
Happy Reading ya readerss♡
Jangan lupa kasih jempolnya👍
Biar makin mantul bacanya🙇♀️🙇♂️
Oke thanks you all yang udah like + rate🙏
°~°
Brian saat ini sedang mengurus berbagai surat kontrak, bahkan ia tak sempat mengerjakkannya kemarin malam akibat kekhawatirannya pada Zara.
Brian kira ada sosok pencuri yang masuk ke dalam rumah Zara, ternyata hanya Zara yang datang mengambil air dingin di lemari es.
Brian menengadahkan kepalanya mendengar suara langkah kaki seseorang.
"Hai Brian..." Sosok wanita muncul di depan pandangan Brian saat ini.
Wanita yang memiliki tubuh body goals idaman para wanita. Tingginya hampir mencapai tinggi Brian, memakai setelan rendah di bawah dada dan membawa beg fashion keluaran terbaru.
Aroma bunga lily langsung menyambar hidung Brian saat ini. Brian menatap lekat-lekat wanita di depannya ini dengan dingin.
Brian melihat lengkungan bibir wanita itu muncul saat Brian berdiri dan mendekat pada tubuh wanita tersebut.
Brian sangat benci ketika seseorang datang ke ruangannya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
Tubuh Brian berdiri tepat di depan tubuh wanita itu tanpa berhenti melihat wajah wanita itu.
"Briaaaan~" seketika tubuh Brian meremang mematung merespon pelukan wanita di depannya.
Sungguh sangat erat yang Brian rasakan saat ini. Bagaimana tidak dada wanita ini menempel di dada Brian, percayalah Brian bukan lelaki tidak normal yang merasakkannya sebagai angin lalu.
Dengan keras Brian mendorong tubuh wanita tidak sopan di depannya lalu menyenderkan tubuhnya di meja belakang menatap heran wanita di depannya.
"Siapa?" Tanya Brian masih mengampuni tindakkan wanita itu.
"Hah? Apa maksudnya siapa? Aku Clara Brian... your girlfriend!" Ucap Clara memandang dengan satu alisnya yang naik.
Ketika Clara ingin sekali memeluk Brian sekali lagi, Brian memberikan telunjuk jarinya menggeleng pelan kepalanya mengisyaratkan bahwa Clara tak boleh bergerak.
"Clara? Dia kah wanita yang kubuang di tepi jalan saat hari valentine? Ckckck."
Brian sungguh jijik dengan wanita liar seperti Clara, memanfaatkan uang kekasihnya untuk berfoya ria dengan selingkuhannya.
__ADS_1
"Dengarkan aku, aku itu nggak seperti yang kamu bayangkan, Brian!" Teriak Clara cepat sebelum Brian berubah posisi menatap ke belakang.
Menatap luasnya dunia dari lantai 31 ini. Brian jengah dengan suara wanita ini, berkali-kali mulutnya berbunyi yang manis namun di hatinya berbanding terbalik.
Busuk sebusuk-busuknya buah yang jatuh dari pohonnya. Awalnya manis akhirnya? Busuk juga.
"Pergilah, kau tidak dibutuhkan di sini." Ujar Brian cepat-cepat dan meletakkan kedua telapak tangannya di saku celananya pelan.
Clara yang tak bisa lagi membendung cairan bening di matanya pun menangis sesenggukkan.
Tidak disangka Brian yang awalnya sangat manis padanya menjadi dingin seperti ini.
Clara memang sudah menyesal atas apa yang telah dilakukannya. Mencurangi yang setia dan memainkan yang munafik.
"Baiklah aku akan pergi, semoga saja........"
***
"Shi*t!" Zara berkali-kali mengumpat ketika terpikir lagi dengan kejadian tadi pagi.
Dia ditipu oleh Rey dan mendapatkan nomor palsu Rey yang ternyata milik bapak-bapak penyedot wc!
Ada lagi Zara kehilangan ponsel berharganya yang sulit ia dapatkan dari daddy-nya. Dia harus bekerja keras menjadi peringkat pertama di universitas ini.
Dan saat dia telah berhasil ponsel itu menjadi hadiah-nya dari tantangan daddy-nya tercinta.
Zara sekarang tak punya ponsel. Tapi ya sudahlah jika begitu terpaksa pecahin celengan b4bi mungilnya di rumah.
