
Happy Reading ya readerss♡
Jangan lupa kasih jempolnya👍
Biar makin mantul bacanya🙇♀️🙇♂️
Oke thanks you all yang udah like + rate🙏
°~°
"Wah nona anda membuat ini semua untuk Tuan Brian yah?" Tanya seorang pelayan yang mencium aroma masakkan. Walau aromanya tidak sesedap masakan Brian tapi itu pasti akan sangat istimewa untuk Brian.
"Ah! Bibi... iya nih aku buatin pasta buat Mas Brian. Semoga aja suka yah bi?" Harapan Zara muncul saat melihat tataan rapih masakannya di tempat makan. Dia sengaja membungkus dengan rapih dan imut membentuk masakkannya menjadi karakter hewan lucu.
"Iya non, Tuan Brian pasti suka. Non yang masak apa aja Tuan Brian akan bahagia." Ujar bibi itu menganggukkan kepalanya menahan tawanya agar tidak pecah saat ini. Karena lucunya bekal yang Zara bawa untuk Brian.
"Awas saja kalau dia tidak menyukainya aku akan membuat dia memakan ini beratus-ratus kali." Ancam Zara sungguh-sungguh dan mampu membuat bibi dapur merasakkan nyalinya menciut jika nonanya ini menghukum Tuan Brian.
"Iya non saya setuju dengan anda..." antusias bibi layangkan untuk menyemangati Zara. Sekarang waktunya untuk Zara berangkat menuju ke kantor Brian. Tidak sabar lagi melihat ekspresi Brian yang kaget setengah mati melihatnya di sana.
"Nona ke mana?" Tanya sang supir menunduk hormat sebelum menjalankan mobilnya keluar dari gerbang rumah. Sebenarnya Zara ingin mampir dulu membeli mie samyang di super market. Tapi ya sudahlah mampir saja!
"Mampir ke market dulu sebelum ke kantor Mas Brian yah..." ujar Zara yang dengan cepat diangguki oleh supir. Dan perjalanan menuju ke super market sekitar 10 menitan. Hingga Zara kembali lagi masuk ke mobil membawa satu box mie samyang.
"Baiklah pak kita ke kantor Mas Brian." Zara sebenarnya sangat suka sekali mie dan pasta. dia paling anti sama yang namanya sayuran. Tapi demi keharmonisan hubungannya dengan Brian dia rela memakan sayuran.
"Aduhh aku seduh di kantor Mas Brian saja." Semangat Zara turun dari mobil tentu saja setelah mobil itu berhenti di depan kantor. Bergegas Zara menyapa resepsionist yang sudah ia kenal dulu dan membuatnya menunggu di kantor Brian.
Ruangan Manager
Itulah yang tertulis di papan satu ruangan yang Zara tahu itu ruangan Brian. Dengan semangat Zara meletakkan bekalnya di meja. Dan dia sendiri pergi untuk menyeduh mie samyang-nya. Dia sungguh tidak sabar memakan mie samyang.
__ADS_1
Perut Zara selalu kuat menerima tingkat kepedasan. Zara pernah membuat vlog dia memakan 10 mie samyang. Dan hanya ia post di ig saja. Karena bagi Zara yt terlalu membuatnya bingung.
Setelah menyeduh mie-nya Zara hendak berjalan ke ruangan Brian namun ada satu adegan yang tidak sengaja Zara tangkap. Seorang yang dia kenali sedang berduaan di lorong panjang itu.
"Iya sayang nanti aku temenin belanja tapi nanti yah... aku lagi kerja kamu juga lagi kerja kan?" Suara baritton itu membuat mata Zara menyipit memastikan suara itu benar suara orang yang ia kenal.
"Hem! Dasar pembohong." Dan satu lagi suara wanita yang tidak kalah familier di telinga Zara saat ini. Tidak salah lagi itu adalah teman lama Zara. Oh jadi mereka bekerja di sini?
Zara mendekati mereka sambil tertawa kecil. Ternyata selama ini hubungan mereka masih sama saling mencintai. Dulu mah alasan terhalangnya cinta mereka adalah restu dan sekarang pekerjaan? So sweet sekali...
