YUNI LORENZA

YUNI LORENZA
Bagian 38


__ADS_3

...~ Kebahagiaan itu sederhana, hanya terkadang diri kita terlalu memaksa untuk selalu bahagia ~...


...🌻🌻🌻🌻🌻...


" Hiksssss hikssss bang Ghaza jahat hikssss " tangis Gia didepan pintu.


" Non, non Gia kenapa nangis ? " ucap mang Johari mendekati Gia.


" Bang Ghaza jahat mang, dia bilang kalo kak Yuni lebih suka meluk bang Ghaza dalipada Gia mang hiksssss " ucap Gia masih dengan tangisannya.


" Kak Yuni bilang dia lebih suka meluk bang Ghaza daripada Gia " ulang mang Johari dengan senyuman yang sulit diartikan.


" Yasudah sekarang non jangan nangis lagi ya, den Ghaza mungkin cuma bercandain non Gia udah jangan nangis. "


" Gia mau ketemu kak Yuni, mang antelin Gia. "


" Yaudah boleh yuk. "


Rumah Yuni


13:34 WIB


' Ibu ibu kemana sih Yuni kawatir sama ibu bu ' gumam Yuni.


" Assalamualaikum neng, neng Yuni " salam mang Johari.


' Siapa ya atau mungkin itu ibu. '


" Iya waalaikumussalam " sahut Yuni sembari membukakan pintu.


" Kak Yuniiiii " teriak Gia girang lalu berlari memeluk Yuni.


" Gia, mamang. "


" Kak Yuni, Gia lindu sekali sama kakak mau peluk. "


Yuni pun berlutut agar Gia bisa memeluknya.


" Kakak juga rindu sama Gia, ohh iya Gia kenapa kesini ? udah pamit sama mama papanya belum ? atau sama bang Ghaza ?. "


" Ga, ga pelu apalagi sama bang Ghaza bang jahat. "


" Hehhh ga boleh ngomong gitu ke bang Ghaza, Gia. "


" Yaudah kita masuk dulu ya, mang ayo masuk dulu. "


" Ga boleh, Gia mau sama kak Yuni aja mamang boleh pulang, Gia juga mau nginap disini bilangin ke mama papa ya mang. "


" Tapi non, nanti mama sama papa non marah ke mamang kita main sebentar aja ya disini habis itu kita pulang. "


" Ga mau, mamang pokoknya Gia mau  tidul disini ga mau pulang..... " teriak Gia lalu berlari masuk menuju kamar Yuni.


" Non, non Gia...... "

__ADS_1


" Mang, mamang tunggu aja ya biar Yuni coba ngebujuk Gia biar mau pulang sama mamang. "


" Ga usah yun, biarin aja nanti mamang coba ngomong ke tuan dan nyonya, kalo non Gia udah ngomong gitu kita ga bisa ngelawannya. "


" Yaudah mah, mamang ga mau masuk dulu Yuni buatin minuman dulu. "


" Ga usah Yun. "


" Kalo boleh tau kenapa Gia bisa tiba-tiba pengen kesini mang, atau orang tuanya pergi keluar kota lagi ?. "


" Ga Yun " sahut mang Johari dengan tawa kecilnya.


" Loh kok mamang ketawa gitu sih,  ada yang lucu ya. "


Mang Joharipun memberitahu tentang perkara Ghaza yang membuat Gia marah juga sedih.


" Mamang serius. "


" Serius neng Yuni, kalo ga percaya tanya aja langsung ke non Gia nya, kalo gitu mamang pamit ya neng. "


" Iya mang hati-hati. "


Yuni masih tak menyangka jika Ghaza  bisa mengatakan hal seperti itu pada Gia.


Yuni masuk ke kamarnya, dan disitu tampak Gia yang tengah duduk di kasur dengan wajah murung.


" Gia, Gia kenapa coba kasih tau kakak ?. "


" Apa iya tadi bang Ghaza peluk kakak ?. "


Yuni tidak tau harus menjawab dan menjelaskannya pada Gia, tapi dia benar-benar kecewa dan juga marah kenapa Ghaza bisa-bisanya mengatakan hal itu pada Gia.


