Zara Mahesti

Zara Mahesti
Ep.19 I Love You


__ADS_3

Happy Reading ya readerss♡


Jangan lupa kasih jempolnya👍


Biar makin mantul bacanya🙇‍♀️🙇‍♂️


Oke thanks you all yang udah like + rate🙏


°~°


"Mmh..." Zara bangkit duduk di ranjangnya menyenderkan tubuhnya di kepala ranjang. Menggeliat sedikit merasakkan sesuatu melingkar di perutnya.


"I love you..." gumam Zara lirih mengusap rambut Brian pelan sambil memamerkan senyumannya.


Saat Zara ingin membangunkan pria itu, sebuah dering telefon lebih dahulu membangunkan Brian. Yang ternyata berasal dari ponsel Zara.


..ring..ring..ring..


Gadis itu langsung mengangkat panggilan dari mommy-nya. Mommy Agaist.


"Bagaimana kabarmu nak?" Tanyanya dari sebrang.


"Baik-baik kok mom, oh ya aku mau tanya sesuatu... apa si pria tua itu tunanganku?" Tanya Zara melirik manik Brian yang tersenyum.


Pria itu akhirnya bangkit bangun ikut menyenderkan punggungnya di kepala punggung.


Kepalanya ia miringkan ke bahu Zara seperti biasa menghirup aroma yang sudah menjadi rasa candunya.


Bibir nakal Brian tidak bisa tidak bergerak mencecap leher jenjang Zara. Dia memberi sensasi pada leher Zara menjilatnya sensual menggigitnya gemas kecil-kecil kebiruan yang membuat Zara meringis menahan desahan.



"Hm? Kata siapa?" Jawab Agaist cepat karena yang calon mantunya bilang tempo hari dia ingin merahasiakkannya dari gadis bodoh ini.


"Kataaa...--"


"Kata Brian tante!" Seru Brian membuat Agaist melongo dibuatnya. Kenapa Brian calon menantunya ada di dekat Zara?


"Lho Brian? Kenapa kamu..."


"Hallo tante, apa kabar... apa kah di sana cuacanya dingin?" Serbu Brian ikut mendekatkan wajahnya ke ponsel.


Yang membuat Zara mati kutu karena wajah mereka yang saling berdekatan.


"Hm, baik kok Brian, di sini suhunya dingin namun pas untukku dan suamiku. Kau panggil saja mom sama dad yah jangan tante om dikira kita saudaramu kan nggak lucu." Kekeh Agaist dari sebrang.


"Siap deh mom..." balas Brian semangat dan tersenyum menatap Zara. Gadisnya sedang memelototi dirinya karena banyak bicara mengganggu gadisnya telefon.


"Sinyalnya baik yah?" Kode Brian kembali menjauhkan tubuh mereka.

__ADS_1


"Hah... ah! Kau bilang apa?" Tanya Zara, gadis itu sedari tadi tidak fokus malah fokus pada apa yang tadi Brian lakukan.


"Sinyalnya bagus kan?" Ah senyum pria mesum itu muncul lagi membuat Zara kembali harus mengecup senyuman manis prianya.


Cup.


"Iya makasih yah, kamu pengertian banget, aku sayang sama kamu..." Zara memeluk tubuh pria di sampingnya kuat.


"Yah, Zara aku mencintaimu." Kekeh Brian mendapat pukulan keras di punggungnya.


"Puft... bwahahahahaha!" Tawa keras datang dari ponsel yang masih terhubung.


Bodoh! Bodoh! Bodohnya!


Zara memukul Brian supaya pergi saja membuatkan sarapan untuknya. Setelah Brian keluar, Zara berbisik pada mommy-nya untuk diam tidak usah bilang sesuatu yang hiperbola ke daddy.


"Hustt. Mom ntar dad denger bahaya langsung balik ke sini ntar Zara dinikahin cepet sama Brian kan nggak lucu!" Bujuk Zara memonyongkan bibirnya.


"Apa yang tidak boleh daddy-mu ini tahu Zara?" Suara bariton muncul dari sebrang membuat Zara melotot dbuatnya.


"Udah ih sana minggir!" Teriak Agaist segera mematikan sambungan telfonnya. Lalu gadis yang bernama Zara itu kembali was-was.


Tapi untung dia mempunyai mommy seperti Agaist yang sellu mengerti keadaan. Setidaknya dia tak perlu menjelaskan pada daddy-nya tentang hal barusan.


