
...~ Kita tidak akan mampu membuat seseorang mengerti dengan kita, begitu juga dengan diri kita sendiri yang tidak bisa mengerti bagaimana orang lain ~...
...🌻🌻🌻🌻🌻...
*Flashback*
Kantor
20:30 WIB
" Mang Gia sudah tidurkan ? " ucap Gina pada mang Johari.
" Maaf sebelumnya nyonya tuan, tadi siang saya sudah mencoba menghubungi nyonya dan tuan, tetapi sepertinya nyonya dan tuan sedang sibuk jadi saya tidak bisa memberitahu " sahut mang Johari.
" Memberitahu apa mang ? " ucap Gina dan Ghifari bersamaan.
" Hari ini non Gia menginap di rumah Yuni nyonya tuan. "
" Kenapa bisa mang, pasti mamangkan yang mengantarnya kesana atau anak itu yang menjemput Gia, mang ? " Gina kawatir dengan putrinya.
" Tidak nyonya, Yuni tidak menjemput Gia apalagi meminta Gia untuk tidur di rumah mereka, tapi itu terjadi karena den Ghaza tuan. "
" Ghaza ? " ucap Ghifari sedikit keras.
Mang Joharipun menjelaskan apa yang terjadi tadi siang, antar dua kakak adik itu.
" Uhhh Ghaza Ghaza " dengus Gina.
" Mang apa boleh kami bertanya ? " ucap Ghifari dengan serius.
" Iya silahkan tuan. "
" Apa Ghaza dan gadis bernama Yuni itu ada hubungan dekat ?. "
" Sepertinya tidak ada tuan, setau saya den Ghaza dekat hanya saat Gia saya titipkan pada Yuni dan saya rasa juga tidak ada hubungan lebih dekat lagi " jelas mang Johari.
" Ehhh yasudah terima kasih sudah memberitahu. "
" Sama-sama tuan. "
Merekapun meneruskan perjalanan hingga sampai di rumah.
Flashback off
" Orang lain ? " sahut Ghaza heran dan kebingungan.
" Ghaza, Gia pergi ke rumah Yuni itu karena kamu mengatakan hal yang seharusnya tidak kamu katakan pada adek kamu Ghaza. "
" Ghaza hanya bercanda ma pa, dia aja yang berlebihan " ucap Ghaza santai tanpa beban.
" Ghaza, adek kamu itu masih kecil jdi wajar jika dia masih labil, dan kamu juga tidak harus bercanda akan hal semacam itu, atau kamu benar-benar dekat dengan gadis itu ? " tekan sang papa di akhir kalimatnya.
" G-ga pa, Ghaza ga ada hubungan sama dia apalagi dekat sama dia " ucap Ghaza sedikit gugup.
" Baiklah papa pegang perkataan kamu. "
Ghaza pun berlalu pergi menuju kamarnya.
' Aahhkkkkkhhh kenapa sih papa harus ngomong soal itu, emang salah gue dekat sama dia lagian ahhkkhhhh ' gerutu Ghaza mengacak rambutnya.
__ADS_1
Hari ini Yuni dan ibunya memutuskan untuk tidak berjualan, ya karena ada Gia mereka tidak mungkin membawa Gia untuk berdagang hingga malam.
23:00 WIB
" Belum tidur Bu ? " ucap Yuni melihat ibunya di ruang tamu saat ia ingin mengambil air minum.
" Belum, putri ibu kenapa juga belum tidur ?. "
" Yuni tadi udah tidur sama Gia Bu, tapi tiba-tiba kebangun karena haus. "
" Yaudah sana minum dulu. "
" Yun " panggil Nilam lembut.
" Iya Bu, ibu ga mau ke kamar ini udah malam banget Bu. "
" Ibu mau ngomong sesuatu boleh ?. "
" Boleh ibu, ibu mau ngomong apa Yuni akan selalu dengerin ibu " sahut Yuni dengan senyuman.
" Ehhmm, Yuni mau ga hidup bahagia tinggal di rumah mewah, semua kebutuhan terpenuhi, bisa jalan-jalan setiap hari, bis- " ucapan Nilam terhenti saat disela Yuni.
