
...~ seharusnya kita tidak dibuat menderita oleh cinta, tetapi cinta juga butuh pengorbanan jika terlalu menyakitkan lepaskan saja ~...
...🌻🌻🌻🌻🌻...
Pagi yang cerah, dan semangat baru kembali menggebu untuk menjalani setiap bagian dari perjalanan hidup kita.
Kita juga tidak tau akhir dari cerita hidup kita, tetapi author tau bagaimana akhir dari ceritanya.
Parkiran sekolah
" Pagi Yun " ucap Nisa diikuti Sinta.
" Pagi juga kalian berangkat bareng ?."
" Iya Yun, soalnya motor aku lagi ada di bengkel jadi nebeng sama Nisa yaudah kelas yuk " jelas Sinta.
*Flashback*
" Kita bukannya ga percaya ga, tapi siapa cewe yang berani nolak pesona seorang Tengku Ghaza Al-Ghifari coba " jelas Fero masih dengan tawanya.
" Tau lo ga ada-ada aja pertanyaan lo " ucap Gani kembali.
Sedangkan Zio tiba-tiba tersenyum membayangkan senyuman dan tawa seseorang yang sangat manis menurutnya, senyuman dan tawa yang ia lihat tadi siang di sekolah.
" Lah ni anak lagi kenapa senyam-senyum sendiri kek orang gila " ucap Gani melirik Zio.
" Kesambet kali atau jangan-jangan dia.......... "
" Jangan-jangan apa sih fer ? " ucap Gani.
" Ya jangan-jangan dia lagi suka sama seseorang lagi, kan ni anak juga masih jomblo sama kaya ni orang " jelas Fero sembari menunjuk Ghaza.
Posisi duduk mereka seperti persegi, Fero berhadapan dengan Gani, Ghaza berhadapan dengan Zio.
" Woiii Zio lo kenapa senyam-senyum kenapa ? " teriak Ghaza.
" Ehhh sorry sorry, kalian ngomong apa tadi ? " ucap Zio telat membuat teman-temannya sedikit kesal.
" Lo ngapain senyam-senyum sendiri tadi ? " Jelas Ghaza malas.
" Ohhh itu, ga ada apa-apa sih gue cuma keinget seseorang pas kita bahas soal cewe tadi " sahut Zio.
" Lo lagi suka sama cewe ya, siapa ? Kok lo ga cerita ke kita-kita " ucap Gani.
' gue ga yakin sih kalian mau terima tapi gue juga baru kagum aja sama dia, jadi biarin aja berjalan dulu dengan sendirinya. '
" Udah ga usah bahas lagi, cuma sekedar suka kagum aja sih lagian kalo gue cer-, udah lanjut minum ni makan " ucap Zio mengalihkan pembicaraannya.
Teman-temannya menatap aneh dan bingung pada temannya yang bernama Zio itu, tapi mereka juga tidak memperpanjang masalah tersebut.
Kembali ke Sekolah
__ADS_1
" Yuni, kamu bisa bantu ibu ga ? " panggil ibu guru.
" Bisa Bu, tapi bantu apa Bu ?. "
" Ini ibu salah ambil buku di perpustakaan kamu bisa bantu tukarin ya, kan kamu sering ke perpus jadi ibu percayain ke kamu, bisakan yun " ucap guru itu menatap Yuni.
" Bisa Bu, kalo gitu Yuni izin ya Bu " ucapku lalu mengambil buku dari tangan Bu guru.
Saat menuju perpustakaan Yuni tiba-tiba ditabrak seseorang, tapi kali ini tak membuat ia sampai tersungkur kelantai tetapi ia ditahan seseorang agar tak jatuh.
(Pokoknya bayangin aja kayak difilm, atau ftv-ftv gitu).
Pandangan mereka berdua bertemu cukup lama, sampai salah satu dari mereka menyadari posisi mereka yang cukup sensitif.
" Maaf kak Zio " ucapku lalu berdiri dan agak menjauh dari kak Zio.
" Lain kali hati-hati kalo jalan, ohh iya bukannya ini jam pelajaran kamu mau kemana ? " ucap Zio lembut.
Hal ini tentu membuat Yuni sedikit tercengang, beberapa hari lalu dengan kejadia yang sama Zio memarahinya tetapi sekarang sikap Zio malah lembut dan baik padanya.
" Aku mau ke perpustakaan kak, mau nukar buku karena salah ambil yaudah aku duluan ya kak aku juga minta maaf karena jalan ga lihat-lihat " ucap ku sedikit gugup.
" Udah gapapa lagian gue juga salah kok " lagi-lagi Zio bersikap baik.
