YUNI LORENZA

YUNI LORENZA
Bagian 42


__ADS_3

...~cinta itu hakikatnya indah, hanya saja manusianya lah yang membuat rumit bahkan terasa sakit~...


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻...


Mentari pagi menyapa dengan penuh  kehangatan, membuat semua orang semakin semangat serta tersenyum dengan lembut ikut menyapa mentari.


Langkah kaki Yuni terayun terus maju kedepan, sampai langkahnya terhenti ketika mendengar sesuatu.


Titttttttt tittttttttt (klakson motor)


" Yugi " teriak Yuni ketika helm yang terpasang dibuka.


" Selamat pagi mentariku " sapa Yugi dengan senyuman yang merekah.


" Nama aku Yuni gi, bukan mentari. "


" Huuhhh udah capek-capek bikin kamu mood ke aku pagi ini, ehhh malah badmood " ucap Yugi dengan ekspresi sedih.


" Gi, aku minta maaf jangan sedih gitu ah akukan jadi ngerasa bersalah gi " ucap Yuni mengelus bahu Yugi.


Yugi tersenyum dan sangat bahagia ketika Yuni mengelus bahunya, bahkan dia tidak menyia-nyiakan kesempatan ini jarang-jarangkan Yuni  ngelus dia, yugi pun memegang tangan Yuni dan balik mengelusnya.


" Yugiiiii " teriak Yuni lalu melepaskan tangannya dari elusan tangan Yugi.


" Maaf Yun aku kesenangan soalnya kamu ga pernah lo gini ke aku " maaf Yugi dengan senyuman bahagianya.


" Ini itu yang bikin aku marah, kesal dan ga suka sama kamu udah sana kamu pergi. "


" Jangan gitu dong Yun, iya-iya aku minta maaf jangan marah dong kan aku udah minta maaf. "


Akhirnya Yuni pun memaafkan Yugi dan mereka berangkat bersama ke sekolah.


' Kayaknya emang lo lebih cocok sama tu anak, biar lo bisa tenang dan ga digangguin mereka lagi gue juga bakalan ngomong sama Ghaza juga Zio ' batin Gani yang memperhatikan Yuni dan Yugi.


Sekolah


" Makasih ya gi. "


" Sama-sama Yun, ehhmm yun nanti jam istirahat ke taman belakang yuk. "


" Mau ngapain ke taman gi tumben banget kamu ngajak ke taman biasanya kalo ga perpustakaan ya ke kantin. "


" Ada yang mau aku kasih tau ke kamu mau ya Yun. "


" Iya-iya boleh yaudah aku duluan ke kelas. "

__ADS_1


" Oke, yessss akhirnya gue punya kesempatan lebih cepat lebih baik. "


* Flashback *


Cafe


" Mama mau ngomong apa sih ma " ucap Reno pada sang mama Arumi.


" Kamu tidak harus mengerutkan keningmu seperti itu pada mama, mama suruh kamu kesini karena ada hal penting yang harus mama beritahu soal anak kamu cucu mama " tegas Arumi menatap Reno.


" Kenapa ma ? Yuni kenapa dia baik-baik saja kan ?. "


" Ternyata kamu masih kawatir dan peduli padanya, dan hal itu juga yang mama rasakan dan karena itu kita harus memperbaiki semuanya sebelum terlambat. "


" Maksud mama ?. "


Arumipun menjelaskan rencana dia untuk merawat, memenuhi kebutuhan Yuni, dan juga memberikan kasih sayangnya pada sang cucu.


" Itu terserah mama saja, tapi Reno sepertinya tidak bisa ma karena mama tau sendiri seperti apa istri Reno. "


" Tapi Yuni itu anak kandung kamu Reno, apa kamu tidak bener-bener peduli padanya. "


" Reno peduli ma, Reno sayang dan cinta pada putri Reno ma tapi hanya bisa dan cukup dari jauh saja ma karena kesalahan dan dosa Reno sudah terlalu banyak pada dia. "


" Baiklah, tapi mama akan terus berusaha sampai cucu mama itu sayang dan cinta pada omanya ini, Oma yang juga memiliki kesalahan yang begituan besar pada mereka. "


-Kembali ke Sekolah-


Jam istirahat


' Kenapa jadi deg-degan gini ya mau ngomong ke Yuni uhhhh tenang-tenang gi Lo harus tenang. '


" Mau kemana Yun ? " ucap Nisa.


