
~ mungkin pergi adalah pilihan terbaik dari hal yang menyakitkan pada diri kita ~
🌻🌻🌻🌻🌻
" Terima kasih atas tumpangannya kak " ucapku lalu keluar dari mobil mewah itu.
Tak ada sahutan dari Ghaza dia hanya diam dan menatap kedepan jalanan dari bangku kemudinya.
' ibu sepertinya aku ingin pergi jauh saja dari semua ini ibu '.
Yuni pun menuju rumahnya, ia tak menemukan sang ibu ya tentu saja karena ibunya sudah pergi berjualan bakso.
Ia bergegas untuk mandi dan menyusul ibunya ke lapak bakso mereka.
" Ibu maafin Yuni karena ga ngabarin ibu kalo pulangnya kesorean. "
" Iya gapapa tapi lain kali jangan gini lagi ya nak, ibu kawatir sama ibu cuma punya kamu nak. " sahut Nilam sembari memeluk putrinya.
" Ada tugas sekolah atau nemenin teman lagi ?, atau ada yang kamu sembunyiin dari ibu nak. "
' apa aku cerita aja ke ibu ya karena aku udah ga sanggup ngehadapinnya sendiri, tapi aku juga takut ibu kepikiran dan bisa aja gara-gara itu nanti ibu jatuh sakit '.
" Ga ada apa-apa kok Bu tadi itu aku ada tugas kelompok, jadi harus diselesaiin dulu Bu " ucap ku berbohong pada ibu.
' ibu tau kamu bohong sama ibu nak '.
" Yaudah gapapa, tapi ibu tetap kawatir kalo kejadian gini lagi gimana kalo uang tabungan kita dipakai buat beli handphone aja mau ya nak ".
" Ga perlu bu, kita masih ada kebutuhan yang lebih penting dari itu, aku janji mulai hari ini kalo ada keperluan lain aku bakalan pulang dulu dan izin pamit sama ibu. "
" Ibu ikut maunya putri ibu aja. "
***************
Keesokan paginya
" Bu aku pamit ya. "
" Iya hati-hati " sahut ku membuka pintu.
' ibu cuma bisa kasih itu nak '
" Ibu.... Ibu ya yang perbaiki sepada aku Bu " teriak ku sangat senang.
" Ya perbaikiinnya sih orang bengkel nak bukan ibu " ucap Nilam dengan melempar senyuman sambil berdiri didepan pintu.
__ADS_1
" Tapi itu karena ibu juga aku sayang banget banget sama ibu " ucap ku lalu berlari memeluk ibu.
" Iya ibu juga sayang sama kamu, ibu cuma bisa kasih hal kecil dan sederhana buat putri ibu maafin ibu ya nak ga bisa kasih lebih. "
" Ga Bu, justru aku yang harus ngomong itu ke ibu pokoknya ibu ga boleh ngomong itu lagi karena sekarang tugas aku yang harus bantu dan bikin ibu bahagia. "
" Yaudah sekarang berangkat kalo pelukan gini terus nanti telat sampe sekolahnya, ga mau kan kena hukuman karena telat " ucap Nilam sembari mengelus punggung sang putri.
" Iya Bu aku pamit ".
' aku sangat bahagia hari ini, karena bisa naik sepeda ke sekolah ya walaupun tak seperti yang lainnya mereka dengan motor, mobil tapi aku tetap bahagia '
🌻🌻🌻🌻🌻
Jam istirahat telah tiba 2X
" Mau ke perpus Yun " ucap Sinta.
" Udah hapal banget ya sin " balas ku.
" Ehhhmmm perpustakaan jam istirahat itu udah jadi jawaban kamu dengan presentase 99,9% Yun " ucap Sinta sedikit kesal.
" Biasa aja dong sin lebay banget deh " celetuk Nisa menengahi kedua temannya itu.
" Iya maafin aku sin, nis lagiankan kalian tau gimana hidup aku yaudah hari ini kita ke kantin " jawabku dan membuat mereka tersenyum.
Kantin
' kayaknya yang kemaren bikin efek jera tu buat si junior jelek, buktinya dia ga ada hubungan sama Ghaza lagi bagus deh ' batin Chelsea diikuti seringai senyumannya.
