
...~ aku mencoba mengikhlaskan semua hal yang terjadi dalam setiap langkah hidupku ~...
...🌻🌻🌻🌻🌻...
Rumah Sakit
' apa istimewanya sih tu anak, sampai-sampai Gia sakit gini cuma gara-gara dia lihat aja lo harus tanggung jawab ' batin seseorang menggerutu ditengah mentari pagi yang baru menyapa.
Jalanan dipenuhi dengan kendaraan yang lalu lalang serta kemacetan yang terpampang nyata.
" Hati-hati dijalan ya nak " ucap Nilam dengan wajah kawatir menatap langkah sang putri.
" Iya ibu, Yuni pamit " sahut Yuni dengan lambaian tangannya.
Sekolah
" Haii Yuni, akhirnya kamu balik lagi ke sekolah aku kangen banget tau ohh iya gimana luka kamu udah mendingankan, Yun " sapa Nisa sembari memeluk Yuni yang masih berada di area parkiran.
" Lepas dulu pelukannya nis, aku ga bisa jawab kalo di peluk terus lagian kamu terlalu berlebihan baru kemaren ketemu juga. "
" Dikawatirin temannya malah nolak kamu ga bersyukur banget, Yun " ucap Nisa cemberut.
" Nis, aku ga maksud gitu jangan cemberut ahh iya aku minta maaf " ucap Yuni lalu senyam-senyum mengarah Nisa.
" Iya aku maafin Yun, tapi kamu jangan nambah sakit juga jadi senyam-senyum sendiri gitu ahh. "
" Ciieee, tu tu si cowo cupu mau ketemu sama cewe ga jelas hehehe " goda Yuni pada sang teman.
Nisa menatap arah tatapan Yuni, yang menuju pada sosok seseorang siapa lagi kalo bukan Yugi.
" Iiiihhhh yang ada ni Yun, si cupu itu tu yang heboh nanyain soal kamu ke aku Yun, yaudah aku duluan aja ke kelas daadahh urusin tu temen cupu kamu Yun " ucap Nisa lalu pergi meninggalkan Yuni.
Nisa pun berlari menuju kelas meninggalkan Yuni yang kini tengah dihampiri oleh sosok Yugi.
" Hai Yun, kamu apa ka- kabar itu luka kamu kenapa, Yun ? " ucap Yugi terkejut melihat plester dilutut dan siku Yuni.
" Ohhh ini, iya 3 hari yang lalu aku keserempet mobil gi tapi lukanya udah mendingan jadi aku bisa sekolah deh hari ini. "
__ADS_1
" Diserempet mobil ? kamu kenapa ga ngabarin aku Yun, pokoknya mulai hari ini kamu aku jemput dan anterin pulang " tegas Yugi membuat Yuni terkejut dan membulatkan matanya.
" Ga usah gi, kamu kawatir banget sama aku, aku aja gapapa kok yaudah mendingan kita ke kelas aja udah mau bel. "
" Ga Yun, pokoknya aku mau jemput dan anter kamu sekolah titik ga pake koma " Yugi bersikeras.
' cowo ga jelas udah ditolak masih aja maksa, kayak ga ada kerjaan yang lainnya aja ' batin seseorang menatap mereka, ya dia tak lain adalah Ghaza.
Tiba-tiba saja Ghaza menarik tangan Yuni.
" Gue mau ngomong sama lo ini penting " ucap Ghaza.
" Kak, kakak ga bisa main tarik Yuni aja lepasin kamu ga boleh pergi Yun " Yugi menarik tangan Yuni yang satunya dan terjadi lah tarik-menarik antara mereka.
" Gue mau ngomong sama Yuni lo ga usah ikut campur " gertak Ghaza.
" Seharusnya kakak yang ga usah ikut campur karena aku yang duluan ngomong sama Yuni " sahut Yugi dengan nada gertakan.
' Uuuhhhhh mereka lagi ngapain sih ribet banget deh, ngerebutin aku ga ada manfaatnya tau. '
Yuni pun melepaskan tangannya dari genggaman Ghaza dan Yugi, kemudian dia mundur beberapa langkah dari kedua orang yang saling menatap sinis.
