
...~Kita hanya perlu memulainya, untuk masalah hasil akan berjalan dan berbuah sesuai dengan apa yang telah kita usahakan ~...
...🌻🌻🌻🌻🌻...
Angin siang berhembus menerpa wajah dengan tenang dan damai, dengan matahari yang redup namun menyapa hangat.
" Bagaimana Nil, kamu sudah beritahu tentang keputusan kita pada cucuku. "
" Sudah ma tapi sepertinya Yuni tidak mau. "
" Apa kamu sudah beritahu tentang mama pada Yuni, kalo mama ini omanya ?. "
" Tidak ma, Nilam hanya memberitahu Yuni apakah dia ingin hidup lebih baik itu saja. "
" Jika hanya itu yang kamu katakan, tentu Yuni tidak akan mau karena dia sangat menyayangi kamu Nilam, yasudah kalo kamu tidak bisa bicara denganya biar mama saja. "
" Tidak ma, biar Nilam saja. "
Kembali ke Sekolah
" Yuni tangan kamu kenapa ?, jangan bilang karena tangan kamu luka ini kamu ga jadi ke kantin tadi " ucap Nisa mengkhawatirkan sang teman.
" Iya nis sinta. "
" Yun, kamu bisa ga lebih hati-hati lagi masa iya kamu selalu nyakitin diri kamu sendiri sih " ucap Sinta menatap Yuni.
" Husss Sinta, kenapa ngomong gitu sih jangan mentang-mentang lo jago bela diri jadi ngerendahin orang gitu, Yuni ini teman kita. "
" Gue ga ngerendahin Nisa. "
" Tap- " ucap Nisa disela Yuni.
" Udah, kok jadi berantem sih aku gapapa tadi itu ga sengaja kepleset di lorong perpustakaan jadi tangan aku kegores tapi ga parah. "
Ditengah obrolan mereka bel pelajaran pun berdering, dan merekapun menghentikan obrolan dengan sedikit perdebatan itu.
' Aku akan terus berusaha untuk mendapatkan perhatian cucuku, karena aku sangat menyayanginya meskipun aku pernah mengabaikannya ' batin Arumi.
" Reno, tolong temui mama nanti sore di rumah tidak ada alasan untuk tidak datang " isi pasa Arumi pada putranya Reno.
🌻🌻🌻🌻🌻
' Untung saja aku tidak bertemu Yugi ataupun kak Ghaza ' ucap Yuni lalu berjalan menuju rumahnya.
" Lagi nyariin siapa ga celingak-celinguk gitu ? " ucap Gani.
" Gak gue ga lagi nyariin siapa yaudah cabut " elak Ghaza.
' Kayaknya gue tau lo lagi nyariin siapa, ga ' batin Gani.
Rumah Yuni
__ADS_1
Saat sampai di rumahnya Yuni kembali tidak mendapatkan sahutan salam dari ibunya.
' Ibuuuuu ibu kenapa sih akhir-akhir ini pergi terus, apa ini ada hubungannya sama hal itu ya. '
Beberapa menit kemudian
" Assalamualaikum " salam Nilam memasuki rumah.
" Waalaikumussalam, ibu ibu darimana aja sih jangan bikin Yuni kawatir, Bu " ucap Yuni sembari memeluk ibunya dari samping.
" Iya maafin ibu, ibu cuma kedepan tadi ini beli bahan makanan, sayang kenapa lagi ini tangannya sampai luka ?. "
" Yuni ga sengaja kepeleset di lorong kelas tadi Bu, tapi udah diobatin kok bu lagian cuma kegores dikit kok. "
' Aku tanya aja ya sama ibu soal waktu itu, apa bener nenek itu neneknya aku ibu dari ayah. '
" Loh kok sekarang malah putri ibu ini yang ngelamun sih " ucap Nilam sembari mengelus pipi Yuni.
" Bu, Yuni boleh tanya sesuatu ke ibu ?. "
" Boleh dong sayang, emangnya mau nanya apa sih ibu jadi penasaran ni tapi kita ngomong di taman belakang aja ya. "
Taman belakang rumah mereka, tidak begitu luas bahkan hanya ada dua kursi, sebuah menja dan juga beberapa tanaman bunga.
" I-ibu " ucap Yuni lembut.
" Iya putri ibu " sahut Yuni dengan senyuman.
Nilam seketika terdiam mendengar perkataan sang putri.
" Sayang, ibu ibu. "
" Yuni udah tau bu, walaupun ga terlalu banyak yang Yuni tau tapi seegaknya Yuni udah tau, Bu. "
" Sayang " ucap Nilam sembari merentangkan tangannya pada Yuni.
