
...~ Masa lalu tidaklah bisa untuk diulang, tetapi kenangannya akan selalu teringat dalam ingatan bahkan ketika pertemuan kembali hadir ~...
...π»π»π»π»π»...
Lapak Dagangan
" Ibu........... "
" Anak ibu udah balik, gimana Gia baik-baik ajakan ?. "
" Udah bu, tapi Gia sedih karena ibu ga datang jenguk dia bu. "
" Iya ibu minta maaf, kitakan harus jualan nak tapi Gia ga marahkan sama ibu ?. "
" Ga kok bu, kan Yuni kasih pengertian ke Gia, ohhh iya ibu tadi Yuni ketemu sama mamanya Gia dia orangnya baik, bu. "
" Mamanya Gia ? " ucap Nilam terkejut.
" Iya bu, tante ? tante siapa ya ? Yuni lupa nanya namanya bu hehehe. "
" Udah gapapa. "
' Gina ? sudah pasti itu Gina nak kamu sudah pernah bertemu dengan dia saat masih bayi, Gina dan suaminya juga baik tapi kita juga tidak tau bagaimana sebenarnya diri mereka. '
" Ohhh iya bu, tante itu juga ngundang kita buat makan malam di rumahnya katanya sebagai tanda terima kasih ke kita bu, karena kita nolak uang pemberian mang Johari, Yuni juga ga terima pemberian kak Ghaza, gimana ibu mau ga ?. "
' Rumah mereka, aku memang sudah lama tidak berkunjung ke rumah mewah mereka lagi, tapi kenapa saat ingin menjauh dari mereka terasah sulit. '
" Yasudah ibu ikut putri ibu saja. "
" iya ibu. "
' Tidak ada salahnya bertemu mereka, belum tentu juga mereka masih mengingat diriku. '
*Flashback*
Gia telah tertidur dengan nyaman dalam dekapan Yuni.
" Udah tidurin aja lagi Yun, nanti kamu kemalaman pulangnya " ucap Gina.
" Iya tan. "
" Ternyata emang bener ya kata Gia, kamu itu kakak baik dan Gia sayang banget sama kamu. "
" Yuni juga ikut bahagia dan sayang sama Gia tan. "
" Gha, kamu anterin Yuni pulang ya ga boleh nolak ini udah malam ga mungkin Yuni pulang sendirian. "
" Heemmm. "
Tak ada lagi percakapan setelah itu, karena Yuni langsung berpamitan dan pulang diantar oleh Ghaza walaupun dengan ekspresi wajah malas.
" Kak nanti anternya ga ke rumah ya kak. "
" Terus kemana ?. "
" Lapangan sebelum rumah Yuni. "
" Ngapain lo disana, jangan-jangan lo " ucap Ghaza dengan tatapan mencurigai Yuni.
" Yuni sama ibu jualan bakso disana kak. "
" Ohh. "
Setelah itu Ghaza mengantarkan Yuni sampai pada tempat ia berjualan.
__ADS_1
" Makasih ya kak, udah nganterin aku kesini. "
" Heemmm. "
Keesokan paginya βοΈ
Tiittttttttttttt (bunyi klakson)
" Astaga.... Nisaaaa kamu ngagetin aku aja sih aku takut tau...... "
Eksperesi Yuni benar-benar terkejut dan ketakutan, tentunya karena apa yang sudah ia lalui beberapa waktu ini.
Nisa pun sadar dengan ekspresi teman sekaligus sahabatnya itu, hingga dia merasa bersalah.
" Maaf ya yun, aku ga maksud bikin kamu kenapa-kenapa aku cuma mau ngagetin aja hehehe " ucap Nisa senyum bersalah.
" Iya nis, tapi lain kali jangan ngagetin lagi ohh iya kamu kenapa kesini tumben. "
" Aku mau jemput kamu, udah ga usah nolak. "
" Iya nis, makasih ya. "
" Iya Yun. "
Merekapun sampai di sekolah dan mengikuti jam pelajaran pertama.
Jam Istirahat
' kenapa tiba-tiba rindu ayah ya, ayah kenapa ayah ga sayang lagi sama Yuni yah, ayah tau ga Yuni kesepian sama ibu kakak juga ga pulang. '
" Yun, Yuni " ucap Nisa sambil menepuk pundak Yuni.
