YUNI LORENZA

YUNI LORENZA
Bagian 39


__ADS_3

...~ Kita tidak akan mampu membuat seseorang mengerti dengan kita, begitu juga dengan diri kita sendiri yang tidak bisa mengerti bagaimana orang lain ~...


...🌻🌻🌻🌻🌻...


*Flashback*


Kantor


20:30 WIB


" Mang Gia sudah tidurkan ? " ucap Gina pada mang Johari.


" Maaf sebelumnya nyonya tuan, tadi siang saya sudah mencoba menghubungi nyonya dan tuan, tetapi sepertinya nyonya dan tuan sedang sibuk jadi saya tidak bisa memberitahu " sahut mang Johari.


" Memberitahu apa mang ? " ucap Gina dan Ghifari bersamaan.


" Hari ini non Gia menginap di rumah Yuni nyonya tuan. "


" Kenapa bisa mang, pasti mamangkan yang mengantarnya kesana atau anak itu yang menjemput Gia, mang ? " Gina kawatir dengan putrinya.


" Tidak nyonya, Yuni tidak menjemput Gia apalagi meminta Gia untuk tidur di rumah mereka, tapi itu terjadi karena den Ghaza tuan. "


" Ghaza ? " ucap Ghifari sedikit keras.


Mang Joharipun menjelaskan apa yang terjadi tadi siang, antar dua kakak adik itu.


" Uhhh Ghaza Ghaza " dengus Gina.


" Mang apa boleh kami bertanya ? " ucap Ghifari dengan serius.


" Iya silahkan tuan. "


" Apa Ghaza dan gadis bernama Yuni itu ada hubungan dekat ?. "


" Sepertinya tidak ada tuan, setau saya den Ghaza dekat hanya saat Gia saya titipkan pada Yuni dan saya rasa juga tidak ada hubungan lebih dekat lagi " jelas mang Johari.


" Ehhh yasudah terima kasih sudah memberitahu. "


" Sama-sama tuan. "


Merekapun meneruskan perjalanan hingga sampai di rumah.


Flashback off


" Orang lain ? " sahut Ghaza heran dan kebingungan.


" Ghaza, Gia pergi ke rumah Yuni itu karena kamu mengatakan hal yang seharusnya tidak kamu katakan pada adek kamu Ghaza. "


" Ghaza hanya bercanda ma pa, dia aja yang berlebihan " ucap Ghaza santai tanpa beban.


" Ghaza, adek kamu itu masih kecil jdi wajar jika dia masih labil, dan kamu juga tidak harus bercanda akan hal semacam itu, atau kamu benar-benar dekat dengan gadis itu ? " tekan sang papa di akhir kalimatnya.


" G-ga pa, Ghaza ga ada hubungan sama dia apalagi dekat sama dia " ucap Ghaza sedikit gugup.


" Baiklah papa pegang perkataan kamu. "


Ghaza pun berlalu pergi menuju kamarnya.


' Aahhkkkkkhhh kenapa sih papa harus ngomong soal itu, emang salah gue dekat sama dia lagian ahhkkhhhh ' gerutu Ghaza mengacak rambutnya.

__ADS_1


Hari ini Yuni dan ibunya memutuskan untuk tidak berjualan, ya karena ada Gia mereka tidak mungkin membawa Gia untuk berdagang hingga malam.


23:00 WIB


" Belum tidur Bu ? " ucap Yuni melihat ibunya di ruang tamu saat ia ingin mengambil air minum.


" Belum, putri ibu kenapa juga belum tidur ?. "


" Yuni tadi udah tidur sama Gia Bu, tapi tiba-tiba kebangun karena haus. "


" Yaudah sana minum dulu. "


" Yun " panggil Nilam lembut.


" Iya Bu, ibu ga mau ke kamar ini udah malam banget Bu. "


" Ibu mau ngomong sesuatu boleh ?. "


" Boleh ibu, ibu mau ngomong apa Yuni akan selalu dengerin ibu " sahut Yuni dengan senyuman.


" Ehhmm, Yuni mau ga hidup bahagia tinggal di rumah mewah, semua kebutuhan terpenuhi, bisa jalan-jalan setiap hari, bis- " ucapan Nilam terhenti saat disela Yuni.


