Zara Mahesti

Zara Mahesti
Ep.18 Kejutan Spesial


__ADS_3

Happy Reading ya readerss♡


Jangan lupa kasih jempolnya👍


Biar makin mantul bacanya🙇‍♀️🙇‍♂️


Oke thanks you all yang udah like + rate🙏


°~°


Dooorrr!!


Suara kembang api diluncurkan di langit malam hari ini. Zara hampir dibuat kaget jika tidak melihat bayangan kembang api yang meluncur ke atas menembakkan diri di langit malam.


Seseorang berpakaian rapih serba hitam mempunyai rambut yang sengaja ditata rapih hingga terlihat seperti pria di novel-novel romansa. Mata Zara dan pria itu bertemu. Berterus terang akan perasaan masing-masing.



Zara, gadis itu pergi berlari menghampiri sang pria tampan bak titisan dewa yunani. Mengerlingkan senyumannya untuk ia pamerkan rasa bahagianya saat ini.


Melihat gadisnya begitu senang akan kehadirannya. Sang pria merentangkan tangannya tersenyum lembut menyambut pelukkan yang gadisnya layangkan untuknya.


"Brian... huaaaa... hiks... hiks... kau sangat kejam padaku... berani-beraninya kau menjauh dariku?! Dasar pria tua yang mesumnya tingkat akut! Kau menyebalkan. Pria yang paling aku benci saat pertama kali aku bertemu dengannya adalah kamu!


Aku sebal melihat raut wajahmu yang sama sekali tidak berganti! Kau pria menyebalkan yang lahir di kutub utara! Kau pria mesum yang mencari kesempatan dalam kesempitan!


Dasar pemarah makanya cepet tuaaa aku benci huhu.... aku... aku sangat benci...~" sekarang unek-unek yang ada di dalam hati Zara ia katakan saat berhasil memeluk pria yang ia cintai.


"Selamat ulang tahun Zara Mahesti... tunanganku tercinta..." Brian mengusap lembut rambut Zara yang berantakkan entah kenapa. Yang jelas dialah gadis kelinci yang akan ia cintai seumur hidup.


"Kau...! Menyebalkan! Aku tak ingin melihatmu lagi dasar orang GR!" Elak Zara melepaskan pelukan hangat pria di depannya.


"Yakin? Kalau pria yang menyebalkan, tua, pemarah, aneh, mesum, kutub utara, dan pria yang menggunakan kesempatan dalam kesempitan ini... mencari gadis liar di luar sana, apa kau mau?" Brian.


"Hih! Kau mau aku jadikan ******?!" Ucap Zara menyikut perut Brian pelan.

__ADS_1


"Jadikanlah aku gigolomu, calon istriku..." Brian mengecup bibir Zara dengan lembut. Memberi lumatan-lumatan hangat di bibir ranum gadis itu.


Sang gadis yang selalu polos akhirnya menjadi tidak polos atas kelakuan bapak tua mesum pemarah alias Bapak Brian. Huh... ini bukanlah akhir yang tepat untuk kisah mereka.


"Cepat-cepatlah lulus kita akan menikah setelah kau lulus Zara..." ujar Brian mengecup kening Zara berkali-kali.


"Hei kau juga belum melamarku!" Zara menjauhkan tubuhnya dari Brian.


"Belum? Aku sudah melamarmu sejak kecil." Ujar Brian terkekeh melihat reaksi dahsyat Zara.


"Aku adalah tunanganmu bukan bodygard mesum dan tua-mu... sayang~" lanjut Brian meloloskan kata-kata manisnya demi membuat gadianya tersenyum.


"What?! Kenapa tidak memberitahuku?! Kapan kita tunangan, kenapa aku sama sekali tidak mengingatnya?" Kata Zara mencoba berpikir keras memutar lagi ingatannya.


"Sudahlah tidak usah diingat lagi, kau malam ini sangat cantik... bahkan bintang-bintang yang berada di atas kita tidak sebanding cantiknya denganmu... kau bagaikan rembulan.


Menyinari hatiku selalu dan membuatku merasa hangat setiap saat. Tak bisa aku pungkiri bahwa aku sangat-sangat mencintaimu...


Zara Mahesti orang yang lahir dan ditakdirkan menjadi permaisuri hati ini." Brian menunjuk dadanya sendiri.


"Huftt i love you too Brian, walau aku tidak bisa gombal sepertimu tapi percayalah aku mencintaimu lebih dari nyawaku sendiri."


"Hus! Jangan bicara nyawa di sini..." celutuk Brian membuat Zara beringsut memeluk dada bidang prianya.


"Brian..." panggil Zara.


"Iya sayang?" Jawab Brian.


"Brian..." panggil Zara lagi.


"Ada apa sayang?" Jawab Brian halus.


"Brian, Brian, Brian, Brian, Brian, dan BRIAN!!"


"Tidak sopan memanggil tunangan lelaki seperti itu..."

__ADS_1


"Bagaimana dengan sayang?"


"Terlalu biasa."


"Honey?"


"Aku bukan madu."


"Baby?"


"Itu panggilan saat kita punya bayi saja."


"Ish! Kamu mesum belum nikah aja udah mikirin bayi?!"


"Terus mikirin apa?" Kekeh Brian.


"Nggak tahu ah. Kalo aku manggil kamu Mas brian mau?" Tebak Zara menatap wajah Brian.


Merah! Merah! Merah!


Wajah Brian memerah bukan hanya wajahnya, telinganya juga ikut memerah saking malunya dipanggil Mas Brian oleh Zara.


"Cieee malu tapi mau..." Zara menoel pelan pucuk hidung Brian membuat Brian mau tak mau mencium bibir itu lagi. Bibir yang nakal!


#Maaf sedikit karena ini spesial Brian dan Zara mode night...


TBC


Terima kasih telah memberi jempol👍


Dan kalau dibaca juga semoga terhibur👌


Juga ini udah aku revisi...


Semoga aja minim kesalahan oke doakan aku menurut kepercayaan masing-masing...🙏

__ADS_1


Luv kalian readerss♡


__ADS_2