Mereka adalah Ghaza, Zio dan Yugi tanpa sengaja mereka memanggil Yuni secara serentak, sungguh sebuah kebetulan yang begitu canggung.
Yuni hanya bisa terkejut dengan kehadiran 3 orang laki-laki yang terbilang baru ia kenal.
" kak Ghaza, kak Zio, Yugi. "
" Gue mau ngomong sama lo sebentar " ucap Ghaza langsung dan menarik tangan Yuni tetapi dihalangi Zio.
" Gue juga ada yang mau diomongin sama Yuni " sela Zio.
" Sama aku juga Yun, ikut aku aja ya " ucap Yugi menatap Yuni.
Yuni hanya mampu menghela napasnya dan melepaskan genggaman tangan Ghaza dan Zio.
" Ehhmm yaudah boleh, tapi ngomongnya satu orang satu orang dulu ya. "
" Yaudah gue yang duluan, tapi gue ga mau ngomong disini " ucap Ghaza.
" Ga bisa gitu kak, kalo kakak mau ngomong sama Yuni yaudah disini aja kan kita bisa gantian " ucap Yugi protes.
" Bener ga, kenapa harus pergi segala lagian jam istirahat bentar lagi habis " Zio.
" Pokoknya gue ga mau ngomong disini " kekeh Ghaza dengan perkataannya.
" Uhhh yaudah boleh kak " sahut Yuni dengan ekspresi lelah dengan 3 orang didepannya.
" Trus aku gimana Yun " ucap Yugi juga diikuti oleh Zio.
" Kalian nanti-nanti aja " ucap Ghaza lalu menarik Yuni pergi.
Dapat terlihat ekspresi Yugi dan Zio yang kesal lalu pergi ke kelas masing-masing.
" Kak, kakak mau ngomong apa lagi sih soal Gia lagi ?. "
" Iya soal Gia, kalo ga Gia ada urusan apa emangnya gue sama lo " ucap Ghaza santai.
" Eehhmm yaudah kakak ngomong aja, Gia mau ketemu aku lagi ?. "
" Itu sih selalu, tapi kali ini mama gue yang mau ketemu sama lo " sahut Ghaza datar.
__ADS_1
" Mama ? mama kakak mau ketemu aku ?. "
" Iya, pokoknya lo datang aja. "
" Yaudah Yuni datang kak, tapi Yuni mau pergi sendiri aja ke rumah sakitnya, kak. "
" Yaudah terserah lo, jangan geer juga bakalan pergi sama gue emang ya cewe ga bisa dibaikin dikit udah merasa paling penting aja " sahut Ghaza yang membuat hati Yuni terasa sakit, tapi ia tetap memberikan senyuman.
" Iya kak, kalo gitu aku permisi " sahut Yuni dengan senyuman.
' kenapa sih lo ga pernah marah atau ngelawan, dan satu lagi kenapa lo bisa senyum dan bahagia terus ' batin Ghaza menatap punggung Yuni yang mulai menghilang dari pandangannya.
Seakan saling mendengar suara hati masing-masing Yuni juga membatin.
' Aku hanya mencoba untuk menjadi kuat dan dengan tersenyum aku merasa bahagia, dan aku tidak mau berdebat ataupun menyalahkan takdir hidupku. '
Jam pelajaran kembali dimulai, dan beberapa waktu kemudian jam selesai dan semua siswa meninggalkan sekolah.
" Yun, aku anter pulang ya sekalian ada yang mau aku omongin sama kamu " ucap Yugi sedikit mengejutkan Yuni.
" Woii lo ngapain sih ngintilin Yuni terus " ketus Nisa menatap Yugi.
" Gue ga ada urusan sama lo, ga ada " sahut Yugi.
" Udah nis ngapa jadi lo yang ribut sama dia, kan dia mau ngomong sama Yuni kita duluan aja yuk, duluan ya Yun " pamit Sinta diikuti Nisa.
" Awas lo macam-macam sama sahabat gue " ketus Nisa terus menjauh dari hadapan Yuni dan Yugi.
Yuni tersenyum melihat kelakuan Nisa dan Yugi.
