
Happy Reading ya readerss♡
Jangan lupa kasih jempolnya👍
Biar makin mantul bacanya🙇♀️🙇♂️
Oke thanks you all yang udah like + rate🙏
°~°
Zara Mahesti.
19 tahun, mahasiswi, punya otak cerdas tapi polos yang biasa menjadi tempat sampah bagi teman-temannya. Otaknya miring pas dengar bualan teman-temannya terutama hal yang berbau cowok.
Kalau sudah bahas cowok, udah deh, otaknya stuck di pinggiran laut. Terkena air, tapi tetap stuck di pasir. Nggak bergerak sama sekali.
Banyak orang menganggap umur Zara masih di bawah umur. Tingkahnya sama kayak anak kecebong main ayunan di taman. Tapi kalau soal cowok ganteng dia punya banyak haluan. Terutama cowok Korea, katanya sih...
"Kenapa mereka ganteng-ganteng sih? Kan bikin ngiler sama bodynya~"
Kalo ditanyain kenapa lo suka cowok oplas sih??
"Suka-suka mereka lah! Emangnya lo yang nggak punya selera?!"
Begitulah kisahnya... tapi seketika, ia merasa jatuh cinta pada seorang yang bernama Reyhan. Ketiga sehabatnya pun sangat mendukung hubungan mereka, tapi hati Reyhan sangat keras.
Sehingga membuat kedua sehabat Zara sangat ingin jika Zara berpaling darinya. Namun bagaimana lagi, nasi sudah menjadi bubur.
"Ya ampun rambutnya imut banget," ujar Zara menggigit sedotan sambil bertompang dagu menatap lurus ke arah seorang cowok yang sedang membeli batagor kesukaannya. Cowok itu kemudian melepas jas universitasnya lalu menentengnya di tangan kiri.
"Pengin gua gigit tuh jakun," kata Zara lagi saat cowok itu, cowok yang ditaksir Zara, bernama Reyhan sedang berdiri memegang bungkus batagornya lalu menatap sekitar, mencari tempat duduk yang kosong. Zara yang melihat itu langsung mengangkat tangannya ke atas sambil tersenyum.
"Kak Reyhan!" Teriak Zara di tengah-tengah keramaian kantin itu. Orang yang merasa terpanggil menatap dingin tangan yang masih Zara tunjukkan di udara lalu menatap ke bawah dan merasa tak tertarik menanggapinya.
"Kak! Sini kosong nih..." ujar Zara sambil menepuk bangku sampingnya yang kosong.
"Heh lo pikir gue demit gang besan binti cenayang??" Maki Popi sambil menggebrak meja keras setelah acara keselek khas dewa yunani milik Popi.
"Hehe, ya kan lo bisa duduk di samping sono," bujuk Zara sambil melirik tajam Popi. Yang ditatap kini mulai jengah dengan sikap orang satu ini.
Cewek berani yang mau bersikap manis di depan cowok yang dia suka. Namun, apa daya otak polos temannya ini harus di asah pake golok dulu baru paham apa yang namanya kelembutan cewek.
"Nggak," judes Popi sambil meminum lagi coffe late miliknya tadi yang naas membuat mulut legend Popi tersedak. Entah berapa liter jigong yang Popi keluarkan untuk memarahi Zara nanti.
"Yah, Kak Reyhan udah duduk di samping Jojo kan," keluh Zara sambil berdecak lidah menatap sinis Reyhan.
Yang ditatap lagi-lagi merasa merinding disko bin goyang itik sampai menggaruk leher belakangnya berkali-kali.
"Udah sih, Reyhan emang gitu," papar Gigi menenangkan hati Zara yang ia yakini pasti sudah berkobar kena angin-anginan.
__ADS_1
Zara mengangguk pasti namun kemudian mereka dikagetkan oleh dering ponsel milik Zara. Bagaimana tak kaget bunyi deringnya 'lingsir wengi??'
"Crazy ponsel Ra, iPhone sih apel kroak tapi nada deringnya kok serem?!" Bergidik Gigi sambil bersidekap kayak anak kecil yang ketakutan.
Sedangkan Popi santai kayak di pantai masih sibuk dengan coffe late-nya yang belum habis. Ya bagaimana mau habis kalau coffe late-nya saja tiga cup.
Zara mengangkat panggilan dari,
'Mommy is so cute.'
"Pufft!" Popi kini sedang menahan tawa ketika melihat layar ponsel Zara, what the hell mommy is so cute??
"Ah iya mom??"
"....."
"Oke lah Zara udah nggak ada jam lagi kok."
"....."
"Iya mommy cute binti lovely...!"
"....."
"Oke mommy bye!"
Kini tawa Popi meledak seketika setelah panggilan Zara berakhir. Ternyata Zara tidak bercanda saat dulu ia pernah mengatakkan kalau mommy nya itu sangat narsis.
"Eh lo mau ke mana?" Tanya Gigi yang sama herannya dengan Zara.
"Mau ketemu bokap, nyokap gue mau ikut bokap gua," teriak Zara dari kejauhan.