" Yaudah aku duluan kak permisi. "
Tanpa mereka sadari seseorang telah memperhatikan mereka sedari tadi, dan juga sempat memotret posisi mereka saat hampir terjatuh tadi.
' gue emang belum rasain cinta sih, tapi ga tau kenapa natap dia dari dekat tadi bikin gue tenang dan nyaman banget. '
🌻🌻🌻🌻🌻
Ya, Gigi adalah orang yang tak sengaja melihat Yuni dan Zio dengan kejadian yang tak disengaja itu.
Dan orang yang dipenuhi amarah dan kebencian itu adalah Keylina atau dipanggil key
Key memang menyukai Zio sejak mereka kelas XI dulu dan kini mereka sudah kelas XII, namun key hanya memendamnya.
Berbeda dengan Chelsea yang telah mendekati dan bahkan mengutarakan perasaannya pada Ghaza, namun ia tak mendapatkan balasan yang baik dari Ghaza karena memang Ghaza tidak mempunyai perasaan yang sama padanya.
" Kayaknya ni junior jelek emang cari perkara sama kita, dan kalian taukan kita harus ngelakuin apa ? " ucap Chelsea dengan seringainya.
" Ya aku setuju sama kamu Chel " sahut key dengan perasaan marah dan kesal sekaligus.
Terkadang begitulah hidup, jika sudah dikuasi oleh perasaan cinta yang menggebu sehingga seseorang mampu dan mau melakukan apapun caranya tak peduli apakah itu baik atau buruk.
Karena hal terpentingnya ia bisa mendapatkan apa yang ia inginkan dan tak sampai lepas dari genggamannya.
**************
" Kita duluan ya Yun, kamu hati-hati " pamit Nisa dan Sinta.
__ADS_1
" Iya kalian hati-hati juga " balasku.
Yunipun mulai mengayuh sepedanya menuju rumahnya dengan senyuman dan senandung sepanjang perjalanan.
Tanpa ia sadari bahwa bahaya sedang mengancamnya, bahaya yang tercipta dari rasa cemburu yang tak berkejelas an.
Hanya karena ia buruk dan miskin, semua kesalahan dan yang selalu disalahkan adalah dirinya.
Terdengar bodoh tetapi itulah kebodohan dari cinta yang nyata, mungkin jika kau diposisi itu juga merasa marah dan kesal.
Tapi tak sampai hati untuk menyakiti seseorang juga, karena kita sama-sama perempuan.
Braakkkkk
" Aaaaaa aauuwww perih. "
Sebuah mobil menyerempet sepada Yuni hingga ia terjatuh, membuat siku kiri dan lututnya tergores cukup keras.
" Aaauuuwwww sakit ibuuuuu ibuuuuu hikssssssss. "
Saat ini perasaan Nilam tiba-tiba kawatir tapi ia tepis mungkin hanya perasaannya saja.
" Ya ampun nak kamu kenapa sini ibu bantu " dua orang ibu-ibu datang menghampiri Yuni yang masih meringkuk kesakitan.
Ibu itupun membawa Yuni untuk berteduh.
" Ibu antar ke puskesmas ya nak, luka kamu cukup parah masih kuat jalankan ? " ucap ibu-ibu itu membantu memapah Yuni.
" Bisa Bu, tapi sangat perih rasanya Bu " sahutku kesakitan.
🌻🌻🌻🌻🌻
Sekarang telah terbungkus 3 perban di kedua lutut dan siku sebelah kiri Yuni.
" Terima kasih dokter " ucap ku.
" Iya sama-sama itu sudah jadi tugas saya lain kali kamu harus hati-hati saat berkendara ya " pesan dokter itu.
" Baik dok. "
" Yuni juga mau bilang makasih banyak sama ibu-ibu yang udah mau bantu Yuni Bu. "
" Sama-sama nak kita bantu kamu karena kita juga ngerasa kamu seperti anak kamu juga " ucap salah satu ibu-ibu.
" Ohhh iya masalah pembayarannya besok Yuni ganti ya Bu, sekarang Yuni ga bawa uang lebih buat ganti uangnya. "
" Udah ga usah, lagian ga terlalu besar juga mendingan sekarang kamu pulang takut orang tua kamu kawatir. "
" Kuatkan jalannya, sepeda kamu titup dirumah ibu aja dulu ga mungkin jugakan kamu pakai sepeda tadi ibu lihat sepeda kamu juga rusak. "
" Iya Bu kalo gitu sekali lagi Yuni ngucapin makasih sama ibu-ibu, sekalin pamit Bu. "
__ADS_1
" Iya sama-sama, kamu hati-hati ya pulangnya. "
' kenapa perasaan gue jadi ga enak gini ya. '