" Kakak diam altinya iyakan kak, Kakak udah ga sayang sama Gia, bang Ghaza juga bilang kalo kakak lebih suka meluk bang Ghaza daripada Gia hiksssss hiksssss " ucap Gia lalu menangis.


" Ehh Gia, apa yang bang Ghaza bilang itu bohong dia cuma mau jailin Gia,  udah ya Gia jangan nangis Kak Yuni itu sayang sama Gia sayang banget " sahut Yuni dengan mempererat pelukannya dan juga mencium kening dan pipi Gia.


Akhirnya Gia berhenti menangis dan tersenyum bahagia pada Yuni.


" Assalamualaikum Yun, ibu pulang Yuni ibu pulang. "


" Ibu udah pulang, kita keluar ya udah air matanya dihapus dulu nanti ibu malah nuduh kakak yang bikin nangis Gia. "


" Kan emang kakak " sahut polos Gia.


' Ga Gia, kamu nangis karena ulah bang kamu itu ' batin Yuni.


" Yaudah kakak minta maaf " ucap Yuni lalu menghapus air mata Gia.


" Ibu " Yuni bersalaman dengan ibunya.


" Ehhh ada putri kecil ibu, apa kabar Gia " sapa Nilam lalu menggendong Gia.


" Kabar baik ibu, bu ibu mau ga datang ke lumah Gia kita makan malam mama papa bolehin kok bu " ucap Gia dengan polos dan senyuman.

__ADS_1


" Tentu sayang, ibu mau tapi ga sekarang ya. "


" Telus kapan bu ?. "


" Telus ? " ucap Nilam heran.


" Terus maksudnya Bu, terus ibu kapan mau ke rumahnya Gia. "


" Ohh itu, gimana kalo malam minggu aja ya sayang nanti Gia bilang gitu aja ke mama papa ya. "


" Oke deh, Gia senang ibu sama kakak datang ke lumah Gia horeeeee. "


Yuni dan Nilam ikut senang dan tersenyum bahagia menatap Gia.


Di sebuah Rumah Mewah, tepatnya di kamar Chelsea.


" Kayaknya tu anak ga kapok deh Chel, buktinya lihat sendirikan dia masih deket sama Ghaza " ucap Key memprovokasi.


" Iya gue juga tau itu, tapi apa yang harus kita lakuin lagi ke junior sok tebar pesona itu " sahut Chelsea dengan wajah kesal.


Saat itu Gigi lebih memilih diam bahkan termenung ditengah perbincangan panas kedua temannya.


" Woiii Gi, lo kenapa sih orang lagi ngomong lo malah diam ngelamun gitu ada masalah lo, atau jangan-jangan masalah gara-gara junior itu juga ?. "


" Iya sih karena dia, waktu itu Gani juga pernah belain dia tapi aku ngerasa kita juga ga perlu nyelakain dia sampai segitunya " ucap Gigi santai.


" aku ? kita ? Ga perlu ?, alah ga usah munafik gi kalo emang dia bikin kita sakit hati, kita ga akan salah kalo ngebalas dia " tegas Chelsea dengan amarah.


Author:


Gue ga ngerti gimana konsep pikiran lo Chelsea, lo terlalu pinter apa bodoh ya, kalo ga bisa dapatin yaudah selesai bukan bikin celaka orang lain.


22:22 WIB


" Darimana ? masih sering keluar malam ? " ucap Ghifari menatap putra sulungnya.


" Papa, ga terlalu malam kok pa tapi tumben papa belum tidur " sahut Ghaza.


Saat itu sang mama datang dengan baju tidurnya mendekati Ghaza juga sang suami.


" Adek kamu mana ? " tanya Gina.


" Adek ? di kamarnya lah ma, kalo dia sih pasti udah tidur jam segini. "


" Yakin adek kamu ada di kamarnya ?. "


" Iya ma. "


" Sekarang mama benar-benar kecewa sama kamu Ghaza, seharusnya kamu bisa jagain adek kamu, sayang, perhatian sama dia tapi nyatanya kamu ga bisa lakuin itu.


Sampai dia lebih sayang sama orang lain bahkan dekat dan ga mau pisah sama orang itu " jelas Gina pada Ghaza.


" Orang lain ? " sahut Ghaza heran dan kebingungan.

__ADS_1


__ADS_2