"Ish!" Decak Gigi kembali menatap Popi.
"Bwahahaha, gobl*k sumpah hahahahha!" Popi masih saja tertawa ngakak dikarenakan soal Mommy Zara tadi.
"Apaan sih lu hah. G*la lu yah. Udah ah gue mau balik! Lo ketawa aja di sini sampe satpol pp muncul dan nahan lo dengan tuduhan lo ngompol di tempat umum!"
Gigi juga sewot dengan tingkah Popi, yang ketawa pun langsung tersedak oleh ludahnya sendiri akibat kutukkan Gigi tadi.
"Uhukk! Ah lo hahaha, oke-oke sorry yuk pergi ah..." Popi akhirnya berdiri dan membuang tiga coffe late nya tepat di tong sampah. Lalu berjalan mendekat dan merangkul Gigi dari belakang.
"Ish lu!" Plak, tabokkan Gigi tak main-main.
"Aduh! Beg* sakit tahu..." decak Popi lalu kembali tersenyum berjalan bersama Gigi.
"Pulang bareng yak?" Ajak Popi di samping Gigi. Gigi hanya tersenyum mengangguk karena kebetulan rumah mereka berdekatan.
"oh iya kacamata lu bikin banyak orang ngelirik kita tuh!" Kekeh Popi menoel kacamata cupu milik Gigi.
__ADS_1
"Kalo gue lepas makin banyak dong yang liatin kita," senyum Gigi terbit membenahi kacamatanya.
"Yah, nanti lo dikira wah murid baru cupu kayaknya bakal berteman sama Gigi," tawa Popi diselimuti hawa dingin Gigi.
Cewek itu menyikut perut Popi hingga tawanya tercekat di leher. "Lu bilang gitu gue aduin mama lu kalo setiap kali ada tugas nyonto ke Zara!"
Glek! Ancaman itu sungguh berpengaruh pada Popi. Kenapa tidak jika gadis di sampingnya mengadu pada mamanya. Maka tamatlah riwayat Popi.
Bisa-bisa seluruh teman kelas melayat ke rumahnya membawa banyak uang untuk mamanya.
"Iya deh mbak... gue salah," walau sudah mengaku salah saja gadis berponi yang kabarnya mirip Lisa Blackpink itu cengar-cengir kayak orang gila.
"Mau gue temenin atau gue tinggal lu di sini?!" Gigi dengan senang hati mengutarakannya karena Gigi tidak terlalu suka pada Popi.
Bukan masalah selera teman pilih-memilih tapi Popi terlalu berisik untuk diajak bicara. Kalau seputar gosip beuhhh sudah landas Popi lancar bicara.
"Yaah lu mah gitu ayok dong kita sama-sama menaklukkan dunia perkampusan!!" Semangat Popi masih dengan senyuman gilanya.
Gigi hanya bisa dibuat geleng-geleng kayak dangdut K-pop. "Hm," gumam Gigi ikut tersenyum melihat tingkah sehabatnya.
***
"Ouhh, Zara udah dateng! Cepetan sana ganti baju kamu terus dandan yang cantik." Mama Zara yang bernama Agaist muncul menggiring Zara naik tangga.
"Heee, kan belum salaman sama daddy!" Zara berusaha mengelak gerakan mommy-nya.
Jarang-jarang kan gadis itu bertemu dengan daddy-nya. Karena daddy-nya selalu bekerja di luar negeri hingga sibuknya minta ampun.
Dan kini mommy-nya juga akan ikut! Menyebalkan sekali... Zara kan juga pengin ikut kalau saja bukan karena ia harus lulus tahun ini dana masuk ke Amerika buat ngurus perusahaan daddy-nya.
"Ya udah cepetan..." sekali lagi tubuh Zara tereliminasi dari tangga dan dilempar ke ruang keluarga.
Di sana terlihatlah daddy Zara, namanya Firman Zain Abraham. Turunan bule Inggris dan Indonesia... jadinya bisa fasih di berbagai bahasa umum.
"Ohh, anak daddy... cepat siap-siap dear," Zara mendekat dan memeluk tubuh daddy-nya yang tak lama jumpa.
"Hm... dad, kalau dad udah pulang lagi setelah Zara lulus oleh-oleh mobil lamborgini yah dad?" Kekeh Zara di pelukkan Firman.
"Hm, siap gerak daddy mah... udah sana dandan yang cantik!" Zara mengangguk dan berlari balik ke atas kamarnya.
Di sini Firman rasanya tidak tega jika Zara berada di rumah sendirian apalagi Zara belum punya adik, tidak tega sekali orang tua meninggalkan anak-anak mereka untuk sekedar bisnis. Huft apalah daya kepala keluarga?
TBC
Terima kasih telah memberi jempol👍
Dan kalau dibaca juga semoga terhibur👌
Juga ini udah aku revisi...
__ADS_1
Semoga aja minim kesalahan oke doakan aku menurut kepercayaan masing-masing...🙏
Luv kalian readerss♡