" Hehehe, iya kamu sama Nisa lucu banget kalian kalo ketemu udah kayak tom and Jerry tau, gi. "
" ahhhh udah ga usah bahas sahabat kamu itu lagi, yuk kita pulang " ajak Yugi sembari menarik tangan Yuni.
" Ga usah pegangan juga aku bisa jalan sendiri, gi. "
" Iya, iya maaf Yun. "
Di parkiran terlihat seseorang dalam perasaan sedikit gelisah, sembari melempar pandangan mencari seseorang.
" Lo telat, dia udah balik sama junior tadi " ucap Ghaza.
" Serius ga ?. "
" Iya tadi gue lihat mereka pulang, udah lo ngomong besok aja sama dia lagian mau ngomongin apaan sih sama dia ? ucap Ghaza penasaran.
" Gue cuma mau ngenal dia lebih dekat aja " sahut Zio dengan senyuman.
" Udah yakin lo io sama dia, di sekolah ini banyak lo cewe cantik kenapa lo milih dia ?. "
" Gue juga tau sama sadar ga, tapi dia baik, lembut ya damai aja kalo lihat dia, gue juga belum yakin sama perasaan gue cuma mau dekat aja dulu. "
__ADS_1
" Ya, good luck deh bro gue duluan. "
Akhirnya merekapun pergi meninggalkan perkarangan sekolah.
Ghaza langsung menunjuk ke rumah sakit tempat Gia dirawat, dan besok Gia sudah diperbolehkan untuk pulang.
" Oke sampai " ucap Yugi setelah memberhentikan motornya didepan rumah Yuni.
" Iya makasih gi, mau masuk dulukan. "
" Emang boleh " sahut Yugi dengan senyuman.
" Tapi tadi katanya mau ngomong, atau kamu cuma jadiin itu alasan aja ya biar aku ga ngomong sama kak Ghaza, kak Zio. "
" Ga juga sih, tapi iya juga sih hehehe. "
" Iiiihhhh kamu ngeselin tau gi, yaudah aku masuk duluan sekali lagi makasih ya gi udah nganterin aku. "
" Tunggu dulu Yun, aku itu cuma ga suka aja senior-senior itu deket sama kamu mana tau nanti dia cuma manfaatin kamu. "
" Manfaatin apa sih gi, jangan buruk sangka gitu gi. "
" Iya deh yun, kamu itu terlalu baik jadi orang sampai semua orang kamu baikin. "
" Baik itu harus gi, yakali kita pertama ketemu marah-marah sama jahatin mereka, kalo kayak gitu sih kamu juga ga bakalan temanan sama aku sekarang " sahut Yuni dengan senyuman.
" Uuhhh iya-iya Yuni, yaudah aku pamit lain kali aja mampirnya dahhhh. "
" Dadahhhh " hanya dengan ucapan tanpa lambaian tangan.
Ceklek (membuka pintu rumah)
" Assalamualaikum, bi ibu. "
" Waalaikumussalam putri ibu udah pulang, sana ganti baju ibu siapin makanan dulu. "
" Iya Bu. "
Setelah selesai mengganti bajunya Yuni dan sang ibu menikmati makan siang mereka.
Rumah Sakit
" Yeeaahh bang datang, kak Yuni nya mana bang ? " ucap Gia.
" Kak Yuni nya datang nanti sore mungkin dia ga datang sama abang " sahut Ghaza santai.
" Heeemmm yaudah deh " ucap Gia dengan rasa kecewa.
" Sayang jangan cemberut gitu ahh putri mama jadi ga cantik, kak Yuni nya kan baru pulang sekolah jadi biarin dia istirahat dulu kan kasihan juga kalo kak Yuni langsung kesini " tenang sang mama.
" Tau tu ma, sayang banget sama kak Yuni nya perasaan yang kakak kandungnya Ghaza tapi sayangnya sama orang lain " sahut Ghaza sedikit kesal lalu merebahkan tubuhnya di sofa kamar sang adik.
__ADS_1
" Ya iya lah, kak Yuni kan baik, cantik dan nyaman banget kalo dipeluk wleeeee " sindir sang adik.
" Husss udah jangan berantem terus " tengah sang mama.