
...~ teruslah menebar kebaikan, walaupun terkadang kita tidak mendapatkannya tetapi yakinlah akan ada balasan yang indah untuk semuanya ~...
...🌻🌻🌻🌻🌻...
Semua pelajaran telah selesai 2X
Kembali terlihat pemandangan para siswa berhamburan keluar kelas dan meninggalkan sekolah.
" Mau ikut ke basecamp, ga ? " ucap Fero.
" Kalian duluan aja gue mau mastiin adek gue di rumah dulu " sahut Ghaza datar.
" Oke. "
Saat Ghaza sampai di rumahnya ia tidak menemukan keberadaan sang adik ataupun mang Johari.
" Makasih ya Gia, mang udah mau jemput kakak ke rumah " ucap Yuni yang tengah duduk dibangku belakang bersama Gia.
" Iya neng, kalo yang minta non Gia pasti saya lakuin neng " sahut mang Johari.
" Sama-sama juga kak, ohh iya nanti nginep di rumah Gia aja ya kak Gia mau ditemenin kakak tidur di rumah Gia " ucap Gia memohon.
" Gia, kalo tidur di rumah Gia kakak ga bisa, kan besok kakak mau sekolah kita pulang ke rumah ibu aja nanti malam maukan, kan kasihan juga kalo ibu ditinggal sendirian " jawab Yuni berusaha menolak ajakan Gia.
" Ehhmmm tapi Gia mau tidur di rumah Gia ditemenin kakak, lagian ibu tadi udah gua ajak tapi ibunya ga mau " ucap Gia dengan cemberut.
' uhhhhh harus gimana ni cara ngebujuknya. '
Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah mewah milik Gia, dan lebih tepatnya rumah milik mama dan papa Gia.
" Non Gia, neng mamang langsung ke rumah sakit aja ya mau jagain istri mamang gapapakan " ucap mang Johari.
" Iya gapapa mang hati-hati dijalan mang " ucap Yuni diikuti Gia.
Gia dan Yuni pun masuk kedalam, berapa indah dan megahnya rumah milik Gia ini membuat Yuni takjub dan kagum.
Semua peralatan dan interiornya sangat indah dan menenangkan ketika dipandang.
__ADS_1
Langkah kaki seseorang menuruni tangga dan menghampiri seseorang yang datang ke rumahnya.
" Lo ngapain datang kesini, baru juga jagain Gia aja udah berani kesini mau minta imbalan lebih yaudah biar gue yang kasih ke lo nanti " ucap Ghaza dengan ketus sambil menyilangkan kedua tangannya.
" Maksud bang apa ngomong gitu, bang ga boleh malah ke kakak Yuni ga boleh " sahut Gia memeluk pinggang Yuni.
" Ehh lo itu anak kecil jadi ga tau apa-apa sekarang masuk ke kamar, masuk Gia " bentak Ghaza.
" Ga Gia ga mau, Gia mau sama kak Yuni " ucap Gia berteriak.
" Gue Abang lo Gia, sekarang masuk ke kamar masuk " ucap Ghaza dan akan menarik paksa Gia tetapi dicegat oleh Yuni.
" Gia, Gia masuk ke kamar duluan ya kakak mau ngomong sama bang Ghaza ya " ucap Yuni sembari mengelus puncak kepala Gia.
" Iya kak " sahut Gia dengan anggukannya.
Setelah itu Gia berlari menuju kamarnya.
" Gia itu masih kecil kak, ga seharusnya kakak ngomong kasar ke dia dan buat kedatangan aku kesini aku ga mau minta-minta kak, aku cuma mau nemanin Gia aja karena dia yang minta ak- " penjelasan Yuni disela Ghaza.
