Zara Mahesti

Zara Mahesti
Ep.20 Will You Marry me Zara Mahesti???


__ADS_3

Happy Reading ya readerss♡


Jangan lupa kasih jempolnya👍


Biar makin mantul bacanya🙇‍♀️🙇‍♂️


Oke thanks you all yang udah like + rate🙏


°~°


Sudah setengah bulan yang lalu sejak Zara dan Brian berlibur ke villa di puncak. Sekarang mereka berdua sedang menjalankan kencan mewah di sebuah restaurant ternama di kota ini.


Hubungan mereka membaik begitu cepat. Sebentar lagi Zara lulus dari dunia perkulihannya.


Dan Brian sudah mengatur posisi Zara di perusahaannya nanti. Jadi, selama bekerja Brian akan ditemani kekasihnya.


Tidak disangka bukan jika Brian sangat licik dan bucin pada Zara?


"Sayang kamu mau makan apa?" Tanya Brian melihat-lihat menu makanan yang ia pegang.


"Aku mau steak sapi pedas, kentang goreng, chiken richeasse, cake strowbery, dan jus strowbery vanilla mas." Brian mengalihkan tatapannya menuju gadis kecil di depannya.


Jika bukan karena Brian sudah tahu kebiasaan Zara makan banyak. Semua pria yang barusan mendengar pesanan gadis itu pasti akan dibuat melotot dan tidak percaya kalau Zara adalah gadis yang suka makan.


"Oh ayolah mas, jangan memandangku begitu aku kan lapar..." gumam Zara memegangi perutnya yang keroncongan dari sejak menunggu Brian keluar meeting.


"Maafin mas yah sayang, tadi meeting mendadak kan kamu tahu aku karyawan biasa..." ucap Brian tersenyum merasa bersalah pada kekasihnya.


"Hishh, aku tahu... tetap semangat ya mas buat cari uangnya biar bisa halalin aku nanti?" Kekeh Zara yang begitu langsung mendapat sentilan di keningnya.


"Hm..." Brian sebenarnya tidak mau memberi tahu Zara kalau dia adalah pemilik perusahaan besar dan juga orang yang sama menyebabkan Zara tadi menunggu lama.


Alasannya meeting mendadak oleh bos, dialah bos sebenarnya yang terus menerus marah di kantor. Menjadikan semua kelinci percobaan yang siap untuk dimarahi.


Setelah memesan dan makanannya datang 10 menit kemudian. Seorang pelayan dengan dandanan nyentrik mendatangi meja mereka.


"Ini silahkan dinikmati..." papar seorang pelayan wanita yang menaruh makanan Zara namun melihat ke arah Brian.


'Mbak-mbak-nya naksir yah sama Mas Brian?! Kan udah tahu ada cewek di sini masih aja plarak-plirik!' ucap Zara dalam hati menggertakkan giginya.


'Aduh gawat bom sewaktu-waktu bisa meledak jika pelayan genit ini tidak juga pergi dari sini!' Was-was Brian menatap Zara yang menatap pelayan itu tajam.


"Sudah biarkan saya saja yang sajikan," akhirnya Brian mengambil kendali atas apa yang belum terjadi. Jangan sampai Zara membuat onar di sini dan malah marah padanya.


"Kenapa membantunya, suka dengannya?" Sinis Zara, astagaaa apa yang harus Brian lakukan saat ini?


Dia telah menjadi pria bucin untuk gadisnya, dia akan melakukan apapun untunya. Untuk membahagiakannya walau hanya dengan sikap tulusnya pada sang kekasih.


"Kan ini kencan pertama kita, mas harus gantle lah..." bangga Brian mencoba menghirup oksigen kuat-kuat.


"Ya udah sih, suapin aku!" Kesal Zara menatap ke luar jendela.

__ADS_1


Aishh, Brian sangat tidak suka bila kekasihnya itu memandang orang lain apalagi jika orang itu pria dewasa.


"Iya, iya dasar anak kecil..." kekeh Brian mengiris tipis daging steak milik Zara dan menyuapkannya ke mulut gadis itu.


Zara memejamkan matanya merasakkan kekenyalan daging yang ia pesan tadi, tidak over cook atau kurang ini sangatlah pas!


"Baiklah, kau sudah tidak marah kan?" Setelah Brian selesai menyuapi Zara, dia membuka mulutnya sendiri memasukkan kentang goreng pesanannya.


"Hm... Mas Brian terbaik!" Akhirnya Brian melihat senyuman itu lagi.


Senyuman yang sama dengan yang dia lihat ketika pertama bertemu. Setelah menghabiskan waktu kencan romantis ala Brian.


Pria itu sebenarnya akan membawa Zara ke sebuah tempat yang dijamin Zara akan menyukainya.


Di Dalam Mobil


"Mas kita ke mana sih?" Tanya Zara mendengus kesal karena jujur saja ia sudah capek melangkah ke sana ke mari.


"Bentar lagi nyampe kok... kamu mau nggak aku tutup matanya? Sebentar aja kok," ujar Brian memberhentikkan mobilnya di tepi.


