Zara Mahesti

Zara Mahesti
Ep.7 Time Together??


__ADS_3

Happy Reading ya readerss♡


Jangan lupa kasih jempolnya👍


Biar makin mantul bacanya🙇‍♀️🙇‍♂️


Oke thanks you all yang udah like + rate🙏


°~°


Saat ini posisi Zara menatap Brian dari luar mobil membuat perasaan Brian tidak enak pasalnya Brian harus ikut membawa wanita liar tadi ke suatu tempat.


Dan mengakibatkan waktunya menjemput Zara terlambat. Brian tak tahan dengan perilaku ngambek ala Zara saat ini.


Apa yang sedang dia lakukan hanya berdiri di luar mobil dan tak mau masuk ke dalam sini?


Terpaksa Brian membuka pintu mobilnya dan berjalan memutari mobil mendekat pada Zara.


Sebelum ditangkap Brian, Zara segera membuka pintu mobil belakang dan langsung duduk menutup pintu mobilnya keras lalu menguncinya.


Belum sempat Brian cegah, Zara telah masuk duduk diam di tengah kursi penumpang sambil memainkan kuku jarinya.


Baiklah memang salah Brian dari awal, jadi Brian akan memaklumi hal tersebut. Kini Brian sudah berada di tempat duduk kemudi dan berencana ingin mengajak Zara makan sore.


Karena ini sudah sore dan Brian tahu malam ini dia tidak menginap di rumah Zara. Karena harus mengurusi satu lalat dulu barulah dia tenang.


"Kau suka makan apa?" Tanya Brian memecah keheningan di antara mereka berdua. Tumben seorang es kutub mau berbicara?


Apakah Brian baru saja memakan api, leleh begitu saja. Brian menatap balik Zara dari spion kaca dan mengangkat satu alisnya ke atas.


"Aku pengin Mekdi," jawab Zara cepat.


"Tidak, mekdi bukanlah makanan sehat," larang Brian menancap gasnya menuju ke jalur vegetarian seafood. Mata Zara yang menangkap basah Brian pun kesal.


"Bukankah aku sudah lama tak memakan mekdi? Untuk apa kau larang-larang diriku?"


Tanya Zara emosi bengkit memajukkan duduknya memegang kedua bahu pengemudi dan mencondongkan kepalanya menatap Brian.


Brian meneguk saliva pelan dan melirik mata Zara berkali-kali sebelum memilih untuk mengabaikan tatapan menusuk itu.


"Hey!" Teriak Zara dan sebagai bentuk protes Zara naik duduk di samping kursi kemudi.


Menelisik setiap wajah Brian yang tidak terlihat lecet sama sekali. Lalu menyibakkan rambut Zara ke belakang.


Brian yang sekilas menatap menjadi gugup sendiri, apa yang harus dia lakukan?


"Aku ingin mekdi tuan es..." Zara mulai berakting secantik-cantiknya seorang gadis.


Baru ia sadari bahwa dia gadis yang cantik pas untuk menggoda nyali pria dewasa di sampingnya ini.


Nyali Brian semakin menciut ketika Zara menampilkan pupy eyes-nya pada Brian yang sedang menyetir. Menurut Brian, gadis seumurannya begini harusnya masih polos kan?


Tidak, maksud Brian polos dalam hal yang tidak mungkin berbohong dan selalu berkata jujur bukan?

__ADS_1


Di pikiran Zara ia yakin dapat mengendalikan pria dingin ini cepat atau lambat. Melihat ekspresi Brian.


Zara yakin sebentar lagi tangan Brian akan memutar stir kemudi berbalik menuju restaurant mekdi.


Tapi harapan itu sirna ketika melihat senyum dari bibir Brian muncul begitu saja.


"Lihatlah, kita sudah sampai," bisik Brian senang karena tidak jadi mengabulkan permintaan gadis kecil di sampingnya.


Untung tuhan berpihak ke padanya. supaya tubuh Zara terkontaminasi dengan hal-hal yang baik bukan yang buruk.


Begitu juga dengan pola makan yang harus Brian atur agar badan Zara cepat berisi dan memberi nutrisi nantinya saat mempunyai debay.


-Aduh kenapa jadi mikir debay?!- batin Brian tersenyum membukakan pintu untuk Zara.


Zara yang sekarang cemberut hanya bisa mematuhinya dengan menurut. Lagi pula biasakanlah makan sayur-sayuran dan daging free bukan?


***


"Bagaimana rasanya? Enak bukan," tanya Brian terkekeh menatap raut wajah Zara yang masih ditekuk rapat-rapat.


Bukan malah menunjukkan kekesalan Zara, ekspresi itu justru membuat Zara semakin imut di mata Brian. Percayalah sampai saat ini Brian seorang pria dewasa yang lajang.


Tak pernah ada media yang mengungkap bahwa dia pernah bersama dengan seorang wanita atau bahkan dengan Clara pun tak ada media yang berani mempublishnya.


Takut jika salah mengartikelkannya akan dijadikan umpan ikan hiu di laut tengah mungkin?


Brian orang yang tampan, kaya, mapan, dan juga pintar. Bukan pecinta wanita tapi tak sepolos yang dikira.


Brian mengambil kimchi dicampur dengan daging sapi panggang dan diapit sumpit sebelum menyodorkannya di depan Zara persis.


Maka ketika ada masalah pasti Brianlah yang akan merasa bahwa dia salah dan harus meminta maaf. Zara yang disodori sayuran merasa frustasi.


