YUNI LORENZA

YUNI LORENZA
Bagian 23


__ADS_3

...~ Terkadang aku hanya meminta sedikit untuk dihargai, agar aku juga bisa tenang dan bahagia itu saja cukup sederhana tapi sulit untuk aku rasakan ~...


...🌻🌻🌻🌻🌻...


Si kecil Gia kembali datang ke rumah sederhana milik Yuni dan ibunya, si kecil itu sangat senang melihat senyuman sumringahnya.


" Mau makan ? " tawarku pada Gia.


" Ga nanti aja kak, ohh iya besok kakak udah sekolah belum ? " ucap Gia duduk di samping Yuni.


" Ehhmm belum Gia, kakak belum masuk sekolah besok kalo besoknya lagi baru kakak masuk sekolah emangnya kenapa, etsss jangan bilang Gia mau libur juga sekolahnya ga boleh ya " ucapku mewanti-wanti Gia.


" Ga kak, Gia mau sekolah kok kan biar jadi orang pintar dan jadi orang baik kayak yang kakak bilang. "


" Bagus deh kalo gitu, itu baru namanya adek kesayangan kakak. "


" Kak, Gia mau ajak kakak main ke rumah Gia besok ya sama ibu juga gapapa mau ya kakak plissss " mohon Gia kembali menyatukan tanganya dan bibir yang telah monyong ke depan membut Gia semakin lucu dan menggemaskan.


" Ehhmm yaudah boleh, tapi ini baru dari kakak sekarang kita tanya ke ibu. "


" Yuk yuk, pasti ibu juga mau. "


Dan pada akhirnya sang ibu juga mau untuk datang ke rumah non Gia.


Cafe


" Ehhh gue mau kasih tau kalian ni, tapi janji kalian jangan iri apalagi sampai nangis wkwkwkw " sindir Fero membuat teman-temannya sedikit kesal.


" Lebai banget lo, ngomong aja lagian lo mau kasih tau apa dapet undian lo " sahut Gani.


" Ga sih, gue dapat lebih dari undian ya gue mau kasih tau kalian pada kalo gue punya cewe baru " sombong Fero berbicara dengan senyuman yang begitu merekah.


" Halah cuma cewe aja bangga biasa aja kali " sindir Gani.


" Mendingan gue lah dari lo pada ga punya cewe, Lo tu Gani beraninya cuma ngegoda aja ga berani nyatain perasaan lemah " Fero balik menyindir Gani dan juga kedua temannya (Ghaza dan Zio).


" Gue cuma belum mau aja, nanti-nanti deh ada yang lebih parah dari kita tu si ketua kita udah sempurna, yang ngantri banyak ehh dianya malah diam aja mana kayak ga punya semangat hidup lagi " sindiran kembali dilontarkan Gani kali ini tertuju untuk Ghaza.


" Lo pada diam aja, gue ga mau bahas soal beginian lagi kalo kalian mau pacaran terserah tapi jangan ngurus urusan gue kalian udah pahamkan gimana gue, dan gue juga sebaliknya sama kalian " sahut Ghaza dengan penekanan dan aura sangat dinginnya (cool banget deh).


Beberapa menit diselimuti kesunyian, kini Zio membuka suaranya dan membuat teman-temannya terpana dan heran.


" Kalo gue suka sama Yuni boleh ga, junior yang waktu itu kalian tau dan ingetlah sama dia " ucap Zio dengan ringan.


" Yuni ? " ucap Gani terkejut.

__ADS_1


" Yuni ? junior itu ? " Fero juga terkejut bukan main dengan ucapan temannya.


Sedangkan Ghaza, ya dia juga terkejut bahkan sangat terkejut hanya saja ia mencoba tetap cool dan mempertahankan gengsinya.


" Gua ga mau banyak komen sih, lagian kasihan juga kalo ngehina dia terus, diakan ga pernah cari masalah sama kita gue kasihan aja sih " ucap Gani.


" Ya bener juga sih, diakan cewe seegaknya kita ga usah nanggepin dia kalo emang kita ga srek ngelihatin dia, tapi semua pilihan Lo ya Lo yang harus nanggung resikonya io " ucap Fero.


" Menurut lo gimana, ga ? " tanya Zio menatap kearah Ghaza.


" Gue ga tau serah lo aja " sahut Ghaza datar.


