Zara Mahesti

Zara Mahesti
Ep.12 Menjahili


__ADS_3

Happy Reading ya readerss♡


Jangan lupa kasih jempolnya👍


Biar makin mantul bacanya🙇‍♀️🙇‍♂️


Oke thanks you all yang udah like + rate🙏


°~°


"Mau kemana nona?" Tanya Brian yang sudah sigap menjadi sopir untuk Zara.


"Berhentilah memanggilku nona, kau tidak tahu bahwa kau lebih tua dariku?" Omel Zara yang duduk di samping Brian. Brian yang mendengarnya hanya terkekeh pelan.


"Yah anda mau kemana Zara?" Brian mengulangi perkataannya.


"Hei berhentilah memanggil anda-saya bisa?" Omel Zara lagi menatap Brian tajam. Lagi-lagi Brian hanya bisa tersenyum atas perubahan sikap Zara.


"Yah anggaplah aku teman," lanjut Zara berkomentar sebelum mengecek hpnya.


"Baiklah, kemana kau akan pergi?" Brian berucap kembali fokus ke depan hendak ancang-ancang jika sudah mendapat jawabannya.


"Temani aku ke mall. Persediaan bajuku menipis," jawab Zara dan dengan sigap Brian menginjakkan gasnya setandar keluar gerbang rumah Zara.


Setelah sampai di mall. Brian harus menemani Zara yang memintanya untuk ditemani. Karena mungkin Zara akan lambat memilih baju jika tidak ada orang di sampingnya yang akan memberi pendapat.


"Toko mana dulu yang ingin kau kunjungi?" Tanya Brian yang berada di samping Zara tepatnya di lift. Ketika pintu lift terbuka namun Brian belum pula mendapatkan jawaban.


"Kita ke toko baju lah," akhirnya Zara menjawab pertanyaan Brian ketika berhenti di depan toko yang sangat besar bermodelkan dress wanita.


Di depan toko Brian sudah melihat beberapa kerangka model berpasangkan dengan gaun yang cantik. Sepertinya Brian akan membelikan beberapa untuk Zara juga nanti.


Dan sampailah ketika mereka berdua memasuki toko. Brian baru pertama kali melihat mode boros Zara. Zara tak memperdulikan setiap perkataan Brian dalam memilih bajunya.


Padahal Brian tahu yang mana yang lebih bagus dari baju itu. Namun Zara tetap memilih beberapa setelan bukan dress. Brian kira Zara akan memilih beberapa dress mahal.


Setelah Zara selesai menaruh belanjaan di kasir, Brian juga menambahkan beberapa dress yang mahal untuk Zara. Mbak-mbak kasirnya langsung dibuat kagum oleh Brian.


"Waah romantis banget yah suaminya mbak," ujar sang kasir berpendapat menatap betapa tampannya Brian berjejer dengan Zara.


Zara yang mendengarnya ingin sekali mengomeli mbak kasirnya. Tapi Brian malah menambah-nambaih sesuatu di dalam bumbu itu.


"Ya mbak, kami adalah pengantin baru yang mau honeymoon," ucap Brian terkekeh bersama mbak-mbak kasirnya. Dan itu sudah cukup membuat emosi Zara memuncak.


"Haha makasih yah mbak," kata Zara setelah menerima semua barang belanjaannya.


Sudah tidak bisa berkata-kata lagi Zara pasalnya si mbak kasirnya sudah tak percaya bahwa Zara masihlah gadis yang belum menikah.

__ADS_1


"Nih bawa semua!" Titah Zara menyerahkan semua tas belanjaannya pada Brian.


Brian yang menerima tas tersebut hanya tertawa pelan. Bagaimana jika mereka sudah menikah nanti apakah Brian akan terus membawakan barang belanjaan Zara?


"Baiklah kemana lagi?" Tanya Brian kelelahan berkeliling ke sana ke mari.


Tapi tidak ada satupun yang membuat Zara mengunjungi toko. Setelah meminang-minang, Zara akhirnya masuk ke salah satu toko perhiasan.


Akhirnya Brian bisa bernafas lega dan duduk sebentar istirahat duduk menunggu Zara.


"Eh sini Brian!" Teriak Zara membuat tubuh tinggi Brian otomatis berdiri menjulang mendekat ke arah Zara.


Brian nampak kelelahan saat ini, baru saja pria itu duduk santai dan terpaksa bangun lagi karena satu wanitanya yang cerewet.


"Ada apa?" Tanya Brian menelisik melihat beberapa perhiasan ada di depan mereka.


"Pilihkan aku satu... aku ingin tahu reaksi apa yang cowok nilai nanti padaku saat memakainya." Ucap Zara meminta pendapat pada Brian di sampingnya.