" Gue mau ngomong soal Gia, dan sebelum itu juga lo suruh teman lo ini pergi kalo ga lo bakalan bisa ketemu Gia lagi " tegas Ghaza.
' Gia, dia kenapa ya. '
" Gi, kamu ke kelas kamu aja ya aku mau ngomong sama kak Ghaza dulu, gi. "
" Gia itu siapa, Yun ? " ucap Yugi.
" Lo ga perlu tau karena ga ada hubungannya sama lo, ini urusan gue sama dia lo ngertikan " sahut Ghaza.
" Gi, kamu ke kelas aja ya " ucap Yuni sedikit memohon pada Yugi.
Akhirnya Yugi mengangguk dan berlalu pergi meninggalkan dua orang itu, Yuni dan Ghaza.
" Gia kenapa kak ?. "
__ADS_1
" Gia demam tinggi sekarang dia lagi di rumah sakit, dan lo harus tau dia nanyain lo mulu nanti habis sekolah lo ikut gue ke rumah sakit ga ada penolakan " ucap Ghaza tanpa memberikan kesempatan Yuni untuk bicara.
" Gia demam, aku mau pergi kak tapi aku izin ke ibu dulu kakak bisa kasih tau rumah sakitnya nanti aku kesana. "
Ghaza tak menanggapi perkataan Yuni, ia memilih pergi meninggalkan Yuni yang masih cemas akan keadaan Gia.
" Kak, kakak Ghaza tunggu. "
' percuma saja memohon padanya tidak akan didengarkan, Gia semoga Gia baik-baik ya kakak akan bertemu Gia nanti ' batin Yuni lalu menuju kelasnya.
Tanpa disadari sedari tadi ada seseorang yang memperhatikan Yuni dari balik dinding sekolah.
' kayaknya gue harus minta maaf sama dia sekalian ngingetin dia soal Chelsea sama Key, biar gimanapun dia itu cewe ga harus tersiksa gitu juga ' batin Gigi.
Ya orang yang memperhatikan Yuni sedari tadi adalah Gigi, dia memang ingin bertemu dengan Yuni untuk meminta maaf atas kesalahannya bersama temannya itu.
Saat Gigi berbalik dan akan menuju kelasnya ia dikejutkan dengan seseorang yang tengah berdiri tegak menatapnya.
" Ehhh Gani ? kamu ngapain tiba-tiba ada disini ? " ucap Gigi gugup dan terkejut dengan kehadiran Gani dibelakangnya.
" Kamu ngapain disini, dan kamu ngapain juga merhatiin dia " ucap Gani dengan tatapan penasaran.
" Ga tu, ga lagi merhatiin siapa-siapa Gani " ucap Gigi mengelak.
" Lo ga usah bohong gue lihat kok lo dari tadi merhatiin si Yuni terus, Lo kasih tau gue secara baik-baik atau mau gue paksa " ucap Gani menggertak.
" Kok kamu jadi kasar gitu sih, mana ngomongnya pakai Lo-gue lagi aku ga suka ya gan, junior itu ga penting aku cuma mau lihat dia buat mastiin dia ga deketin Ghaza sama Zio lagi itu aja kok. "
" Ghaza ? Zio ? jangan bilang kamu disuruh sama Chelsea Key buat buntutin Yuni. "
" Udah ah aku duluan mau ke kelas bentar lagi bel masuk bunyi " ucap Gigi lalu pergi meninggalkan Gani.
' gue udah mau niat baik sama lo, tapi ternyata Gani juga ikutan ngebela lo dan lo benar-benar bikin gue marah kali ini. '
POV Author:
Entahlah apa yang akan dilakukan seseorang untuk mendapatkan apa yang ia inginkan, hanya saja jangan berbuat sesuatu yang buruk karena jika suatu hal diawali dengan keburukan maka hasilnya akan buruk juga bahkan menimbulkan penyesalan yang begitu dalam.
__ADS_1
Kembali bercerita tentang cinta maka kembali berbicara dengan luka dan bahagia.