' kenapa tiba-tiba Zio jadi suka sama dia, dan yang lainya juga biasa aja bukannya kemaren mereka benci dan ga suka ngelihat dia. '


Tetapi pilihan mereka adalah pilihan ya baik, jangan terlalu membenci dan merendahkan seseorang.


Kita tidak pernah tau bagaimana perjuangan hidup yang telah ia lalui, jadi jika tidak ingin membuat seseorang tersakiti maka cukuplah dia dan jalani kehidupanmu sendiri.


" Maaf nyonya sudah 3 hari ini mereka tidak berjualan lagi nyonya, saya juga tidak tau alasannya " ucap orang suruhan Rumi.


" Baiklah, tapi saya ingin kamu mengantarkan saya untuk langsung datang ke rumah mereka " perintah Rumi pada orang itu.


" Siap nyonya. "


🌻🌻🌻🌻🌻


" Ayo kita makan " ucap Nilam dengan senyuman.


" Yeahhh makan " sahut gembira Gia.


Tok.......... Tok...........


" Siapa ya yang datang, apa mungkin mang Johari ? " ucap Nilam.


" Biar Yuni aja yang kedepan, Bu. "


" Yaudah boleh " sahut Nilam.


" Iya sebentar, ahh Nisa aku pikir siapa yang datang malam-malam kamu sendirian aja. "


Pertama melihat Yuni, Nisa sangat terkejut dan khawatir dengan kondisi temannya.


" Yun, sampai separah ini luka kamu siapa sih orang yang setega ini ngelakain kamu, Yun " ucap Nisa lalu memeluk Yuni.


" Ehmmm aku udah mendingan kok Nisa, udah ga usah kawatir yaudah yuk masuk ikut kita makan malam yuk. "

__ADS_1


" Ehhh Nisa ternyata, yuk ikut makan sama kita nis " ucap Nilam.


" Iya bu " jawab Nisa.


Nisa juga memanggil ibu karena pertemanan Yuni dan Nisa sangat dekat.


" Ini anak siapa ? " ucap Nisa sedikit heran.


" Namanya Gia Nis, udah ceritanya nanti aja kita lanjut makan aja dulu mumpung makanannya masih anget. "


" Iya Bu. "


Merekapun menikmati makanan malam dengan tenang dan senang, setelah selesai makan merekapun membersihkan meja dan piring-piring kotor.


Hingga ditengah kegiatan mereka itu, kembali terdengar ketukan pintu.


Tok............. Tok...............


" Siapa lagi ya yang datang, ibu rasa malam ini kita banyak kedatangan tamu ya " ucap Nilam mencuci tangannya.


" Udah biar Yuni aja yang lihat kedepan, Bu. "


Yuni kembali kedepan membukakan pintu dan melihat siapa yang datang bertamu ke rumahnya malam ini setelah Nisa.


Ceklek (pintu terbuka)


" Nenek, nenek yang pernah beli bakso akukan ada perlu apa ya nek " ucap Yuni sedikit heran dengan kedatangan sang nenek.


" Astaga kamu kenapa ? bisa sampai luka-luka seperti ini nenek kawatir " ucap Rumi tanpa sadar memeluk Yuni dengan erat.


' kenapa tiba-tiba nenek ini memelukku, tapi entah kenapa juga aku merasa nyaman seperti aku merasakan kasih sayang nenekku sendiri. '


" Yuni gapapa nek, cuma luka saja karena kemaren keserempet mobil saat pulang sekolah, tapi ini tidak terlalu parah nenek juga tidak perlu terlalu kawatir. "


" Silahkan masuk dulu nek, kita bicara didalam saja silahkan nek. "


" Siapa yang datang nak " ucap Nilam terkejut bukan main.


' untuk apa lagi mama datang kesini aku tidak ingin mama memberitahu yang sebenarnya pada Yuni, tidak aku tidak ingin itu terjadi. '


" Ini Bu, ibu ingatkan dengan nenek ini nenek siapa ya Yuni rasa Yuni belum tau nama nenek. "


" Panggil nenek Rumi saja. "


Gia berlari ke ruang tamu dan saat sampai ia berteriak.

__ADS_1


" Oma, kenapa Oma bisa ada disini ? " teriak Gia lalu berlari menghampiri Rumi.


" Oma ? " Yuni dan ibunya ikut heran begitu juga dengan Nisa.


__ADS_2