Yunipun berdiri dari duduknya dan memeluk sang ibu.
" Maafin ibu nak, ibu cuma ga mau Yuni nanti kepikiran dan ibu juga udah mutusin Yuni harus ikut Oma ya sayang. "
" Ga bu, Yuni ga mau ikut nenek walaupun Yuni itu nenek itu Oma Yuni ibunya ayah, Bu " sahut Yuni sembari melepaskan pelukannya.
" Tapi sayang, ini demi kebaikan kamu juga ibu ga mau kamu hidup serba kekurangan bahkan menderita, ibu juga ga mau dan ga tega putri kesayangannya ibu dihina dan direndahin sama orang lain. "
" Ibu, Yuni harus ngomong berapa kali sama ibu, Yuni cuma mau hidup sama ibu Yuni gapapa serba kekurangan, miskin, bahkan menderita sekalipun bu asalkan itu sama ibu jadi Yuni minta jangan bahas dan paksa Yuni buat terima keputusan ibu akan hal itu. "
" Sayang ibu mohon kali ini kamu mau nerima Oma sayang. "
" Ibu, Yuni bisa terima nenek itu sebagai Oma tapi Yuni ga mau harus tinggal sama Oma bu. "
*Flashback*
__ADS_1
Saat malam dimana Arumi datang berkunjung ke rumah Yuni (kejadian setelah Yuni diserempet oleh Chelsea dkk).
" Nenek itu mau minum apa Yun ? " ucap Nisa yang juga ada disana saat itu.
" Ohh iya ya aku lupa nanya yaudah aku tanya dulu. "
Saat menuju ruang tamu langkah Yuni terhenti mendengar percakapan ibu dan nenek yang baru ia kenal itu.
" Mama ada perlu apa datang kesini " ucap Nilam.
' Mama ? kenapa ibu panggil nenek itu dengan sebutan mama, bukannya ibunya ibu bukan nenek itu, atau jangan-jangan itu ibunya ya ayah ' batin Yuni dibalik dinding.
" Aku hanya ingin bertemu dan melihat cucuku disini. "
🌻🌻🌻🌻🌻
Yuni dan ibunya kembali berjualan bakso seperti biasanya dilapangan tak jauh dari rumah mereka.
' Apa aku juga harus cerita ditentang Gina pada Yuni, mengatakan bahwa Gina mama dari Ghaza dan Gia adalah sahabat ayahnya ' batin Nilam bimbang untuk mengatakan hal sebenarnya.
Nilam benar-benar tidak sanggup jika harus memberitahu segalanya pada sang putri, dan kenapa juga mereka harus hadir dan dekat dengan putrinya.
Mereka sudah berusaha menjauh dan tidak ingin lagi ada hubungan ataupun kedekatan dengan orang-orang yang telah membuat mereka dibuang.
Seseorang tengah memperhatikan Yuni dari atas motornya tidak terlalu jauh dari Yuni berjualan.
' Gue bakal yakin lo Yun, buat milih dan nerima gue karena lo udah berhasil bikin gue suka dan sayang banget sama lo dan gue ga peduli sama siapapun yang mau dapatin lo juga ' batin seorang laki-laki itu lalu menyalakan motor sportnya dan pergi menjauh.
" Yun. "
" Iya Bu. "
" Kita jadi pergi makan malam ke rumahnya Gia besok ?. "
" Jadi dan harus sih bu, ibu taukan kita udah iyain ke Gia kalo sampai ga jadi Yuni ga kebayang semarah apa dan senangis apa Gia ke kita bu. "
" Heemm anak kecil itu, yasudah besok kita datang tidak perlu beritahu pada saudaranya Gia itu ya nak. "
" Maksud ibu kak Ghaza ?. "
Mendapatkan anggukan dari sang ibu.
"Â Memangnya kenapa ibuku ? kak Ghaza ga jahat kok cuman kadang ya ngeselin sih orangnya " ucap Yuni dengan senyuman dan tawa kecilnya.
' Ibu hanya takut kalian dekat nak, ibu tidak ingin kamu memiliki hubungan dengan mereka orang-orang terdekat ayahmu. '
" Tidak apa-apa, ibu hanya tidak ingin putri cantik ibu ini terlalu dekat dengan laki-laki ya termasuk anak itu. "
" Baiklah ibu, Yuni tau maksud ibu jadi ibu tenang saja lagian Yuni dekat dengan kak Ghaza karena Gia kalopun waktu itu Gia ga dititipin ke kita Yuni ga akan kenal dan dekat sama kak Ghaza, Bu. "
" Iya ibu percaya pada putri ibu. "
__ADS_1