YUNI LORENZA

YUNI LORENZA
Bagian 37


__ADS_3

...~ Terkadang kita perlu ikhlas untuk menerima semua hal yang menyakitkan, agar hati dan diri kita bisa bahagia dan tersenyum lepas ~...


...🌻🌻🌻🌻🌻...


" Kamu sakit Yun, sakit apa Yun sekarang gimana udah mendingan atau perlu aku antar ke rumah sakit ya " ucap yugi sembari mengecek dahi, lengan Yuni memastikan keadaan Yuni.


Dan lagi-lagi saat itu seseorang menatap mereka dengan tatapan tajam dan marah.


" Gi, aku gapapa seharusnya kamu dengerin aku dulu ngomong sampai selesai. "


" Maaf Yun, aku benar-benar kawatir sama kamu. "


" Iya aku tau, makasih kamu udah kawatir sama aku tapi yang sakit itu bukan aku, aku ke UKS nemenin teman aku yang lagi sakit. "


" Ohh iya, aku anter kamu pulang ya Yun mau ya ? " ajak Yugi penuh harap.


" Aku ga bisa gi, aku udah ada janji sama ehmmm sama " ucap Yuni gugup untuk mengatakan ia ada janji dengan seseorang.


" Yuni pulang sama gue, jadi mendingan lo pulang aja sana " ucap Yugi tiba-tiba ditengah memberi jarak Yuni dan Yugi.


" Bener kamu pulang sama kak Ghaza Yun ?. "


" Iya gi, maaf ya aku ga bisa pulang sama kamu sekarang. "


" Yaudah gapapa Yun, lain kalikan juga bisa yaudah aku duluan, Yun. "


" Ga, lo ga boleh pulang atau dekat sama dia lagi gue ga mau " tegas Ghaza menatap Yuni.


" Kenapa kak ?, aku sama Yugi cuma temanan samakan kayak kakak. "


" Ga, gue sama dia beda dan lo ga usah nyamain gue sama dia sekarang gue anter lo pulang " ucap Ghaza menarik tangan Yuni.


" Yuni bisa jalan sendiri kak " ucap Yuni lalu melepaskan genggaman Ghaza.


" lo ga boleh lepasin genggaman gue kecuali gue yang lepasin, tadi pas Yugi yang megang lo diam ajakan. "


" Ga kak ga, aku..... uhhh terserah kakak aja. "


* Flashback *


" Maaf mengganggu nyonya, ada yang mencari nyonya dia sekarang sedang menunggu di ruang tamu nyonya. "


" Siapa mbok ?. "


" Nyonya Nilam, nyonya. "


" Nilam ? " ucap Arumi terkejut saat mendengar nama itu.


Ruang Tamu


" Mama. "

__ADS_1


" Iya, apakah kamu tidak datang bersama cucuku ? " ucap Arumi melirik mencari keberadaan Yuni.


" Tidak ma, Yuni masih di sekolah aku kesini ada yang ingin dibicarakan dengan mama. "


Arumi pun duduk tepat didepan Nilam dengan dibatasi meja tamu.


" Apakah kamu ingin menerima tawaran mama Nilam ?. "


" Uhhhh bismillah, iya ma Nilam ingin menerima tawaran mama tapi hanya untuk dekat dengan Yuni ma karena untuk tinggal disini Nilam tidak mau ma begitu juga dengan Yuni. "


" Nilam takut jika kami tinggal disini, akan membuat masalah baru datang cukup mama saja yang datang dan dekat dengan aku dan juga Yuni. "


" Baiklah, mama terima itu dan jujur mama sangat senang sekali dengan keputusan kamu ini " ucap Arumi dengan senyuman bahagianya.


" Dan aku ada permintaan satu lagi pada mama bahkan aku mohon pada mama akan hal ini. "


" Iya silahkan semampu mama akan mama coba dan usahakan permintaan kamu itu, katakan saja apa yang kamu ingin minta ?. "


" Aku hanya ingin mama juga bertanggung jawab untuk semua kebutuhan Yuni ma, cukup dia saja bahkan jika mama tidak memperdulikanku pun bagiku tidak masalah asalkan putriku tidak hidup menderita ma itu saja. "


" Kamu tidak perlu mengatakan itu Nilam, karena itu akan saya lakukan untuk cucu saya tenang saja dan untuk kamu, kamu juga akan mendapatkan apa yang harus menjadi milikmu karena kamu sudah menjaga cucuku dengan baik terima kasih " ucap Arumi lalu merentangkan tangannya pada Nilam.


Nilampun menuju sang mama mertua lalu membalas pelukan sang mama.


' Semoga keputusan ibu ini bisa membuat kamu bahagia putriku. '


Rumah Yuni


" Ga, diluar aja bisakan. "


" Yasudah kakak dulu lu, aku panggilin ibu dulu. "


" Buuu, ibu Yuni pulang buuu ibuuu. "


Yuni kembali menelusuri setiap ruangan di rumahnya tapi ia tak menemukan keberadaan sang ibu.