Di sisi lain perutnya mengguncang meronta meminta makanan. Dan di sisi lainnya adalah kegengsian Zara.


Jika Zara menerimanya dia akan malu. Tapi jika tidak... Zara akan pingsan dan tambah-tambah memalukkan.


Akhirnya setelah menimang-nimang, Zara memutuskan untuk membuka mulutnya menerima makanan yang disajikan oleh Brian.


Brian hanya tersenyum tiap melihat tingkah Zara yang terus-terusan ngambek padanya. sekarang jam 5 sore. Sebentar lagi dia harus cepat-cepat mengantar Zara pulang.


Brian yakin jika membawa Zara melebihi jam malam akan membuat bodygard asli Zara yang jumlahnya 10 biji akan melaporkannya ke daddy Zara. Itu lebih berbahaya menurut Brian.


Karena Brian berencana akan menua bersama Zara dan akan berusaha mencintai Zara saat Zara tahu dia akan menikah dengan siapa.


Tapi, Brian tidak yakin jika dia akan dengan mudah melupakan kenangan manisnya bersama sosok wanita imutnya dulu.


Setelah mereka menghabiskan makanan, Zara merengek meminta diantarkan ke toko ponsel. Karena semuanya tahu ponsel Zara sudah remuk dibanting ke lantai dengan kasar waktu itu.


"Kenapa dengan ponselmu?" Tanya Brian heran saat tiba di mobil dan hendak berangkat menuju ke toko 'Sumsum Tulang' yang Zara yakini pasti akan seru memilih ponsel di sana.


Karena Zara adalah tukang belanja paling boros dari sepupu-sepupunya. Teringat akan mereka Zara jadi rindu sosok seseorang yang dulu pernah mengisi hari-harinya bersama 24 jam.


"Hehe, ponselku kubanting di kampus. Abisnya kesel!" Seru Zara melirik Brian.

__ADS_1


#SumsumTulang: Merek hp yang terkenal karena kecanggihannya di Indonesia... bahkan seluruh dunia mungkin. Yang merupakan saingan dari ponsel buah oke:v


"Ohh apakah kau sangat kesal saat itu hingga tak cemas ponsel seharga 45 juta dollars kau hancurkan?" Tanya Brian penasaran.


Pasti karena dirinya yang datang terlambat sekali sampai-sampai Zara membantingnya keras.


-Apakah aku harus membelikannya?- Batin Brian bimbang seperti anak SMA pada umumnya.


Selalu ababil memilih option di pikirannya. Dan sampailah mereka di depan toko ponsel Sumsum Tulang. Di sana terpampang ponsel dan juga harganya. Fantastis sekali...


"Baiklah kau pilih yang mana?" Tanya Brian masih menatap satu persatu ponsel di depannya.


"Aku pilih Sumsum S20U," ujar Zara mengambil black card unlimited miliknya yang diberikan sebagai kado ulang tahun Zara yang ke 17 tahun.


"Hanya itu?" Tanya Brian sekali lagi. Dan Zara hanya mengangguk menerima ponsel barunya.


Sudah beres, tapi tidak bagi Brian. Brian mengenggam tangan Zara dan membuatnya untuk tetap di sini sesaat.


"Aku beli yang itu satu dan yang itu satu," ujar Brian tersenyum menatap Zara yang masih bingung di tempat.


Tak bisa dipercaya oleh Zara kalau Brian bisa membeli ponsel mahal dua sekaligus dengan hanya bekerja menjadi bodygard.


Brian tahu isi pikiran Zara saat ini, dia tak mungkinkan mengatakannya sekarang? Brian ingin ini menjadi kejutan saat Zara lulus nanti.


"Kau beli... beli dua?" Tanya Zara gugup pasalnya ponsel tersebut lebih mahal dari ponselnya.


Mungkin 2 ponsel yang dibeli Brian totalnya bisa sampai empat kali lipat ponsel Zara. Setelah menerima itu Brian memberikan Golden Cardnya kepada kasir.


Lalu menerima dua bungkus ponsel baru. Zara masih bengong dan harus ditarik Brian untuk cepat-cepat pulang ke rumah.


"Ini untukmu..." kata Brian saat sampai di rumah.


"Hah?" Tanya Zara melongo dibuatnya. Baru saja Zara menyetel ponselnya sudah mau diberi ponsel lagi?


"Iya, ambillah sebagai permintaan maafku padamu," ujar Brian menaruh satu bungkus ponsel itu


Dan pergi meninggalkan Zara begitu saja. Ada apa dengannya? Zara hari ini terus menerus dibuat pusing pada perilaku Brian padanya.


Sinopsisi Next Ep.


|Brian di dalam mobil malam ini terus menerus tersenyum tanpa henti. Akibat tindakannya tadi. Dia membeli dua ponsel couple dan modelnya warna pink untuk Zara dan warna hitam untuknya sendiri.


Brian berencana untuk mempunyai hal yang sama dengan Zara. Entah perasaan apa yang sedang Brian rasakkan saat ini. Sekarang hanya satu urusan lagi yang harus dibereskan Brian. Wanita itu... Seen Park Claraossa.|


TBC


Terima kasih telah memberi jempol👍


Dan kalau dibaca juga semoga terhibur👌


Juga ini udah aku revisi...


Semoga aja minim kesalahan oke doakan aku menurut kepercayaan masing-masing...🙏

__ADS_1


Luv kalian readerss♡


__ADS_2