
...~ hidup akan terasa lebih indah, ketika kamu sanggup untuk mengikhlaskan segala hal yang terjadi di setiap langkah kehidupan mu ~...
...🌻🌻🌻🌻🌻...
Saat masuk ke rumahnya Yuni tak mendengar sahutan dari sang ibu saat ia memanggilnya.
" Ibu....... Ibuuuuuu Yuni pulang ibu. "
' apa ibu pergi keluar sebentar ya, atau ibu udah jualan hari ini ya ampun ibuu. '.
Yuni pun langsung bergegas masuk ke kamarnya dan membersihkan diri lalu pergi menuju lapak mereka.
Lapak Bakso
Saat duduk terdiam seorang diri karena tak ada pelanggan yang membeli dagangan baksonya, Nilam tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan seseorang ya seseorang yang sangat ia kenal.
" Ada apa kamu kesini mas ? " ucap Nilam sedikit keras.
" Kamu tidak perlu meninggikan suaramu " sahut Reno, mantan suaminya.
" Apa tujuan kamu datang kesini mas ?, bukankah kita sudah hampir 4 tahun tidak pernah lagi bertemu dan sekarang kenapa mas datang menemui saya " lagi-lagi Nilam bicara dengan raut wajah yang marah dan juga rasa kecewa yang begitu dalam menatap mantan suaminya itu.
' apa jangan-jangan mas Reno sudah tau tentang mama yang datang menemui aku dan Yuni ya, atau mas Reno juga sudah tau kalau mama mau kami tinggal bersama dia ' Nilam membatin dan memikirkan semua hal itu.
" Aku datang kesini karena aku masih peduli pada putriku " ucap Reno yang lantas membuat Nilam membelalakkan matanya.
" Putriku ? masih peduli ? aku rasa sepertinya mas sedang sakit hingga bisa berbicara seperti itu " sahut remeh Nilam.
" Dia memang putriku jika kau lupa Nilam. "
" Iya aku akui dia putrimu darah dagingmu, tapi kamu sudah menelantarkan dia selama 4 tahun mas apa kamu pikir 4 tahun itu waktu yang sebentar tidak mas 4 tahun itu lama dan sangat berat perjuangan yang aku hadapi bersama putriku mas. "
" Mas lupa kami hanya tinggal berdua mas, mas pasti ingat bukan jika Hana dan Zalvin juga sudah pergi dari hidup kita saat itu, dan sekarang mas baru datang dan mengatakan mas masih peduli pada putri mas, tidak mas, mas tidak perlu pedulikan kami berdua kamu sudah terbiasa. "
Ditengah gelapnya langit langkah seseorang berjalan begitu cepat menuju sebuah lapak dimana disana ada sang ibu.
__ADS_1
' ibu maafin Yuni ya Bu, Yuni pulang terlambat tapi kenapa ibu harus jualan hari ini Bu bukannya kita akan mulai berjualan besok, Bu ' gerutu Yuni sepanjang jalan.
" Jika kau tidak mau mendengarkan perkataanku, maka tolong kau ingat jangan biarkan putrimu itu membuat masalah dan tolong sadarlah akan dirinya. "
" Apa maksud kamu mas ?. "
" Jika memang kalian butuh uang maka bekerja dan berusahalah, jangan memanfaatkan seseorang dengan cara mendekatinya dan memeras uang mereka. "
Perkataan Reno kali ini tidak bisa diterima lagi oleh Nilam, perkataan sudah membuat Putrinya begitu buruk dan hina.
" Pergi pergi dari sini pergiiiii " teriak Nilam sembari mendorong Reno menjauh dari lapaknya.
" Anda baru saja mengatakan jika seseorang itu (Yuni) putri anda, tetapi setelah itu anda tiba-tiba menghina dan menjatuhkan harga dirinya anda memang tidak layak untuk dipanggil dengan panggilan ayah. "
" Kamu tidak perlu bersikap munafik Nilam, kamu sudah mengatakan sulit dan menderita hidup dalam lingkungan kemiskinan dirimu yang tidak akan pernah berubah, itu mengatakan jika kau butuh uang uang dan uang, aku bisa memberimu uang berapapun itu tapi kau harus pergi jauh dari hidupku. "
" Cihhhh diri anda terlalu sombong, menganggap saya dan putri saya selalu ada didekat anda sudahlah hentikan bualan anda itu sekarang lebih baik anda pergi dan satu lagi saya tidak butuh uang anda, ti-da-k bu-tuh uang anda pergiiiiii " teriak Nilam tanpa ragu.
