YUNI LORENZA

YUNI LORENZA
Bagian 22


__ADS_3

...~ aku tau percaya diri itu baik, tapi aku rasa sadar diri jauh lebih baik ~...


...🌻🌻🌻🌻🌻...


07:00 WIB


" Gia, Gia ayo bangun dek ga mau sekolah giaaaaaa giaaaaa " ucap sembari menepuk punggungnya.


" Hoaaammmm, kakaka " Gia bangun lalu duduk.


" Gia ga mau sekolah kak, Gia mau libur aja kakak juga liburkan " jawab Gia santai.


" Gia, Gia ga boleh ngomong gitu sekolah itu penting biar kita jadi pinter dan jadi anak baik, kakak ga sekolah hari ini karena luka kakak masih sakit. "


" Kakak, Gia maleh kalo pergi sekolah mau disini aja boleh ya kak " mohon Gia sembari menyatukan kedua tangannya.


" Ehhhmmm justru kalo Gia ga mau sekolah kakak sedih, sayang sekolah itu penting kakak tebak ni pasti Gia ga mau ke sekolah karena mama sama papa Gia ga ada di rumah dan ga nemenin Gia ke sekolahan iya kan. "


Gia hanya dia kemudian tersenyum dalam anggukkan kepalanya.


Yuni terus membujuk Gia, hingga akhirnya ia mau ke sekolah dan beberapa menitan setelah itu mang Johari datang untuk menjemput Gia.


" Nanti pulang sekolah Gia kesini lagi ya kak, mamang anterin Gia ya mang. "


" Siap non " sahut mang Johari.


" Daddah semangat sekolahnya. "


Kembali ke sekolah


" Sin, habis sekolah kita besuk Yuni ya ke rumahnya " ucap Nisa.


" Kayaknya ga gue ga bisa nis, Lo duluan aja ya gue ada keperluan nanti sama bunda gue gapapakan " jelas Sinta.


" Ehhmm yaudah deh, nanti gue pergi sendiri aja. "


Jam pelajaran kembali di mulai, semua siswa mengikuti pembelajaran dengan baik hingga jam pelajaran selesai.

__ADS_1


Terlihat kendaraan yang terparkir di sekolah mulai meninggalkan sekolah menuju rumah mereka masing-masing.


" Heiii cewe ga jelas tunggu" teriak Yugi pada Nisa.


" Lo mau ngapain sih cowo kepo, gue tau sih apa yang lo mau tapi gue ga ada waktu gue duluan " pamit Nisa lalu pergi menuju motornya yang terparkir.


Tetapi dengan cepat Yugi berlari dan berdiri didepan Nisa hingga membuat Nisa harus menghentikan langkahnya.


" Lo ngapain lagi sih mendingan Lo pulang udah sana-sana pergi " usir Nisa dengan gerakan tangannya mengusir.


" Gue bakalan pergi tapi Lo harus jawab dulu pertanyaan gue, Yuni mana dia ga masukkan hari ini dan gue yakin lo tau tentang itu " ucap Yugi sedikit keras.


" Ehhh kalo nanya itu baik-baik, Lo ga perlu tau jugakan emang Lo siapanya Yuni harus banget tau soal dia, yang pasti sih lo tunggu aja udah tungguin aja dia balik masuk ke sekolah bereskan " ucap Nisa lalu pergi meninggalkan Yugi.


*********************


' secepatnya gue harus minta maaf sama dia, gue ga mau dihantui sama rasa bersalah dan gua juga ga mau masuk penjarahan karena udah ngelakain orang. '


Terlihat Nilam sedang melamun diteras belakang rumahnya sembari membersihkan tanaman bunganya.


Tanpa sengaja sang putri, Yuni melihat ibunya yang sedang melamun seperti begitu berat hal yang ia pikirkan hingga panggilannya tak bisa didengar oleh ibu.


" Ehh anak ibu ngapain berdiri situ sini " panggil Nilam.


" Ehhhmm iya Bu, ibu............ "


" Iya, lukanya masih sakit ya ? obatnya udah diminumkan sama salep lukanya udah diolesin " ucap Nilam penuh kawatir dengan konsep sang anak.


