
...~ hanya berdamai dengan diri sendirilah kamu akan merasakan ketenangan, dan kebahagiaan yang begitu indah ~...
...🌻🌻🌻🌻🌻...
Saat ini tengah terlihat kedekatan dan pelukan hangat dari seorang Abang dan sang adek.
" Gia sayang sama Abang hiksssss hikssss " ucap Gia masih ditemani dengan tangisannya.
" Iya Abang juga, sekali lagi maafin Abang ya, Abang juga sayang banget sama peri kecil Abang ini " sahut Ghaza kembali memeluk sang adek dan mencium keningnya lembut.
Senyuman indah dari Yuni terlihat begitu manis, ia juga merasakan kebahagiaan yang ada diruangan ini.
Saat itu Yuni juga teringat dengan sosok saudaranya, mas Zalvin dan sang kakak Hana.
' mas kak, Yuni rindu sama kalian Yuni pengen banget bisa ketemu kalian lagi, ibu juga pasti senang banget bisa ketemu kalian. '
" Udah sekarang Gia ga boleh nangis lagi ya. "
Gia hanya menjawab dengan anggukannya.
' makasih buat kehadiran lo dan semua yang udah lo lakuin buat Gia dan juga gue. '
* Flashback *
Yuni juga tidak tega melihat keadaan Ghaza saat ini, dia juga merasa sekarang bukan waktu yang telah untuk kembali berbicara dan menasehati Ghaza karena yang ia butuhkan sekarang adalah sosok teman yang mendengarkan ceritanya dan juga hal terpenting sebuah pelukan.
Yuni kembali duduk dan memeluk Ghaza, Ghaza sempat terkejut kemudian membalas pelukan Yuni.
Yuni pun tidak masalah mendapatkan balasan pelukan dari Ghaza, dan setelah itu ia melepaskan pelukan mereka tetapi sungguh Yuni terkejut saat Ghaza tak ingin melepaskan pelukan mereka.
" Gue masih butuh pelukan lo ga usah nolak, lagian lo juga yang peluk gue duluan " ucap Ghaza pelan.
' iya aku tau kak, tapi ga selama ini juga boleh ga sih nyesel udah baik sama ni anak satu kesel jadinya. '
" Kak udah kak, lepasin kak. "
" Ternyata emang nyaman banget dipeluk sama lo, pantesan Gia betah banget meluk lo gue juga bolehkan meluk lo kayak Gia " ucap Ghaza masih dalam pelukan Gia.
" Ga kak, ga aku ga mau udah kak lepasin " ucap Yuni dan mendorong bahu Ghaza agar pelukan mereka lepas.
" Gia itu masih kecil kak, dan kakak ? kakak itu udah besar udah mau dewasa lagi jadi ga usah kayak anak-anak. "
" Aku jadi nyesel udah peluk kakak tadi, udah ahh aku ga tau " ucap Yuni lalu pergi meninggalkan Ghaza dan menuju ruangan Gia.
' bilang aja kalo lo salting karena gue peluk terus, tapi jujur dipeluk sama lo emang senyaman itu pantesan Gia ga mau lepas dari lo ' ucap Ghaza tanpa sadar dengan senyuman.
__ADS_1
' tapi tunggu dulu gue ngapain jadi senyum bahagia gini, dan rasanya semua emosi gue tadi lepas gitu aja. '
POV Author:
Gapapa juga sih ga, emang lo mau keduluan sama Yugi sama Zio kalo gue sih ga ya, karena gue maunya sama lo lo harus tau itu😘
Kembali ke ruangan Gia yang saat ini diselimuti kehangatan dari Kakak beradik.
Setelah dari taman tadi, Ghaza meminta maaf pada Gia bahkan dengan begitu baik dan lembut membujuk sang adik.
Yuni saja sampai terkejut dan terheran-heran dengan perubahan Ghaza.
" Makasih ya " ucap Ghaza tiba-tiba didekat Yuni.
" Aku ikut bahagia kalo kak juga nunjukin rasa sayang kakak ke Gia, ingat kak Gia itu masih kecil. "
" Iya bawel " sahut Ghaza dan kembali ingin memeluk Yuni.
Namun Yuni dengan cepat menghindari pelukan Ghaza.