Siap-siap miskin lagi si Zara, sekarang adalah waktu istirahat setelah kelas berakhir. Zara duduk diam di kursi makannya menunggu Popi dan Gigi membeli makanan atau minuman.
Karena Zara tahu mereka juga akan memberinya tumpangan makan, biasanya Zara yang mentraktir mereka berdua tapi lihatlah sekarang.
Zara nggak mood untuk mentraktir apa lagi membelinya untuk sendiri.
"Zaraaaa... teng..teng..teng..." Popi berusaha mengagetkan jantung Zara tapi naas usaha itu gagal total.
Seperti biasa Popi membeli 3 coffe late kesukaannya dan hamburger pedas miliknya yang Zara yakini itu beli di mini mekdi kampus mereka.
"Zara nih gua beliin lo makanan kesukaan lo! Steak ala Mama Moza!" Giliran Gigi yang berbicara smabil menyerahkan steaknya tepat di depan Zara.
Zara pun hanya tersenyum lalu mengucapkan terima kasih pada Gigi.
"Heh tahu nggak? Katanya ada dosen baru loh di sini..." Popi mode gibah on.
"Lo bisa nggak sih jangan ngegibah terus?" Protes Gigi memakan kentang krispynya dan mencoelnya sedikit dengan saus pedas.
__ADS_1
"Ehh gue ngomong buat mata kuliah kita lah!" Elak Popi dengan suara lirih seperti berbisik pelan supaya hanya Zara dan Gigi yang mendengar.
"Apaan?" Tanya Zara lesu, biasanya untuk hal seperti ini Zara takkan mendengarnya kecuali gosip tentang Rey. Tapi kali ini berbeda, dia bahkan ikut kepo bersama Gigi.
"Dosen baru, ganteng, pinter, ngajar inggris, terus fakboi!"
Aaagh... adakah dosen dengan kriteria seperti itu. Fakboi? Popi kira dosen kita anak SMA apa?
"Yee kalau kalian kagak tahu aja, dosen kita yang kali ini ganteng abis, bodynya euhh parah, terus kulitnya kinclong-clong-clong kayak model garnier haha.
Lo semua kalo dia naksir gua jangan direbut lho awas!" Ancam Popi dengan tertawa ria kegirangan dengan pernyataannnya barusan.
"Fakboi-fakboi lo pikir anak SMA?" Sundul Zara sambil memasukkan potongan daging steak sapinya ke dalam mulut.
"Eitsss gua nggak boong loh... kalian tahu kan kalo boong dosa?" Canda Popi.
"Gue bakal percaya kalo dia dosen baru dia bakal ke sini dan makan di sini. Dosen baru kan nggak tahu dia makannya di mana kan?"
Gigi tak memperdulikan ucapan Popi karena Popi sering mendapat kabar burung. Bukan sering tapi terlalu sering.
"Benar, aku sungguh tidak tahu di mana aku harus makan nona?" Tiba-tiba suara bariton itu terdengar dari belakang Zara dan gigi.
Sedangkan Popi hanya menatap seorang pria berjas rapi sedang menatap kedua sehabatnya lekat dari belakang. Apakah dia....
***
"Tidak mungkin! Dia bukanlah gen keluarga Steven Clara!" Bentak Brian pada Clara yang sudah menangis sesenggukkan karena bentakkan dari Brian berkali-kali.
"Dia darah daging keluarga Steven... hiks..hiks..hh," sulit dipercaya Clara mengatakan hal barusan!
Bukannya Brian tak percaya tapi memang dia bukanlah orang yang ceroboh! Tidak mungkin salah perhitungan. Segera Brian mengambil ponselnya dan memanggil Farhan ke sini.
"Farhan datang dan periksalah dia karena dia sudah gila!" Teriak Brian membuat Clara mati kutu dan ketakutan.
Clara menyesal telah mengatakan hal itu pada Brian. Tapi jika tidak dikatakan maka dia akan mati bersama dengan bayinya.
TBC
Terima kasih telah memberi jempol👍
Dan kalau dibaca juga semoga terhibur👌
Juga ini udah aku revisi...
Semoga aja minim kesalahan oke doakan aku menurut kepercayaan masing-masing...🙏
__ADS_1
Luv kalian readerss♡