" Aku mau ke taman belakang nis mau ketemu sama Yugi. "


" Mau ngapain sih kamu ketemu dia disana Yun, udah tinggalin aja ga penting " sahut Nisa tanpa beban.


" Ga bisa gitu nis, aku udah ngomong ke dia tadi kalo aku mau ketemu dia di taman. "


" Alah ga usah terlalu serius sama dia Yun " Nisa kembali mempengaruhi Yuni.


" Woii nis, udah biarin aja kali Yuni ketemu si Yugi itu lo takut banget kayaknya si Yugi ngerebut Yuni dari lo udah cepetan ke kantin kalo ga gue tinggal ni " ketus Sinta.


" Iya-iya sorry sin yaudah yuk. "

__ADS_1


" Yuni jangan lama-lama ya nanti nyusul kita ke kantin. "


" Oke nis. "


' Aduh Yugi Yugi kamu mau ngapain sih ketemu di taman segala. '


Saat sampai di taman Yuni belum melihat Yugi datang, Yuni pun memilih untuk duduk dan menunggu Yugi.


" Hai Yun maaf ya aku telat, padahal aku yang janjian disini. "


" Iya gapapa gi, kamu mau ngomong apa sih gi jangan lama-lama ya kamu taukan gimana Nisa, dia udah heboh banget tadi pas aku bilang mau ketemu kamu dulu. "


" Kenapa sih Nisa itu kawatir bahkan sayang banget sama kamu Yun. "


" Karena kita itu udah sahabatan dari SMP gi, kita juga ga sekedar anggap sahabat tapi udah kayak saudara gi. "


" Oke aku ngerti, tapi ada hal yang penting juga mau aku kasih tau ke kamu Yun " ucap Yugi lalu menggenggam kedua tangan Yuni.


" Gi " ucap Yuni terkejut saat tangannya digenggam.


" Yun tangan kamu kenapa bisa luka gini, ngomong ke aku Yun " ucap Yugi ketika melihat goresan ditelapak tangan kanan Yuni.


" Ini cuma kegores sedikit gi kamu bisa lihatkan, udah kamu lanjut aja mau ngomong apa sama aku. "


" Loh kok malah diam si gi, masih kawatirin luka aku udah gapapa gi ini udah diobatin palingan besok udah kering lukanya, udah ah gi. "


" Yun, aku sayang dan cinta sama kamu yun, kamu mau ga jadi pacar aku ? " ungkap Yugi cepat dan tepat.


" Hahhhh " Yuni sungguh terkejut mendengar perkataan Yugi, lalu melepaskan genggaman tangannya dari genggaman Yugi.


" Yun, aku mohon sama kamu jangan bikin aku kecewa Yun " ucap Yugi lembut dan tenang sembari menatap mata Yuni.


Tanpa mereka sadari ada seseorang ya telah lama memperhatikan mereka, hal itu bukan tanpa sengaja tetapi memang dia selalu mengawasi seseorang yang telah mengusik hatinya.


" Gi, jujur aku senang bisa temanan sama kamu tapi untuk hal ini aku rasa aku ga bis- " ucap Yuni disela Yugi.


" Yun aku mohon kamu pikirin lagi, atau seenggaknya kita bisa coba dulu. "


" Gi, tapi aku ga bisa aku udah anggap kamu teman bahkan sahabat, aku minta maaf gi. "


Yugi pun sangat kecewa mendengar perkataan Yuni, namun tetap saja raut wajahnya tetap datar dan memperlihatkan kekecewaan akan patah hati cinta tak terbalas.


" Gi, aku minta maaf tapi aku harap kita masih bisa temanan gi, gi kamu dengerin akukan " teriak Yuni ya tak dihiraukan Yugi.


' Uhhhh kenapa jadinya harus gini sih aku juga mungkin nerima Yugi, karena aku ga sayang apalagi cinta sekarang aku cuma mau fokus sekolah dan bisa bahagiain ibu ' batin Yuni sambil menatap kepergian Yugi.

__ADS_1


Akhirnya Yuni pun memutuskan untuk pergi ke kantin, tapi lagi-lagi langkah dia terhenti ketika melihat seseorang tengah berdiri didepannya dengan tatapan yang sulit diartikan.


__ADS_2