YUNI LORENZA

YUNI LORENZA
Bagian 33


__ADS_3

...~ menjauh dari hal yang menyakitimu adalah cara untukmu bahagia ~...


...🌻🌻🌻🌻🌻...


16:30 WIB


' Apa aku harus izin lagi ke ibu, tapi kasihan juga kalo ibu jualan sendirian atau aku bantuin ibu dulu baru ke rumah sakit lagiankan gapapa kalo telat juga kesananya, Gia maafin kakak ya datangnya terlambat. '


Yuni pun membantu sang ibu untuk menyiapkan dagangannya dan menuju lapak mereka.


" Ii-ibu...... "


" Ada yang mau diomongin ? Ngomong aja nak " ucap Nilam.


" Ibu...... Yuni mau mi-minta izin lagi ke ibu, Yuni janji ini yang terakhir bu. "


" Masih soal Gia ?. "


Yuni pun menjawab dengan anggukan.


" Uhhhh yaudah boleh tapi jangan kemalaman pulangnya ya ibu kawatir, gihh sana siap-siap buat ibu aja yang nyiapin dagangan kita. "


" Makasih ibu udah izinin Yuni, tapi Yuni perginya dari lapak kita aja bu jadi sekarang Yuni bantuin ibu buat nyiapin dagangan kita sampai lapak. "


" Nanti kesorean ke rumah sakitnya trus baliknya jadi kemalaman juga, atau nanti Gia minta putri ibu ini temenin dia. "


" Maunya Gia sih gitu Bu, tapi ibu tenang aja Yuni pulang kok nanti karena Yuni ga mau tinggalin atau jauh dari bidadari Yuni ini " ucap Yuni sembari memeluk dan mencium pipi sang ibu.


Nilam membalaskan pelukan dan ciuman sang putri, dia benar-benar bahagia karena dia memiliki Yuni bahkan kesedihan dan kekecewaannya bisa terobati oleh putri bungsunya itu, putri yang selalu ada bersama dia.


Lapak dagangan


" Akhirnya selesai. "


" Udah siapkan nyusun dagangannya yaudah pergi sekarang aja besuk Gia nya. "


" Iya bu, Yuni usahain disananya ga lama-lama biar bisa cepat balik kesini bantuin ibu. "


Nilam membalas dengan senyumannya.


Rumah Sakit


17:49 WIB


" bang, Abang mana kak Yuni nya ? Ini udah sole tau masa belum datang juga, Abang bohongin Gia ya " ucap Gia kesal dan marah pada Ghaza.


" Abang juga ga tau Gia, kalo kakak kamu itu ga datang berarti bukan salah abang, tapi salah kakak kamu itu " sahut Ghaza tak kalah kesal.


" Udah ud " ucap Gina terhenti.


Tok.......... Tok............

__ADS_1


Ceklek (pintu terbuka)


" Permisi " ucap Yuni sopan dengan suara lembutnya.


" Iya " sahut Nilam.


" Yeeaahhhh kakak datang yeeaahh kak Yuni datang, ma ini kakak baik " sambut Gia antusias.


Ghaza hanya bersikap biasa saja.


" lama banget lo datang, sampai gue yang disalahin sama Gia " ketus Ghaza.


" Maaf kak. "


" Ghaza ngomongnya jangan kasar gitu ah. "


" Ini salah Yuni kok nyonya, ohh iya perkenalkan nama saya Yuni nyonya. "


" Panggil saya tante saja Yuni, tidak perlu dengan sebutan nyonya " sahut Gina sembari memberikan senyuman tipisnya.


" Baik nyo, maksud saya tante. "


" Iya kak, panggil tante aja kalo ga panggil mama juga boleh iyakan ma ? " celetuk Gia.


" Heemmm boleh. "


" Sepertinya Yuni panggil tante saja, tan. "


' Kenapa saat melihat wajahnya pertama kali tadi terlintas wajah seseorang tapi siapa, apalagi melihat wajahnya sedekat ini benar-benar mengingatkan aku pada wajah seseorang tapi siapa orangnya ' Gina membatin.


" Ma, Gia mau jalan-jalan kelual sama kak Yuni ya, kan ipus Gia udah dicabut boleh ya ma sebelum kita pulang ke lumah " pinta Gia dengan wajah polosnya.


