
...~ jangan menganggap diriku begitu baik, aku hanya berusaha untuk menjadi baik sekalipun semua orang berbuat buruk padaku ~...
...🌻🌻🌻🌻🌻...
Matahari telah berada pada puncak tertingginya di langit, teriknya begitu panas menyinari seluruh sisi bumi.
Ini bukanlah saat yang tepat untuk terdiam merenung dan menangis kehidupan.
Tetapi kembali lagi suasana hati tidak ada sangkut pautnya dengan terik matahari dan suasana disekitar.
' aku benar-benar tidak tau apa yang harus aku pilih dan lakukan saat ini, disatu sisi aku sangat menyayangi putriku dan aku ingin dia hidup bahagia. '
' Tetapi tidak dengan cara menerima tawaran mama, karena itu hanya akan membuat hidup putriku semakin menderita karena mas Reno dan istrinya pasti akan melakukan apapun untuk membuat putriku menderita. '
' Apa yang harus aku lakukan ya Tuhan, jika memilih pergi dari kota ini dan pergi ke tanah kelahiranku itu juga tidak mungkin aku juga takut disana aku akan semakin menderita bersama putriku, Tuhan aku hanya memercayakannya padamu. '
Kembali ke Sekolah
" Yun boleh nanya yang malam itu ga soal Ghaza yang diomongin sama nenek-nenek itu ? itu beneran kak Ghaza ya ? " ucap Nisa sedikit pelan duduk disamping Yuni.
' aku cerita aja kali ya sama Nisa. '
" Ehhmm iya Nis, itu bener kak Ghaza. "
" Kenapa kamu bisa deket sama kak Ghaza, dan berarti Gia itu adiknya kak Ghaza ?. "
Yuni menjawab dengan anggukan.
" Ihhh enek ya jadi kamu bisa deket sama kak Ghaza aku iri deh sama kamu, Yun " ucap Nisa cemberut.
" Ya ampun nis, jangan cemberut gitu ahh jangan marah juga sama aku, aku itu ga deket sama kak Ghaza kok. "
Yuni pun menceritakan bagaimana ia bisa bersama dengan Gia.
" Ohh gitu ceritanya gapapa kok Yun, lagian mana mungkin juga aku bisa deket sama kak Ghaza ga mungkin, Yun " ucap Nisa lesu.
" Ga ada yang ga mungkin nis, kamukan belum coba seegaknya bisa temanan sama kak Ghaza kan kalo pun ga jadi pangerannya kamu " ucap Yuni menggoda sang teman.
" Kamu bisa aja Yun " sahut Nisa tersipu malu.
__ADS_1
' tapi aku rasa kak Ghaza itu terlalu egois sama dirinya nis, aku cuma takut kamu kecewa kalo kamu tau gimana sikap kak Ghaza sebenarnya. '
' tapi itu wajar sih orang yang punya kuasa dan kekayaan bakalan bersikap kayak itu, cuma yang bikin kecewa karena sikapnya yang terlalu mudah buat ngerendahin orang lain dan sama sekali ga peduli sama perasaan seseorang. '
Jam pelajaran kembali dimulai hingga selesai.
" Haii Yun, pulangnya aku anter ya " ucap Yugi didepan kelas Yuni.
" Kamu ngagetin aku aja gi, tapi maaf aku ga bisa gi aku ad- " ucap Yuni dicegat Yugi.
" Kamu mau pergi sama kak Ghaza ya, Yun kalian mau kemana ? sejak kapan kamu deket sama dia ?, satu lagi Gia itu siapa Yun ? " Cerocos Yugi tanpa henti.
" Gi kalo mau nanya itu satu-satu, aku ga bisa kalo nanya sebanyak itu. "
Di parkiran saat ini Ghaza tengah menunggu Yuni namun ia mulai kesal karena Yuni tak kunjung tampak.
" Gi, aku ga bisa cerita semuanya juga aku duluan ya lain kali aja kamu anterin aku pulang. "
' lihat aja lo Ghaza gue ga takut sedikit pun sama Lo dan jangan mentang-mentang Lo senior di sekolah ini jadi lo sok berkuasa, kalo menyangkut soal Yuni ga ada seseorang yang gue takutin termasuk Lo ' geram Yugi.