" Baik kak aku pergi, tapi untuk Gia tolong jangan terlalu kasar padanya kak dia masih kecil, dan satu lagi jangan ajarkan dia untuk memandang seseorang itu buruk kak. "
" Dimasa sekarang biarkan dia bebas dengan dunia dia, terlalu buruk jika dia usianya yang masih kecil sudah diajarkan hal-hal buruk yang tidak seharusnya dia ketahui. "
" Dia akan punya masa dimana dia sudah mengerti bagaimana menilai seseorang kak, baik itu buruk dan baik baginya dan disaat itu juga dia bisa bertanggung jawab dengan penilaiannya, maaf jika terkesan ikut campur tolong sampaikan pamitku pada Gia, aku permisi kak. "
' gue ga butuh ceramah dari lo, ga usah sok peduli sama tu bocah dia adek gue dan gue lebih tau dari lo. '
Beberapa menit kemudian Gia merasa bosan di kamarnya, dan dia menuju ruang tamu untuk memanggil Yuni tapi tentu saja tidak ia temukan keberadaan Yuni.
" Kak, kakak Yuni kakak dimana kita main yuk kak Gia punya banyak mainan kak " teriak Gia terus-menerus namun tak ada jawaban.
' aduh tu anak brisik banget sih pasti lagi nyariin dia. '
" Dia udah pulang, lo main aja sendiri ga usah tungguin dia sama satu lagi jangan ajak dia datang kesini lagi ngertikan " tegas Ghaza sembari menatap sang adik.
" Bang jahat, pasti bang yang usil kakak dali sini bang jahat bang, kak Yuni itu baik dia sayang sama Gia ga kayak bang yang jahat dan ga mau temenin Gia di rumah hikssss hiksssss " celoteh Gia dan berakhir dengan tangisan.
__ADS_1
' aduh ni bocah pakai nangis segala lagi. '
" Udah sana ke kamar ga usah nangis nanti gue suruh satpam didepan ngantar lo ke rumah dia udah diam bisakan adek Abang " ucap Ghaza sembari memeluk sang adek.
Rumah Yuni
" Ibu " ucap Yuni sambil bersalaman dengan sang ibu.
" Loh kok udah balik aja ga jadi nemenin Gianya " ucap Nilam heran.
" Ehmmm ga Bu, ohh iya kita jadi jualan besok. "
" Jadi dong sayang yaudah kamu bersih-bersih sana udah sore. "
" Iya ibu. "
Selesai mandi Yuni duduk diatas kasurnya sembari terbayang foto keluarga milik Ghaza, ada begitu banyak foto keluarga mereka yang terpajang di rumah tamu.
Dengan suasana yang sangat harmonis terlihat dari foto itu, senyuman, eksperesi canda tawa dan kebahagiaan yang sangat indah tergambar di setiap foto yang ada.
Dan sekarang ia menatap foto keluarga miliknya, hanya ada satu foto keluarganya yang lengkap ada dirinya, ibu, ayah dan kedua saudaranya.
Foto itu diambil saat dia masih kecil dan foto itu juga telah lusuh namun difoto itu wajah mereka masih terlihat jelas.
Tanpa ia sadari air matanya mulai menetes tanpa henti, tangisan tanpa suara yang terdengar adalah tangisan yang paling menyakitkan.
' ayah kenapa ayah pergi yah, Yuni masih butuh ayah dan akan selalu butuh ayah sampai kapanpun itu, ayah hiksssssssss hikssssss. '
Seseorang telah hadir sedari tadi melihat bagaimana kesedihan yang sangat menyakitkan selalu menghampiri sang putri.
' ya Tuhan apa yang harus aku lakukan untuk putriku, aku ingin dia bahagia dan kuat untuk menerima semua hal yang telah kau berikan. '
' Tetapi aku juga sadar dia masih terlalu kecil untuk merasakan ini semua, ia terlalu rapuh ketika berbicara tentang sang ayah dan juga saudaranya. '
Entahlah Tuhan sangat percaya pada dirimu Yuni Lorenza, Tuhan tau kau sanggup untuk melewati semuanya dengan baik, meskipun terkadang ditemani oleh air mata, dada yang terasa sesak dan hati yang terkadang juga ikut hancur.
Tapi satu hal yang perlu kamu ketahui kebahagiaan yang sangat indah akan menemui dirimu.
__ADS_1