" Kita duduk disini aja, ohh iya mau pesan apa ni " ucap Sinta kepada kedua temannya.
" Terserah " sahutku dan Nisa serentak.
" Gue yakin tu ibuk kantin ga ada jualan yang namanya terserah, tapi baiklah gue pesanin dan lo harus makan ga ada protes " sahut Sinta lalu melenggang pergi untuk memesan makanan.
" Tu si cupu kepo ga akan gabung sama kita lagikan Yun ? " tanya Nisa dengan malas.
" Aku juga ga tau nis, lagiankan kamu tau sendiri kalo dia tiba-tiba datang aja aku juga ga bilang dan ngajak dia ".
Beberapa menit kemudian suasana kantin yang cukup riuh tiba-tiba hening, karena kedatangan beberapa orang ya kalian pasti sudah tau siapa yang datang.
Ghaza and the geng
Mereka duduk ditempat yang memenag khusus untuk mereka, cukup jauh dari tempat duduk Yuni saat ini tapi masih bisa untuk saling melempar pandangan.
__ADS_1
" Yun, kamu benerankan ga kena bully lagi disini ? " ucap Nisa kawatir pada temannya itu.
" Ga nis, aku baik-baik aja ga ada yang ngebully aku kalopun ada ya cuma soal fisik aja ga sampe kayak waktu di SMP kok kamu tenang aja nis " sahut dengan tenang pada Nisa.
" Cuma soal fisik ? apapun itu kalo udah merendahkan, ngehina itu ga bisa dibiarin Yun justru lebih sakit dan bikin hati kita hancur lebih dan lebih lagi dari sekedar dipukul Yun " ucap Nisa sedikit keras.
" Nis, udah ahhh kamu ga maukan kena masalah udah aku gapapa Nisa ".
Percakapan mereka terhenti ketika melihat Sinta datang kembali ke meja mereka.
Chelsea yang melihat kedatangan Ghaza saat itu langsung pindah ke tempat duduk Ghaza bersama teman-temannya.
" Haiii gigi cantik banget sih siang ini " ujar Gani.
" Makasih Gani " sahut Gigi dengan senyuman lebar.
" Ga, aku boleh ya duduk disamping kamu ? " ucap Chelsea.
" Serah lo gue tolak pun lo bakalan tetap duduk dekat gue " ucap Ghaza ketus.
Makanan merekapun telah sampai dan ditengah menikmati makanan itu ada pandangan yang terlihat di mata Ghaza.
' lama-lama dilihat lo manis juga dan jadi nenangin ' batin seorang Zio.
Tidak terlalu marah tapi eksperesi dari wajah Ghaza mengisyaratkan sedikit ketidaksukaan.
" Ehuuukkk uhuuukk " tiba-tiba Sinta batuk dan membuat kedua temannya kwatir.
" Minum sin " ucap Nisa.
" Ini minum dulu sin, udah dah legakan ".
" Aku gapapa Yun, ga usah kawatir justru kamu yang harus kawatir " jelas Sinta membuat Yuni kebingungan karena dia rasa dia baik-baik saja.
" Kok jadi si Yuni lo ga liat apa dia baik-baik aja lo tu makan aja ga bisa benar " ketus Nisa.
" Udah kok jadi berantem sih ga kalian berdua, ga Nisa sama Yugi selalu aja kayak tom and Jerry tapi ga kebayang kalo kalian ketemu bertiga " jelasku melihat kelakuan kedua teman terbaikku ini.
Tawa yang terlukis dari wajah Yuni membuat beberapa yang menatap bahagia, dan ada juga yang menatap buruk tidak suka.
' sumpah manis banget '
' sok kecantikan '
' ihhh jijik banget lihatnya '
__ADS_1
' sok-sok tebar posana tu anak '
' kemaren aku mungkin berpikir untuk pergi jauh dari rasa sakit yang aku rasakan ini, tapi sekarang aku kembali berpikir untuk bertahan karena aku punya banyak orang yang tanpa aku sadari bisa membuat aku tersenyum dan bahagia '