" Bu, tunggu dulu ibu kenapa tiba-tiba ngomong soal ini bu, Yuni maunya tinggal sama ibu, sama ibu Yuni ga minta yang lain. Udah sekarang mendingan ibu ke kamar tidur ya biar Yuni antar. "


" Tapi nak. "


" Ibu, ibu sayangkan sama Yuni,Yuni juga saya sama ibu. "


Nilam hanya terdiam dan tidak sanggup bahkan tidak tau harus berkata apalagi.


Yuni kembali ke kamarnya, saat masuk ia menatap wajah polos dan tenang Gia, kemudian mengelus kepala Gia.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


06:20 WIB


" Gia bangun heyyy, Gia bangun sayang. "


" Hooaammm, Gia masih ngantuk kak Gia mau tidul aja " tolak Gia.


" Heyy Gia, Gia boleh tidur harus bangun terus pulang kan mau pergi sekolah, jangan bilang mau bolos sekolah ayo bangun pasti bentar lagi mang Johari datang jemput Gia. "


" Iya kak. "


Saat ini mang Johari dan Gina sudah ada didepan rumah Yuni.


" Permisi, permisi " ucap Gina.


" Iya sebentar " sahut Nilam.


Kreekk (pintu terbuka)


Saat kedua pandangan itu bertemu hanya keterkejutan yang luar biasa mereka rasakan.


" Nilam ? " ucap Gina.


" Gina ? " ucap Nilam.


Sebenarnya Nilam dan mang Johari sudah tau dari lama tentang hal ini.

__ADS_1


" Mama " teriak Gia ketika melihat mamanya berdiri didepan pintu.


" Haii sayang, good morning " sapa Gina.


" Tante " sapa Yuni berdiri disamping sang ibu.


' Ternyata kamu memang mirip dengan seseorang yang saya tau ' batin Gina.


" Silahkan masuk. "


🌻🌻🌻🌻🌻


Sekolah


" Makasih banyak ya tan, tante udah nganterin Yuni ke sekolah. "


" Iya sama-sama. "


" Dadadahhhh kakak cemangat belajalnya ya " ucap Gia dengan senyuman dan lambaian tangannya.


" Iya Gia, Gia juga senang sekolahnya dadahhhh. "


Tatap mata seseorang tak lepas dari diri Yuni, tatapan yang sulit diartikan akankah berakhir suka atau duka.


" Haii Yun, kangen banget tau " sapa Nisa sembari memeluk Yuni.


" Heii kita baru sehari ga ketemu nis, udah ah jangan peluk-peluk ntar dilihatin anak-anak yang lain. "


" Tapi meluk kamu itu nyaman Yun " rengek Nisa.


" Udah ah mendingan kita ke kelas udah mau bel nis. "


' Kali ini Lo harus nyerah karena Lo udah ngelewatin batas, dan gue ga akan biarin Lo dapatin sesuatu yang seharusnya buat gue. '


Setelah jam pelajaran pertama selesai Yuni memilih ke perpustakaan, karena sudah beberapa hari ini dia tidak berkunjung ke tempat favoritnya itu.


" Kita ke kantin ya Yun " bujuk Nisa.


" Kamu sama Sinta aja ya. "


" Hemmm yaudah terserah, padahal aku baru balik tapi yaudah lah " ucap Nisa sembari merajuk


" Iya-iya, kalo nada bicara sama ekspresinya gitu ga bisa nolak aku nis tapi kalian duluan lima menit, lima menit aja Nisa aku ke perpustakaannya. "


" Yaudah aku tunggu, cepatan ya jangan lama-lama. "


" Woii udahlah drama lo Nisa, Yuni cuma ke perpustakaan lima menit bukan lima tahun udah yuk kalo ga gue e duluan deh " ucap Sinta ketus.


" Ehhh iya-iya yuk kita ke kantin temanku yang paling cantik. "


" Hoeekk gue ga mempan di gombalin udah yuk cabut. "


Lima menit kemudian.


' Benar-benar aja tu guru, nyuruh gue balikin buku ke perpustakaan mana punya teman ga ada yang bantuin lagi ' gerutu Gani setelah mengembalikan buku.


Yuni berjalan dengan tergesa-gesa menuju kantin, ia takut temannya yang bernama Nisa itu kembali merajuk padanya.


Brukkkkk

__ADS_1


Seseorang yang menabrak Yuni langsung menarik tangannya dengan kasar.


Setelah itu kegaduhan dan suara caci maki terdengar dengan lantang dibalik gudang sekolah. Dibalik lorong sekitar perpustakaan.


__ADS_2