"Oii!" Zara mengagetkan kedua sejoli itu. Mereka berdua terlihat terkejut seketika sebelum menghela nafas lega.
"Ada apa dengan kalian?" Tanya Zara tidak bersalah. Menatap mereka yang masih mengusap-usap dadanya.
"Lha Zara? Kenapa lo ada di sini apa lo juga kerja di sini?" Tanya Fania. Dia orang yang dulu sangat dekat dengan Zara waktu SMA. Zara tertawa menggelengkan kepalanya pelan.
"Terus kenapa di sini?" Tanya mereka bersamaan. Hey ada apa dengan mereka kenapa terlalu menanyakan keberadaannya di sini. Sepertinya mereka takut ketahuan oleh orang lain.
"Apa kau menyeduh ini di kantor?" Tanya Fania yang diangguki Juna.
"Hm kenapa?" Tanya Zara polos. Sebelum seseorang memeluk Zara pelan dari belakang. Wajah Zara langsung dibuat senang ketika melihat siapa yang barusan memeluknya erat.
"Mas Brian?" Papar Zara riang namun tidak dengan kedua orang di depan Zara. Tamatlah sudah riwayat mereka berdua.
"Kenapa ke sini?" Tanya Brian masih melirik pada kedua orang di depan Zara. Zara yang dari tadi tersenyum tidak melihat smirk prianya pada kedua teman lamanya.
"Oh, aku membawakanmu bekal makan siang dimakan yah mas aku juga nitip nyeduh di dapur karyawan bolehkan mas?" Tanya Zara hati-hati. Dan Brian hanya mengangguk paham. Sementara ini Zara belumlah tahu identitas sebenarnya di kantor.
"Lalu... mereka siapa?" Tanya Brian membuat Zara menghadap kedua teman lamanya. Oh, Zara lupa dia belum mengenalkannya pada Brian.
__ADS_1
"Oh mereka? Teman lamaku... dan juga mereka hebat loh hubungan mereka selama SMA masih--"
"Ah, pak pres--" sebelum kalimat itu muncul dari bibir Fania segera Brian menatapnya kasar. Jangan sampai wnaita ini membocorkan identitasnya di sini.
"Ah... begitu yah, kamu ke sini naik apaan? Dan juga kenapa makan mie lagi? Kan mas sudah bilang kamu harus makan sayur biar sehat." Peringat Brian membuat Zara menatapnya gelisah. Oh, maafkanlah dia Brian.
Lalu tanpa basa-basi Brian langsung membawa Zara pergi dan duduk bersama di ruangan manager. Ini adalah ruangan kosong dan ditempati Brian untuk sementara. Walau ruangan aslinya besar sekali. Tapi dia tidak boleh mengungkap identitasnya dulu.
"Ayo makan..." ujar Zara yang juga memakan mie-nya. Terlihat sangat merah sekali bumbunya. Brian saja yang melihatnya nampak kagum dengan Zara. Bisa-bisanya Zara memesan satu mie samyang dan memakannya tanpa dosa?
Brian menggelengkan kepalanya pelan sebelum membuka tutup bekalnya. Dan isinya adalah pasta sayuran. Aigoo, Brian memang suka sayur tapi kenapa dicampur dengan pasta?
"Sayang... kenapa di campur sama pasta sayurnya?" Tanya Brian terkekeh melihat hiasan bekalnya.
"Kan kamu suka sayur aku suka pasta jadi kalau digabung kan jadi makin suka?" Kekeh Zara yang kepedasan.
"Aduh kan kamu kepedasan!" Brian mengelap bibir merah Zara lalu memberinya minuman coca cola.
"Aaakh... terbakar sudah mulutku mas hehe," masih saja tertawa yah di saat seperti ini?
TBC
Terima kasih telah memberi jempol👍
Dan kalau dibaca juga semoga terhibur👌
Juga ini udah aku revisi...
Semoga aja minim kesalahan oke doakan aku menurut kepercayaan masing-masing...🙏
Luv kalian readerss♡
__ADS_1