" Dirimu terlalu percaya diri perempuan miskin " ucap Reno yang berhasil membuat perasaan Nilam sangat hancur.
Beberapa detik berselang, terlihat senyuman bahagia dari raut wajah Yuni ketika melihat sosok seseorang yang selalu ia rindukan kehadirannya.
Yuni pun berlari menghampiri sang ayah, kali ini ia tidak bisa menahan dirinya lagi ia ingin menghampiri dan memeluk sang ayah.
" Ayahhhhhh Yuni rindu sama ayah " teriak Yuni dan langsung memeluk sang ayah.
Tidak ada suara dan balasan pelukan, hanya ada pelukan kerinduan yang begitu dalam dari Yuni pada sang ayah.
" Lepaskan saya, lepaskan " ucap Reno tanpa rasa iba sedikitpun pada sang anak.
Yuni tersentak akan ucapan sang ayah, 'lepaskan saya' seakan akan sosok yang ia peluk itu adalah orang lain yang tidak memiliki hubungan apapun antara keduanya.
" Ayah, biarkan sebentar saja ayah Yuni sangat rindu pada ayah rindu sekali. "
Tanpa rasa iba dan memikirkan perasaan sang putri Reno dengan tega mendorong sang putri hingga tersungkur ke aspal ditepi jalanan mereka berdiri.
__ADS_1
Nilam yang melihat itu langsung membantu sang putri untuk berdiri, tapi saat tersungkur itu lutuh Yuni kembali berdarah luka yang belum sembuh harus kembali terluka sungguh sakit dan perih bukan.
" Silahkan anda pergi darisini, dan satu hal yang perlu anda ingat jangan pernah datang kesini lagi dan anda tidak perlu mempedulikan kami, silahkan anda pergi dan berbahagialah dengan kehidupan anda yang kaya raya penuh kemewahan materi dan punya kuasa yang besar itu " ucap Nilam akhir lalu menuntut sang putri untuk ke lapak mereka dan duduk disana.
" Ayah, Bu " lirih Yuni.
" Yuni dengarkan apa yang ibu katakan, jangan pedulikan lagi dia dan jika perlu jangan anggap lagi dia sebagai ayah kamu nak " tegas Nilam pada sang putri.
" Tapi, Bu yun- " ucap Yuni terhenti ketika melihat raut wajah sang ibu.
Dan saat itu Reno memasuki mobilnya dan pergi dari sana.
' maafkan ayah. '
Rumah Sakit
" Yeeahhh Gia senang bisa ketemu mama, tapi sedih juga kalena papa ga ikut kesini sama mama, Gia juga sedih kak Yuni pulang dan ga pamit ke Gia " ucap Gia dengan raut wajah sedih.
"Â Maafin mama ya sama papa ya sayang, papa masih ada kerjaan dan ga bisa ditinggal, kalo mama boleh tau kak Yuni itu siapa sayang ? " sahut Fina.
" Kak Yuni itu kakak baik, ma. "
Gina masih bingung dengan jawaban yang diberikan Gia padanya, dia hanya mengangguk dan tidak bertanya lebih pada putri kecilnya.
21:40 WIB
Gia telah tertidur dengan nyaman, dia sudah terlihat lebih baik dan kembali ceria beberapa jam lalu infusnya telah dilepaskan dengan drama air mata saat melepaskan selang infus.
Tapi itu hal wajarkan Gia masih kecil dan tidak sanggup menahan perih dan bengkak pada tangannya karena infus.
" Ma " sapa Ghaza pada sang mama yang baru kembali dari luar untuk membeli makan malam untuk sang mama.
Merekapun duduk di sofa dalam ruangan Gia.
" Mama mau tanya sesuatu sama kamu ga " ucap Gina pada Ghaza.
__ADS_1
" Tanya aja ma, emangnya mama mau nanya apa soal Gia kenapa bisa sakit ya karena Gia sakit. "
" Ga, mama mau tanya Yuni itu siapa ? Gia juga ngomong ke mama kalo kak Yuni yang dia bilang itu dengan sebuah kakak baik ? Dia siapa ga kamu taukan ? Atau jangan-jangan dia kekasih kamu ? " ucap Gina tanpa henti membuat Ghaza seakan-akan didesak dengan paksaan.