" Gia, sekarang Gia makan dulu ya karena makanannya udah datang kakak suapin " elak Yuni dan tersenyum pada Gia.
' yaudah kali ini lo bisa ngelak tapi ga tau hari berikutnya ' batin Ghaza dengan senyumannya yang bisa terlihat.
Waktu terus berjalan kini sorepun mulai menyapa kehangatan cahayanya begitu indah dan tenang.
' Ghaza ? putra Ghifari dan Gina, aku tidak tau harus berkata seperti apalagi dengan semua ini, aku tau kalian semua memiliki hubungan denganku dan juga putriku. '
' tetapi rasanya aku tidak ingin kalian ada didekat putriku, Yuni maafkan ibu jika ibu harus menjauhkan kamu dari mereka. '
17:00 WIB
" Gia, gimana rasanya udah sembuh atau masih ada yang sakit boleh cerita ke kakak. "
" Gia udah ga panas sih kak, Gia lasanya udah sembuh tapi ini tangan Gia sakit banget mana tangan Gia jadi bengkak kak " ucap Gia meringis menatap tangannya.
Ya itu tangan dimana terpasang selang infus, tentu saja terasa masih sakit oleh Gia, karena dia masih kecil dan ini juga kali pertama bagi dia.
" Ehhhmm gapapa nanti juga sembuh kok, kakak yakin Gia kuat ya kan ? " ucap Yuni memberi semangat dengan senyuman.
" Ohh iya, kakak boleh pulang ga. "
" Ga, kakak ga boleh pulang Gia mau sama kakak aja ga mau pisah kak " sahut Gia dan kembali memeluk Gia.
" Udah lo disini aja dulu nemenin Gia, bentar lagi mama juga dateng kok. " ucap Ghaza.
__ADS_1
" Selius bang mama mau datang, emang mama udah siap keljanya papa juga ikutkan bang ?. "
" Kayaknya cuma nama aja Gia udah tidur aja lagi kasihankan kalo kak yuninya dipeluk terus. "
" Tapi Gia suka peluk kak Gia, kalena Gia senang dan tenang kalo peluk kakak bolehkan, kak ? " ucap Gia memohon dengan wajah pucatnya.
" Ehhmm boleh sayang " sahut Yuni lalu balas memeluk erat Gia.
' gia udah dapet persetujuan dari Lo, apa gue juga harus minta persetujuan sama lo. '
Tanpa sepengetahuan Yuni, hari ini Nilam kembali berjualan bakso di lapak biasa tempat mereka berjualan.
Beberapa menit kemudian Gia sudah tertidur dengan tenang, Yuni berniat untuk pulang ke rumahnya.
" Kak aku pamit ya. "
" Lo mau pulang sekarang nanti kalo Gia bangun trus nyariin lo gimana ?."
" Kan tadi kakak bilang kalo mama kakak mau datang, jadi nanti Gia ada yang ngejagain, kak. "
" Yaudah gue antar ya. "
" Ga usah kak, kasihan Gia kalo ditinggal sendirian. "
" Trus fungsinya suster apa gue tanya udah yuk mau pulang ga atau mau tetap disini ?. "
" Iya pulang. "
Tak terasa sinar senja mulai meredup tergantikan oleh ketenangan gelapnya malam.
" Makasih ya kak udah nganterin aku pulang, tolong jaga Gia ya kak walaupun aku tau itu udah tanggung jawab kak. "
" Iya lo tenang aja, ohh iya gue mau tanya soal yang waktu itu " ucap Ghaza menggantung.
" Waktu itu ? " sahut Yuni kebingungan.
" Waktu pertama gue ngajak lo pergi itu pas pulang sekolah, Lo bilang kalo lo mau temanan sama gue ?. "
" Ohh soal itu, boleh kak waktu itukan aku juga udah ngomong kalo aku temanan sama siapa aja dan aku juga senang kalo bisa temanan sama kakak. "
" Yaudah thanks, kalo gitu gue balik. "
" Iya kak, hati-hati. "
' kak Ghaza kak Ghaza, masa iya mau temanan aja harus ditanyain dulu tapi aku suka sama sikap kakak yang barusan. '
__ADS_1
Mungkin senyuman dan rasa bahagia Yuni hanya sementara, karena akan selalu ada saja air mata dan derita yang akan menghampiri dirinya.