'Kenapa juga aku yang harus memilih?' Batin Brian meronta-ronta menatap Zara dan perhiasan itu bergantian sebelum memberi pendapatnya.


"Mm kurasa bentuk hati dengan manik huruf itu cantik untukmu," ujar Brian setelah meneliti lagi dan lagi perhiasan.


"Hm, kau benar aku sependapat denganmu Brian. Baiklah, mbak tolong bungkus ini dan pasangan yang lainnya yah?" Ucap Zara pada mbak-mbak-nya.


Dengan sigap mbak-mbaknya meladeni Zara dengan terus menerus menatap Brian. Mungkin saat ini dia sedang jatuh hati pada pandangan pertama dengan Brian.


"Baiklah kita kapan pulang?" Tanya Brian kelelahan menatap Zara yang berada di depannya.


"Oh katakan saja kalau kau capek kan?" Terlisik Zara tiba-tiba membawa sebagian kecil tas belanjaannya dan membaginya dengan Brian.


"Nah, begini kan jadinya so sweet," ujar Brian langsung mendapat tampolan keras di perutnya karena siku Zara tanpa aba-aba menyenggolnya.


"Oke, ayo pulang !!" Balas Zara.


***


"Apa kau senang hari ini?" Tanya Brian yang tiba-tiba jatuh menindih empuknya sofa ruang tamu rumah Zara. Zara yang melihatnya hanya tertawa bahagia betapa senangnya menyiksa si lemari es.


"Baiklah kau duduk dulu di sini akan aku buatkan kau yang segar-segar." Zara berjalan menjauh ke dapur.


Setelah membuatkan jus, Zara segera menyerahkannya pada Brian yang memejamkan matanya di sofa nyaman.


"Hei, ini sudah aku buatkan jangan tidur di sini. Tidur di kamar saja." Ujar Zara mengguncang tubuh kekar Brian.


Brian yang mendapat perlakuan bar-bar itu langsung bangkit duduk untuk meminum jus buatan Zara.


"Enak?" Tanya Zara memastikan.

__ADS_1


"Hm," jawab Brian cepat menghabiskan minumannya.


"Bagaimana jika kau tidur di kamar?" Omel Zara saat melihat Brian hendak menidurkan tububnya lagi di sofa.


Setelah mendengar omelan, Brian dengan sigap mematuhi Zara berjalan beriringan ke lantai atas untuk rehat dulu.


Sungguh rasanya remuk semua badan Brian!


***


"Kau tega sekali Ra sama Brian," kekeh Popi setelah mendengar cerita Zara yang membawa Brian ke mall pergi belanja bersama.


"Yah salah siapa dia membuatku menunggu lama waktu itu," elak Zara yang juga ikutan tertawa mendengarnya.


"Hm, lalu adakah bajuku?" Tanya Popi meminta oleh-oleh.


"Yah aku belikan kalian berdua banyak setelan dan dress." Ucap Zara yang sudah tahu kalau nantinya kedua sehabat mereka memintanya.


"Yah kau yang terbaik Zara!" Semangat Popi dari ujung telfon.


"Jika kau memberi oleh-oleh pada kami lagi aku takkan menerimanya." Suara Gigi membuat Zara tersenyum.


"Baiklah aku takkan mengoleh-olehkan dress lagi kepada kalian berdua maafkan aku." Sesal Zara.


Namun mendapat sehabat seperti mereka memanglah menjadi kebanggaan tersendiri bagi Zara.


"Yah sebenarnya kami tak enak jika terus menerima semua barangmu percuma..." kali ini Popi juga menyuarakan pendapatnya yang pro kepada Gigi.


"Hm percayalah aku hanya mentraktir kalian karena ingin menjahili Brian... jadi seklaian supaya lama aku mencarikannya untuk kalian janganlah kalian membuatku merasa tak enak juga..." jawab Zara.


"Ya sudah aku akan belajar dulu," pamit Gigi sebelum mengakhiri panggilan mereka.


"Aku akan tidur saja lah Ra, lo baek-baek yah jaga diri... kita kan libur sampe seminggu terus kita lulus." Pamit Popi yang juga terdengar suara uapan kantuk.


"Yah good night," setelah itu Zara mematikan panggilannya dan meletakkan ponselnya di nakas dan dia sendiri berbaring di ranjang.


Hari ini sungguh lelah rasanya, jika tidak ada Brian maka dijamin belanja tadi siang akan sangat membosankan. Sungguh, hari libur yang menyenangkan juga melelahkan.


Kapan lagi yah dia bisa menjahili Brian lagi?


TBC


Terima kasih telah memberi jempol👍


Dan kalau dibaca juga semoga terhibur👌


Juga ini udah aku revisi...

__ADS_1


Semoga aja minim kesalahan oke doakan aku menurut kepercayaan masing-masing...🙏


Luv kalian readerss♡


__ADS_2