' Apa mungkin ibu ketempat bibi lagi ya ' gumam Yuni.


" Ini minumannya kak, maaf cuma ada air putih. "


Tidak ada sahutan dari Ghaza ia hanya langsung meminum air itu.


" Maaf juga kak, ibu lagi ga ada di rumah kalo boleh ngomong ke Yuni aja kak. "


" Ibu lo kemana ?. "


" Yuni juga ga tau kak, tadi pagi ibu juga ga ada ngomong ke Yuni kalo ibu mau pergi tapi kemaren sih ibu pergi ke tempat bibi mungkin aja ibu kesana lagi ada urusan kayaknya. "


" Yaudah, gue juga mau nyampain pesan mama buat soal ajakan dia yang makan malam di rumah waktu itu, jadi lo sama ibu lo kapan bisanya ?. "


" Soal makan malam waktu itu ya kak, yaudah nanti kalo ibu udah pulang Yuni kasih tau ibu kapan bisanya, besok Yuni kasih tau ke kakak. "

__ADS_1


" Ga usah nunggu besok juga kali kelamaan, nanti malam langsung kabarin gue aja bisakan no handphone lo berapa ?. "


Yuni hanya bisa terdiam mendengar pertanyaan Ghaza, ia tidak tau bagaimana harus menjelaskannya pada Ghaza jika dia tidak punya handphone.


" Gue nanya lo dan lo jawab, bukan diam atau lo ga punya handphone ?. "


" Ada kak, t-tapi handphone Yuni rusak kak udah coba diperbaikin tapi ga bisa Yuni juga mau beli ta-tapi. "


" Iya gue paham sama cerita lo, tapi  lo ga usah cerita hal ga penting itu juga ke gue, Lo bisa bilang aja kalo lo ga punya handphone bisakan " ucap Ghaza seakan meremehkan Yuni.


Author:


Biasalah namanya juga perempuan, cewe, wanita jadi emang perasaannya lebih besar jadi mudah kesinggung.


" Iya maaf kak. "


" Yaudah mendingan gue cabut, urusan gue juga udah selesai sama lo. "


" Iya kak. "


Yuni masih setia menatap punggung Ghaza hingga punggung itu menjauh dan lenyap dari pandangannya.


' Kak, kak Ghaza kenapa sih kak aku udah mulai nyaman sama sikap kakak ke aku, tapi kadang sikap sombong dan suka merendahkan orang lain masih sering muncul didiri kakak, aku jadi bingung sama arti sikap kakak ke aku ' monolog Yuni lalu masuk ke rumahnya.


Rumah Ghaza


" Yeeaahh bang Ghaza udah pulang " teriak Gia penuh semangat bahkan sampai meloncat-loncat kegirangan.


" Tumben nungguin bang didepan gini, ada apa ? atau mau nanya soal kakak baik kamu ya ?. "


" Iya dong, tapi Gia lindu banget sama kak Yuni kita ke lumah kak Yuni ya bang " mohon Gia sembari menarik jaket kulit milik Ghaza.


" Ga, bang capek Gia lagian bang habis dari rumah dia ngapain lagi kesana " jawab Ghaza santai.


" Apa ? bang dali lumah kak Yuni kenapa ga ajak Gia sih bang jahat, pokoknya Gia mau ke lumah kak Yuni sekalang. "


" Gia denger abangkan, bang capek kalo Gia tetap mau pergi sana ajak mang Johari aja. "


" Bang jahat, Abang jahat ingat ya abang kak Yuni itu punya Gia bukan punya abang jadi bang ga boleh dekat-dekat sama kak Yuni " ucap Gia dengan bentakannya yang membuat dia terlihat menggemaskan.


" Sejak kapan dia jadi punya lo dek, lo masih kecil dan dia ga bakalan bisa jadi milik lo " sahut Ghaza dengan tertawa.


" Enggak pokoknya kak Yuni punya Gia, bukan punya bang Ghaza awas ya kalo Abang deket-deket sama kak Yuni, satu lagi bang juga ga boleh peluk kak Yuni lagi ga boleh " ucap Gia masih dengan ekspresi marahnya yang menggemaskan.


' Seru juga ni kalo bikin ni bocah nangis, tapi lebih seru kalo beneran saingan sama adek sendiri sih ' batin Ghaza sambil tersenyum.


" Ohh ga boleh peluk ya yaudah sih gapapa, tapi sayangnya abang tadi udah peluk kak Yuni bang nyaman banget peluk dia, kak Yuni juga bilang dia lebih suka peluk Abang daripada peluk kamu hahahaha. "


" Ga, kak Yuni ga mungkin bilang gitu Abang aja yang jahat awas ya nanti Gia bilangin ke mama papa. "


Ghaza hanya terus tertawa melihat ekspresi sang adik yang marah dan kesal karena ulahnya.

__ADS_1


__ADS_2