" Bu, tunggu dulu ibu kenapa tiba-tiba ngomong soal ini bu, Yuni maunya tinggal sama ibu, sama ibu Yuni ga minta yang lain. Udah sekarang mendingan ibu ke kamar tidur ya biar Yuni antar. "
" Tapi nak. "
" Ibu, ibu sayangkan sama Yuni,Yuni juga saya sama ibu. "
Nilam hanya terdiam dan tidak sanggup bahkan tidak tau harus berkata apalagi.
Yuni kembali ke kamarnya, saat masuk ia menatap wajah polos dan tenang Gia, kemudian mengelus kepala Gia.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
06:20 WIB
" Gia bangun heyyy, Gia bangun sayang. "
" Hooaammm, Gia masih ngantuk kak Gia mau tidul aja " tolak Gia.
" Heyy Gia, Gia boleh tidur harus bangun terus pulang kan mau pergi sekolah, jangan bilang mau bolos sekolah ayo bangun pasti bentar lagi mang Johari datang jemput Gia. "
" Iya kak. "
Saat ini mang Johari dan Gina sudah ada didepan rumah Yuni.
" Permisi, permisi " ucap Gina.
" Iya sebentar " sahut Nilam.
Kreekk (pintu terbuka)
Saat kedua pandangan itu bertemu hanya keterkejutan yang luar biasa mereka rasakan.
" Nilam ? " ucap Gina.
" Gina ? " ucap Nilam.
Sebenarnya Nilam dan mang Johari sudah tau dari lama tentang hal ini.
__ADS_1
" Mama " teriak Gia ketika melihat mamanya berdiri didepan pintu.
" Haii sayang, good morning " sapa Gina.
" Tante " sapa Yuni berdiri disamping sang ibu.
' Ternyata kamu memang mirip dengan seseorang yang saya tau ' batin Gina.
" Silahkan masuk. "
🌻🌻🌻🌻🌻
Sekolah
" Makasih banyak ya tan, tante udah nganterin Yuni ke sekolah. "
" Iya sama-sama. "
" Dadadahhhh kakak cemangat belajalnya ya " ucap Gia dengan senyuman dan lambaian tangannya.
" Iya Gia, Gia juga senang sekolahnya dadahhhh. "
Tatap mata seseorang tak lepas dari diri Yuni, tatapan yang sulit diartikan akankah berakhir suka atau duka.
" Haii Yun, kangen banget tau " sapa Nisa sembari memeluk Yuni.
" Heii kita baru sehari ga ketemu nis, udah ah jangan peluk-peluk ntar dilihatin anak-anak yang lain. "
" Tapi meluk kamu itu nyaman Yun " rengek Nisa.
" Udah ah mendingan kita ke kelas udah mau bel nis. "
' Kali ini Lo harus nyerah karena Lo udah ngelewatin batas, dan gue ga akan biarin Lo dapatin sesuatu yang seharusnya buat gue. '
Setelah jam pelajaran pertama selesai Yuni memilih ke perpustakaan, karena sudah beberapa hari ini dia tidak berkunjung ke tempat favoritnya itu.
" Kita ke kantin ya Yun " bujuk Nisa.
" Kamu sama Sinta aja ya. "
" Hemmm yaudah terserah, padahal aku baru balik tapi yaudah lah " ucap Nisa sembari merajuk
" Iya-iya, kalo nada bicara sama ekspresinya gitu ga bisa nolak aku nis tapi kalian duluan lima menit, lima menit aja Nisa aku ke perpustakaannya. "
" Yaudah aku tunggu, cepatan ya jangan lama-lama. "
" Woii udahlah drama lo Nisa, Yuni cuma ke perpustakaan lima menit bukan lima tahun udah yuk kalo ga gue e duluan deh " ucap Sinta ketus.
" Ehhh iya-iya yuk kita ke kantin temanku yang paling cantik. "
" Hoeekk gue ga mempan di gombalin udah yuk cabut. "
Lima menit kemudian.
' Benar-benar aja tu guru, nyuruh gue balikin buku ke perpustakaan mana punya teman ga ada yang bantuin lagi ' gerutu Gani setelah mengembalikan buku.
Yuni berjalan dengan tergesa-gesa menuju kantin, ia takut temannya yang bernama Nisa itu kembali merajuk padanya.
Brukkkkk
__ADS_1
Seseorang yang menabrak Yuni langsung menarik tangannya dengan kasar.
Setelah itu kegaduhan dan suara caci maki terdengar dengan lantang dibalik gudang sekolah. Dibalik lorong sekitar perpustakaan.