" Udah Bu. "


" Syukurlah kalo gitu, ohh iya Gia belum datang ?. "


" Belum bu kayaknya bentar lagi, ibu............ " ucap pelan dan sedikit ragu.


" Iya ada apa nak ?. "


" Tadi Yuni ga sengaja liat ibu ngelamun, ibu lagi mikirin sesuatu ya kalo itu soal kebutuhan kita gapapa Bu pakai uang tabungan kita aja bu, yunikan juga tau kita udah 3 hari ini ga jualan " jelasku pada ibu.

__ADS_1


" Ehhhmm ga usah nak, ibu ngelamun bukan karena kita kekurangan kebutuhan kita, ibu lagi mikirin gimana hidup kita kedepannya nak. "


" Ibu ga mau lihat kamu hidup serba kekurangan dan menderita seperti ini, ibu ga bisa jadi ibu yang baik, ibu ga bisa bahagiain putri ibu satu-satunya " jelas Nilam dengan air mata yang mulai mengalir.


" Ibu........... " ucapku sembari memeluk ibu.


" Yuni udah sering ngomong ke ibu, ibu jangan berpikir seperti itu lagi justru Yuni iya Yuni yang harusnya ngomong gitu ke ibu. "


" Dan ibu juga ga boleh ngomong kalo Yuni ini putri ibu satu-satunya, kita masih punya kak Hana bu, kita juga punya mas Zalvin, Bu ibu harus inget itu. "


Nilam tak menjawab apa-apa bibirnya tidak sanggup berucap dan berbicara tentang kedua anaknya itu.


Seakan-akan ia juga telah sampai batas kesabarannya, tetapi ia kembali sadar jika ia seorang dan tidak pantas untuk melupakan anaknya bahkan tak menganggap mereka berdua lagi sebagai anaknya.


' Mas kamu haru tau dan lihat ini mas, aku dan putri kecilmu hidup menderita, menderita mas dan kau malah bahagia hidup mewah dengan keluarga barumu, bahkan sejak kau pergi meninggalkan kami kau tak pernah memberi anakmu nafkah mas. '


Air mata Nilam semakin deras mengalir rasanya ia akan menerima tawaran sang mama, ya mama mertuanya untuk hidup dengan dia.


" Ibu, ibu dengerin aku ibu tatap mata aku baik-baik Bu, aku gapapa hidup seperti ini karena aku bersyukur dan merasa paling beruntung di dunia ini karena aku punya seorang malaikat, bidadari yang cantik, kuat, dan hebat seper ibu. "


" Apapun yang terjadi, bagaimanapun keadaan kita Yuni tetap sayang dan bersyukur karena Yuni punya ibu " akhir ucapanku lalu kembali memeluk ibu.


' ibu juga bangga padamu nak, kau juga berhasil menjadi malaikat dan bidadari itu. '


🌻🌻🌻🌻🌻


' Wuiuuhhhh gue puas banget hari ini, bisa bikin di junior buluk ga bisa buat sekolah mampus deh lo rasain wuhhhhhh. '


Chelsea berteriak dengan rianng sembari melompat-lompat bahagia, karena berhasil membuat orang yang ia benci tanpa alasan yang pasti.


" Sayang kamu kenapa sih, teriak-teriak gitu bahagia banget kelihatannya ada apa sih mama penasaran " suara Dian masuk ke kamar Chelsea.


" Mama, jelaslah dong ma aku bisa bikin si junior jelek itu celaka ya junior yang coba rebut Ghaza dari aku ma " jelas Chelsea pada sang mama.


" Maksud kamu junior yang namanya Yuni itukan ? " ucap Dian memastikan.


" Iya ma, kok mama bisa inget dia sih, aku baru cerita sekali ke mama udah deh mama ga usah inget-inget dia ga pantes hahahha " ucap Chelsea dengan ekspresi jijik.

__ADS_1


' eehhhh sepertinya hidup kalian memang tak ditakdirkan untuk bisa merasakan kebahagiaan ' batin Dian sembari menyunggingkan senyumannya.


Tanpa mereka sadari percakapan mereka didengar seseorang, apakah kabar itu akan membuka pikirannya dan mau kembali menyayangimu seseorang yang memang memiliki hak untuk mendapatkan kasih sayang darinya.


__ADS_2