" Ehhhh maaf nis, kamu bilang apa ya aku ga denger tadi ?. "
" Uhhhmm aku cuma lagi rindu sama ayah aku nis, ayah ga pernah temuin aku sekali ketemupun dia cuma datangΒ marah-marah ke ibu, aku pengen benci ayah tapi ibu bilang ga usah ga perlu. "
" Ayah kamu ya ?, yaudah mendingan kita ke kantin yuk makan dulu ngisi tenaga " ucap Nisa mengalihkan pembicaraan karena ia juga tidak tau harus berbuat apa pada sang sahabat.
Ajakan Nisa mendapatkan anggukan dari Yuni.
" Ohh iya Sinta mana ? Dia ga ikut kita ke kantin ?. "
" Ga tau tu, pas habis jam tadi langsung pergi aja ga tau kemana ke toilet kali ya, yaudah kita duluan aja. "
Kantin
" Aku samain aja sama kamu. "
" Oke yun. "
Saat menunggu pesanan mereka Zio duduk dimeja mereka tepatnya disamping Yuni.
" Boleh duduk disinikan ?. "
" Hehh boleh kak " sahut Yuni.
" Yun, kamu ngapain sih bolehin ni senior duduk disini aku ga suka Yun " bisik Nisa.
" Udah gapapa nis, kak Zio kan temannya kak Ghaza kamu ga boleh gitu ah. "
" Terserah kamu deh. "
Setelah pesanan mereka datang, mereka pun menikmatinya sedangkan Zio hanya memesan minuman.
" Aku boleh ngobrol sama kamu dulu Yun " ucap Zio menatap Yuni.
__ADS_1
Yuni yang ditanya pun terdiam kemudian beralih menatap Nisa.
" Yaudah aku duluan ke kelasnya, permisi kak. "
Hanya anggukan yang dibalas oleh Zio.
" Kakak mau ngomong apa, kak ?. "
" Ya, cuma ngobrol-ngobrol aja sih ohh iya kamu beneran lagi dekat sama Ghaza ?. "
" Ga kak, aku ga deket kok sama kak Ghaza cuman...... "
Yuni pun menjelaskan kenapa ia bisa dekat atau sering berurusan dengan Ghaza, ya karena Gia adiknya yang dititipkan pada Yuni dan ibunya.
" Ohh jadi itu alasannya, sekarang kamu masih jagain adiknya Ghaza ?. "
" Ga kak, soalnya orang tua kak Ghaza udah balik dari luar kota. "
Tingggggggg
(bel pelajaran berdenting)
" Yuni duluan ya kak. "
" Iya " sahut Zio dengan senyuman.
π»π»π»π»π»
" Yuk " ajak Nisa pada Yuni.
" Aku pulangnya jalan kaki aja nis, kamu duluan aja. "
" Kenapa sih Yun nolak terus, aku mau dan aku ikhlas nganterin kamu dan kamu juga ga lagi manfaatin aku, aku yang mau sendiri nganter kamu " ucap Nisa sedikit kesal.
" Aku tau nis, tapi......... "
" Kalo kamu gini terus aku ga suka dan ga mau temanan sama kamu Yun. "
" Nis, jangan ngomong gitu juga iya aku mau. "
' Untung aja dia pulang sama temannya ga sama si Zio ' batin seseorang.
Parkiran
" Wihh udah ada yang mulai deket ni " sindir Fero.
" Siapa fer ? " sahut Gani.
" ni si Zio sama cewe yang dia ceritain do cafe alias si junior itu " jelas Fero.
Zio hanya diam dan tak terlalu menanggapi teman-temannya, Ghaza pun hanya diam memperhatikan teman-temannya yang berbicara.
Fero dan Gani telah lebih dulu pergi meninggalkan perkarangan sekolah.
" Ternyata Yuni yang jagain adik lo ga. "
" Dia ngomong ke lo ?. "
" Gue yang nanya sih, kenapa lo bisa dekat ataupun sering berurusan sama lo dan Yuni jawab itu. "
" Kalo iya ga ada masalah ke lo kan, gue duluan " ucap Ghaza memakai helmya lalu pergi.
Zio sedikit terkejut mendengar jawaban Ghaza dan juga ekspresi wajahnya yang sedikit kesal, atas pernyataannya.
' kenapa sih tu anak malah pake ngomong ke Zio segala ' gerutu Ghaza sembari mengendarai motornya.
__ADS_1