" Yaudah boleh sayang mama. "


" kelual ? Ipus ? Hahaha udah SD masih belum bisa ngomong r rrrrrr " ledek Ghaza pada sang adik.


" Gia balu kelas 1 SD abang, mama lihat bang Ghaza dia jahat ke Gia " adu Gia.


" Ghaza udah dong jailin adeknya terus. "


" Gia udah kuat jalan, kalo belum ga usah paksa jalan-jalan dulu ya " ucap Yuni yang berduri disamping Gia sedari tadi.


" Kuat kak, kan Gia udah besal lagian Gia cuma demam kak yuk kita kelual mama ikut ya, bialin bang Ghaza sendili disini wleeeee " ucap Gia dengan menjulurkan lidahnya.


" Udah pergi aja sana banyak gaya lo bocil " sahut Ghaza kesal tapi ia sangat menyayangi sang adik.


Mereka bertigapun pergi keluar kamar dan menikmati jalan-jalan di sekitar rumah sakit menikmati senja yang mulai menghilang.


Saat di taman rumah sakit Gia asik melihat bunga-bunga yang indah dan kolam ikan dengan pancuran air yang begitu indah.


Sedangkan Yuni dan Gina duduk di kursi taman tak jauh dari Gia berada.

__ADS_1


' Canggung gini ya ' batin Yuni.


" Yuni...... "


" Iya tan. "


" Sebelumnya tante mau ngucapin makasih sama kamu ya, karena mau ngejagain Gia beberapa hari ini. "


" sama-sama tan, Yuni sama ibu juga senang bisa jagain Gia jadi ada temannya. "


" Ibu ?. "


" Iya tan, Yuni tinggal sama ibu berdua aja jadi senang banget pas ada Gia. "


Gina menjawab dengan senyuman.


" Oohhh iya, mang Johari atau Ghaza ada ngasih uang atau apa gitu sama Yuni sebagai tanda terima kasih ? " ucap Gina menatap Yuni.


" Ga perlu tan, Yuni kan bilang kalo Yuni sama ibu senang bisa jagain Gia ohh iya Gia juga udah ngasih kami makanan juga buah-buahan itu udah cukup tan bahkan lebih dari cukup. "


" Yakin cukup sama makanan dan buah-buahan aja " ucap Gina dengan nada sedikit merendahkan Yuni.


' ternyata mamanya kak Ghaza juga mandang rendah ke aku, uhhhh kenapa nasib aku gini banget ya tapi gapapa Yuni kamu pasti bisa dan kuat ngehadapin semuanya. '


" Cukup tan, tapi kalo Yuni ikutin keinginan Yuni pasti Yuni minta semua itu, tapi Yuni ngerasa kalo Yuni masih punya uang ya walaupun ga banyak tapi cukup buat menuhin kebutuhan Yuni sama ibu, tan. "


" Heeemmm yasudah baiklah, tapi kalo tante ngundang kamu sama ibu kamu buat makan malam di rumah tante maukan, Yun ?. "


" Sebelumnya makasih banyak atas ajakan tante, tapi Yuni ngomong ke ibu dulu, tan. "


" Yasudah tante tunggu kabar baiknya, nanti kalo Yuni mau kasih tau ke Ghaza aja ya tapi ga besok juga minggu depan aja tunggu tante sama papanya Gia selesaiin tugas diluar kota dulu. "


" Iya tan. "


20:00 WIB


" Kakak ga mau tidur disini aja sama Gia, besokkan Gia pulang jadi Gia minta kakak temanin Gia malam ini ya kak " mohon Gia dengan ekspresi polosnya.


" Eehhmm, Gia kakak harus pulang kan kasihan sama ibu kalo ditinggal sendirian di rumah. "


" Alasannya itu-itu terus ga ada upgrade alasan yang lain gitu " sindir Ghaza.


" Ghaza...... " ucap sang mama melirik sang putra.


" Iya kak, kenapa ibu ga mau lihat Gia disini ibu ga sayang ya sama Gia, kak ? " ucap Gia dengan mata berkaca-kaca.


Yuni yang tidak tegapun memeluk Gia.


Gia membalas pelukan Yuni seakan tidak mau lepas dan jauh dari Yuni.


' kenapa gue jadi pengen dipeluk dia lagi sih kalo liat dia meluk Gia, ihhhh gue mikir apa sih sadar ga sadar Ghaza ' batin Ghaza.

__ADS_1


__ADS_2