" Kak. "
" Lama amat sih lo, sekarang naik " perintah Ghaza.
" Kalo kak kasih tau aja rumah sakitnya dimana nanti aku nyusul kesana kak. "
" Uhhh kalo bukan karena Gia gue males berurusan sama Lo, udah Lo naik gue anterin pulang habis itu baru ke rumah sakit cepetan " ucap Ghaza sedikit kesal.
Mau tak mau akhirnya Yuni naik ke motor Ghaza dan merekapun meninggalkan sekolah.
🌻🌻🌻🌻🌻
Rumah Sakit
Saat Yuni dan Ghaza memasukinya ruangan, terlihat Gia yang masih tenang dalam tidurnya dengan infus yang terpasang ditubuh kecilnya.
Yuni merasa kasihan dan sedih melihat kondisi Gia yang terbaring lemah saat ini.
" Kak Gia kenapa bisa sakit kak ?. "
__ADS_1
" Ya dia sakit yaudah gue ga tau " ketus Ghaza.
" Tapi kak, kemaren itu Gia baik-baik aja kak dan ga mungkin kalo pun Gia cuma demam biasa dia ga mungkin sampai dirawat gini kak, kasihan Gia. "
" Jadi Lo nyalahin gue gitu ga usah sok peduli lo deh " ketus Ghaza sembari duduk di sofa ruangan.
Beberapa menit kemudian Gia terbangun, dan Yuni masih setia duduk di kursi samping Gia.
" Kak, kak Yuni akhirnya dateng juga Gia lindu sama kakak lindu banget " ucap Gia sangat pelan dia juga berusaha untuk duduk.
" Gia, Gia jangan duduk dulu ya kakak disini kok, kakak bakalan jagain Gia. "
Namun Gia bersikeras untuk duduk, Yuni pun membantu Gia untuk duduk setelah itu tiba-tiba Gia memeluk Yuni dan menangis.
" Sayang, Gia kenapa nangis kakak disini kok kakak janji ga akan tinggalin Gia lagi kakak minta maaf ya sayang. "
Untuk beberapa saat Gia hanya menangis sembari terus memeluk Yuni dengan erat.
' apa istimewanya sih tu anak, sampai Gia sayang banget sama dia bahkan dipeluk terus ' gerutu Ghaza.
" Gia " ucap Yuni lembut sembari mengangkat bahu Gia dan menghapus air mata Gia.
" Gia ga boleh nangis lagi ya, kalo Gia nangisnya lama nanti ga bisa sembuh ya. "
" Kak, bang Ghaza yang jahat bang Ghaza jahat sama Gia kak, hikssss hikssss " ucap Gia lalu kembali memeluk Yuni.
Yuni pun melempar pandangannya pada Ghaza yang sedang duduk dengan santainya di sofa.
" Ehhh Gia ga usah ngadu ya lo, lagian lo itu adek gue jadi harusnya belain dan sayang sama gue bukan sama dia " ucap Ghaza sedikit emosi.
' kak Ghaza kak Ghaza, kakak emang ga bisa baik sama orang kak bahkan sama adek kakak sendir. '
" Kak kakak bisa keluar dulu ga biarin Gia tenang dulu. "
" Lo berani ngusir gue hahh, ga tau diri banget lo gue yang udah bawa lo kesini dan nganter lo minta izin ke ibu lo itu, sekarang bisa-bisanya Lo ngusir gue ada hak apa lo beraninya " Ghaza kembali berbicara dengan sedikit keras.
Saat itu Gia semakin menangis dan mengeratkan pelukannya pada Yuni.
" Kak, aku mohon kak ini demi Gia bukan aku kak tolong sebentar saja " mohon Yuni dengan tatapan sayu dan lembutnya.
__ADS_1
Ghaza hanya membuang kasar nafasnya lalu berdiri dari posisi duduknya dan keluar dari ruangan itu.
' bisa-bisanya lo merintah gue liat aja ini jadi hari terakhir lo. '