Zara Mahesti

Zara Mahesti
Ep.11 Maaf...


__ADS_3

Happy Reading ya readerss♡


Jangan lupa kasih jempolnya👍


Biar makin mantul bacanya🙇‍♀️🙇‍♂️


Oke thanks you all yang udah like + rate🙏


°~°


"A...aapa?" Gagap Zara setelah meminum jusnya.


"Maaf?" Ujar Brian lagi mengangkat satu alisnya ke atas dan berekspresi datar.


Dan karena ekspresi datar yang Brian tunjukkan menjadikan Zara tak yakin dengan apa yang dikatakan Brian barusan.


Question:


Kalian sukanya Zara sama siapa sih? Rey atau Brian? Atau... nanti ada lagi wkwk jadi lapak cogan aja😆


"Apakah saya harus bilang tiga kali untuk meminta maaf?" Respon Brian bangkit dan berdiri di balkon menatap betapa indahnya pemandangan di luar sini.


"Oh, maaf tadi kau bilang maaf tapi dengan ekspresimu mungkin aku akan menganggapnya angin lalu," komen Zara menyantap lagi hidangannya di malam hari...


Uwwu sangat lezat batin Zara berteriak terus menyuap mulutnya dengan gumpalan nasi si sendok.


"Nona, anda harus tahu. Ini pertama kalinya saya meminta maaf," ucap Brian bergaya sok dramatis.


Tapi tidak berkata bohong kalau memang ini pertama kalinya Brian meminta maaf dalam hak sepele.


Zara mengangguk sambil menatap punggung Brian dan mengunyah sisa makanannya sebelum berbicara.


"Kau itu sebaiknya jangan dingin-dingin. Umurmu sudah tua bukan? Nanti kalau kau dingin banget kayak sekarang pasti tak ada yang mau denganmu, kau tahu... wanita maksudku."

__ADS_1


Apakah Zara bercanda? Jika Brian bersikap dingin maka dia tak akan ada yang suka?


Bahkan karena sikap dinginnya Brian tak pernah lupa sekalipun kalau dia banyak diminati wanita.


Ada juga yang tergila-gila padanya hingga berpura-pura tak sengaja naik di ranjang Brian. Oh god... pikiran Zara sungguh tidak masuk akal.


"Hm anda benar, tidak ada yang menyukai saya. Apakah anda menyukai saya?" Tanya Brian tiba-tiba berbalik badan menatap Zara yang sudah selesai makan. Ludes semua bersama cabai-cabai hiasnya pula.


"Yah, aku sedikit menyukaimu Brian..." tanpa sengaja Zara mengatakan hal tersebut secara spontan karena melihat raut wajah sedih minta dikasihi dari Brian.


"Ah, maksudku... aku hanya... anu... iya aku menyukaimu... eh nggak-nggak maksudku sebagai bodygard! Bukan pria..." lirih Zara saat dia mencapai kata terakhirnya.


Zara sedikit bangkit dan berjalan ke dalam tepatnya kakinya melangkah lebar-lebar untuk cepat sampai di kamar mandi. Di depan kaca Zara dapat melihat wajah Zara sudah merah padam.


Zara terus menepuk-nepuk kedua pipinya keras supaya cepat sadar apa yang ia katakan di depan Brian tadi. Pasti akan sangat memalukan.


"Aaaa! Bagaimana sih Zara? Kenapa lo ngomongnya gitu Zara?!" Celoteh Zara di depan cermin menatap raut wajahnya yang bodoh.


Bisa-bisanya dia mengatakan kalau dia menyukai Brian. Ya tuhan, saat mengatakan itu entah keberanian dari mana Zara dapatkan.


Apakah dia menyukai Brian atau tidak. Tapi hasil ini terbukti membuat Brian terus menerus tersenyum membereskan piring dan gelas Zara.


Brian sengaja berdiri di depan pintu kamar mandi Zara dan tidak sengaja mendengar apa yang Zara bicarakan.


"Aaa Zara bodoh, bodoh, bodoh, aaaaa Zara b*go!" Singkatnya seperti itu. Lagi-lagi telinga Brian memerah menahan sebuah perasaan di dadanya.


***


"What OMG to the god? Lo kenapa Zara..." tanya Popi yang saat ini terlihat sedang menata rambutnya dengan beberapa rol yang menggelantung pas di rambutnya.


Gigi yang melihat tingkah Popi hanya dapat geleng-geleng sambil menikmati kentang goreng.


"Lo makan kentang yah Gi?" Ujar Zara mengalihkan perhatiannya dan yang dari awal video call diam saja.

__ADS_1


Padahal dia yang ngajakkin main video call. "Ya lo liatnya apa Ra?" Omel Gigi yang masih sibuk memakan kentangnya.


"Hah, udah lah gue mau tidur," ucap Zara mematikan Sambungan telfonnya mendadak.


Sedangkan Popi dan Gigi yang masih vc diam saja mengedikkan bahunya. Ada apa dengan Zara malam ini?


***


Sulit rasanya Zara memejamkan matanya di atas ranjang. Menggeliatkan tubuhnya merasakkan gelenjar aneh di dalam dirinya.


Zara sendiri juga tidak tahu apa yang ada dalam dirinya saat ini. Ini semua salah Brian! Dasar pria yang dingin.


Berani-beraninya mengganggu seorang gadis di malam hari? 'Aduh aku kan juga lapar waktu itu... jadi aku menyeretnya ikut!! '


Aaakhh! zara jadi memikirkannya lagi dan lagi dan jika gadis itu ingin melupakkannya. Sudahlah itu akan kembali muncul di kepala Zara.


Bagaimana caranya menyingkirkan wajah penuh es itu dari pikiran Zara kali ini... ingin rasanya Zara menyingkirkannya dan berhenti tertawa karena senyuman Brian.


Andai saja Brian tidak tersenyum dan membuat ekspresi menyedihkan itu, Zara takkan pernah bilang kalau gadis itu menyukainya!


"OMG Zara, kau pasti tidak bisa tertidur malam ini mampuslah kauu..." pikiran negative Zara sudah menjelejar kemana-mana.


Membuat Zara memikirkan yang tidak-tidak tentang Brian. Oke Zara ayo kita lupakan kejadian tadi itu!!


TBC


Terima kasih telah memberi jempol👍


Dan kalau dibaca juga semoga terhibur👌


Juga ini udah aku revisi...


Semoga aja minim kesalahan oke doakan aku menurut kepercayaan masing-masing...🙏

__ADS_1


Luv kalian readerss♡


__ADS_2