Mengambil penutup mata dan memasangkannya di kepala Zara.


"Apa-apaan sih mas? Jangan kayak di novel-novel! Mas pasti habis baca novel kalau enggak mas liat di drakor iya?!" Tuduh Zara.


Pusing rasanya kepala Brian saat berhadapan dengan Zara yang sedang mode online.


"Sebentar aja sayang... that's suprise!"


Setelah Sampai Di Tempat Tujuan


"Ke mana sih mas? Ntar aku jatoh loh..." cerewet Zara memegang erat lengan Brian supaya dia tak terjatuh.


Brian menghela nafas lalu menggendong Zara ala bridal style. Brian hanya tertawa saat gadisnya itu berteriak.


"Jangan teriak, nanti aku dikira pedofil gimana?" Kekeh Brian terus melangkah.


Hingga saat Brian menurunkan tubuh Zara dan membuka penutup mata perlahan. Mata Zara mengedip-ngedip menyadarkan diri pada situasi saat ini.


Dia di mana. Kenapa begitu terombang-ambing. Dan saat Zara sadar di mana dia berada, dia memegang pagar besi kapal dengan sangat bersemangat.


Menikmati indahnya malam yang dihiasi bintang-bintang kecil. Seperti kenangan manis yang Brian berikan setengah bulan penuh.


Zara menatap Brian, ada rasa bahagia saat Brian menatapnya balik. Mereka berdua tersenyum seperti Romeo & Juliet.


"Kenapa?" Kekeh Brian mendekat ke arah Zara.


"That's so beautyful honey..." Zara memeluk erat Brian dan menyembunyikan wajahnya yang memerah padam.


"Hey jangan lewatkan kembang apinya!" Bisik Brian. Begitu mendengar kata itu Zara langsung berbalik menatap langit.


"Hah kembang api...?"

__ADS_1


Dhuaaar.... prakkkk!


"Aaaaaah.... indah sekali mas, aku suka. Malam ini sungguh sangat romantis mas, i love you..."


"I love you too Zara... will you marry me?" Tanya Brian sambil mendongak ke atas menatap Zara. Karena tubuhnya ia jongkokkan membuka satu kotak kecil berwarna biru.


"Maukah kau hidup bersamaku, menua bersamaku? Aku sangat mencintaimu Zara Mahesti. Kau harus tahu setiap kali aku melihatmu.


Hatiku rasanya damai dan tentram walau ada penyusup sekalipun manik matamu membuatku percaya bahwa aku akan melakukannya dengan baik.


Menjagamu adalah prioritasku saat berjumpa dengamu. Aku pernah membayangkan bagaimana jika aku menikah denganmu yang cerewet?


Nyatanya itu terlihat sangat menyenangkan. Namun aku bukan ingin bermain permainan seperti di drakor-drakor yang kamu tonton Zara...


Kita berada di dunia nyata perasaan nyata dan juga cinta yang nyata. Sekali lagi will you marry me?" Ucap Brian menatap lekat Zara yang terlihat membendung kilasan-kilasan cahaya di matanya.


"Zara?" Tanya Brian karena dia tidak juga mendapatkan jawabannya, apa lagi perasaannya yang berdegup kencang tidak sabar dengan jawaban Zara.


"Kamu... yakin?" Tanya Zara gagap.


"Hm, yakin. Cintaku padamu tulus Zara..." saat ini perasaan Brian sungguh bimbang, semoga saja Zara mau menikah dengannya.


Tuhan kabulkanlah permintaan pria ini karena demi apapun jika Zara menolak mungkin dia tidak akan berada di dunia ini lagi.


"Yes," jawab cepat Zara membuat mata Brian membulat penuh arti. Arti kebahagiaan yang tercetak di kedua bola mata Brian.


"Terima kasih sayang... mas sangat berterima kasih padamu sayang..." isakkan Brian saat ini menggema di awak kapal beradu bersama isakkan Zara.


Zara melepaskan pelukan Brian dan menatap Brian lekat.


"Janji tidak akan pernah dekat dengan wanita lain!" Zara menunjukkan jari kelingkingnya di batang hidung Brian.


Brian dengan senyuman menerima uluran jari kelingking itu. Janji, dia berjanji akan selalu menjaga perasaan Zara. Tidak akan pernah Brian membuat Zara kecewa.


Bahkan dia akan melindungi Zara seperti bodygard bekerja pada majikkannya. Dia mencintainya, lupakan perasaan cintamu dulu hanya untuk Zara, Brian.



"Mari kita pulang sayang~" bisik Brian di dekat telinga Zara. Membuat bulu kuduk Zara terangkat karena dia tahu pasti apa yang akan pria gilanya lakukkan nanti jika di rumah.


"Aaa...ayo," Zara menanggapinya tersenyum.


TBC


Terima kasih telah memberi jempol👍


Dan kalau dibaca juga semoga terhibur👌


Juga ini udah aku revisi...


Semoga aja minim kesalahan oke doakan aku menurut kepercayaan masing-masing...🙏

__ADS_1


Luv kalian readerss♡


__ADS_2