***



"Uuu kau tahu kan kalau aku nggak suka sayur Brian..." gemas Zara membuat pola abstrak di dada bidang Brian.


"Sayur adalah kesehatan sayang..." ujar Brian melepas pelukkan kelinci dan mengambil piring saji untuk ia taruh di meja makan.


Saat di meja makan, Brian duduk di paling ujung seperti kepala keluarga dan Zara di sampingnya persis sekali seperti mereka adalah pengantin baru.


"Ish... aku nggak suka Brian!" Jengkel Zara tidak mau menyentuh sendoknya sama sekali menatap kesal ke arah Brian.


"Sini..." Brian menepuk-nepuk pahanya.


Zara mengerti isyarat itu tapi dia malu untuk melakukkannya.


"Nggak mau," jawab Zara cepat sebelum Brian menarik tangan Zara dan memangku Zara.


"Ish Brian!" Kesal Zara.


"Hei kau berjanji padaku untuk memanggilku dengan embel-embel 'mas' lho... nakal yah kamu!" Brian memberikan sentilan bertubi-tibi yang membuat Zara tertawa keras di pangkuannya.


"Husst... hati-hati kau akan membangunkannya sayang?" Ujar Brian menggeram tertahan menahan sesuatu di bawah sana.


"Apaan sih makanya lepasin dulu mas..." dengan malu-malu Zara perlahan keluar dari jebakkan harimau.

__ADS_1


"Nah, aku mau ke dapur dulu yah mas..." sedangkan Brian mematung di tempat. Apa dia bilang? Mas Brian.... aaaaaa hati pria yang sedang jatuh cinta terkadang membuat otaknya menjadi sangat lambat.


"Nggak sayang... kamu harus makan masakan mas," bujuk Brian menarik tangan Zara untuk kembali duduk di kursinya.


"Tapi..."


"Nggak ada tapi-tapian. Mas nggak suka ditolak." Ujar Brian menyuapi satu sendok penuh sayuran.


"Mmm... wangan wauin (jangan masukkin)!!!" Teriak Zara namun apa daya seorang Brian tidak mau ditolak bahkan oleh seseorang yang ia cintai.


"Nggak kamu harus kunyah terus telan. Aku nggak mau saat kamu hamil anak mas kamu lagi nggak sehat!" Brian terus menerus memasukkan sayurannya di mulut Zara.


"Tapi mas siapa yang hamil anak kamu?" Tanya Zara mengangkat satu alisnya.


"Kamu lah sayang, siapa lagi?" Jawab Brian sambil berjalan menaruh piring Zara di dapur.


"Kita pulang hari ini ya sayang... kamu sudah tahu mas bukan bodygard kamu. Mas adalah karyawan biasa di perusahaan jadi nggak boleh cuti lama-lama..."


Timpal Brian membuat Zara menunduk merasakan matanya memanas lagi.


"Hey, kamu jangan menangis sayang..." buru-buru Brian memeluk tubuh Zara yang bergetar kecil-kecil menandakkan dia menangis.


"Mas... aku kan belum ke kebun teh, belum ke kebun strowbery, belum ke sawah... hik hik," sedih Zara.


"Tapi kamu sendiri yang batalin itu kemarin, masih ingat tidak?" Brian mengecup kening Zara dan menghapus air mata gadis itu dengan jempolnya.


"Maafin mas yah sayang... kan mas ada pekerjaan lain, kapan-kapan kita ke sini lagi yah?" Bujuk Brian mengelus lembut pucuk kepala Zara.


"Tapikan baru..."


"Mas janji sama kamu sayang... percaya sama mas," genggaman tangan Brian membuat Zara tersenyum lagi.


"Iya mas," pelukkan hangat Zara berikan pada pria yang selalu menemaninya, menjaganya, dan mencintainya.


Zara sangat bersyukur bisa memiliki Brian yanh selalu di sampingnya. Dan mungkin ini adlah hadiah dari tuhan jika gadis itu dipertemukan dengan Brian.


"I love you Brian..."


TBC


Terima kasih telah memberi jempol👍


Dan kalau dibaca juga semoga terhibur👌


Juga ini udah aku revisi...


Semoga aja minim kesalahan oke doakan aku menurut kepercayaan masing-masing...🙏


Luv kalian readerss♡

__ADS_1


__ADS_2