
Happy reading...
Oh ya mau tanya, kalian baca pake font berapa? Aku saranin pake yang kecil aja jadi nyaman di baca menurutku... tapi kalau mau yang besar selama comfortable for you it's okey👍
Seminggu kemudian
Hari ini hari yang cerah, pukul 6 pagi dia sudah berada di taman jogging bersama dengan Brian. Pria yang akan menikah dengannya sebulan kemudian. Karena untuk persiapan yang matang diperlukan waktu yang banyak.
Lagi pula jika pesta itu mewah dan akan mengundang banyak orang kantor maka akan semakin gugup Zara tampil nantinya. Makanya dia harus mempersiapkannya dari dini melatih dirinya dengan ngobrol ngobrol bersama orang kantor.
"Mas besok jadi ke kantor mas?" Tanya Zara setelah Brian selesai melakukan push up. Mata Brian melirik Zara dan duduk di samping Zara sebelum mengelus pelan rambut Zara. Gadis itu tersenyum getir dan menyerahkan botol mineral yang sebelum jogging dibeli Brian.
"Kenapa, kamu nggak mau?" Tanya Brian menelisik sebuah jawaban di mata Zara. Gadis itu mendengus kesal menatap tunangannya itu. Merasa ditatap begitu rasanya Brian ingin merebut bibir manis Zara. Tapi ingat belum menikah..Brian Arnando bisa kok!
"Nggak papa kok mas, cuman nggak kepengin kalau nanti aku jadi terkenal di sana banyak cogan yang minta nomor ponselku.."
"Stop, di kantor mas nggak mungkin karyawannya begitu. Kamu aneh aneh aja deh." Ujar Brian mengelak pernyataan Zara.
"Siapa tahu bener, terus kalau di wc bakalan ada gibah binti berkumpul!" Kesal Zara. Terkadang kalau gadis itu melihat drakor maka akan terbawa suasana sendiri dan memikirkan bagaimana kalau Zara ada di posisi wanita pemeran utama.
"Masa calon Ny. Arnando lemah begitu?" Alis Brian mengkerut menahan sesuatu ketika Zara dengan entengnya bersender di dada Brian.
"Ny. Arnando, kayaknya belum..mas aja belum pernah cerita masa lalu kamu ke aku mas." Zara mendongak ke atas menatap bola mata hitam legam yang Brian miliki.
Zara meraba tubuh atletis Brian. ABSnya terlalu menonjol bagaimana kalau sudah menikah? Bahaya dotkom kalau kalau tenaganya besar.
"Masa lalu..kalau diinget bahaya mas bisa balik ke sana gimana?" Ancam Brian membuat Zara menarik tubuhnya menjauh dari dada Brian.
"Nggak mungkin, mas aja dingin siapa juga yang mau sama mas. Aku tuh cuman pengin tahu kalau aku sebenarnya cinta mas yang keberapa?" Zara bersidekap kesal menatap ke depan melihat beberapa anak muda berpacaran.
Padahal mereka semua hanya berpacaran tapi gayanya sok kayak udah nikah tapi dilihat juga romantis. Dari pada Zara sendiri yang udah tunangan bentar lagi nikah malah nggak ada romantis romantisnya. Memang kalau bumbu cinta biasanya berada di rumah.
"Lihatin apa kamu?" Tanya Brian menatap anak muda yang lagi berpegangan tangan dengan ria.
"Huft..lihat apa lagi selain keromantisan mereka?" Tanya Zara balik mengedikkan bahunya.
__ADS_1
"Mau mas jadi romantis?" Tanya Brian membuat kepala Zara mendongak menatap balik Brian yang kini tengah tersenyum.
"Ngapain senyum senyum?" Judes Zara. Yang jelas gadis itu tidak mau kalau Brian dilihat cewek lain dengan kategori cowok romantis. Maunya di rumah aja yang lihat cuman Zara doang.
"Mau es krim nggak. Mas beliin?" Tanya Brian setelah mengetahui ada abang es krim di ujung taman.
"Mau sich..tapi rencana dietku gagal dong?" Lesu Zara karena memang rencananya dia mau diet biar lebih ramping saat pernikahan mereka.
"Kali ini aja nggak papa." Bujuk Brian.
"Tapi aku gendutt!" Elak Zara.
"Kamu gendut aku suka lebih berisi dan nantinya mas nggak bakalan dihujat saking dikatain 'punya istri cantik bukannya dijaga malah nggak dikasih makan,' begitu. Apa kamu mau mas dihujat habis habisan?" Tanya Brian.
"Nggak. Ya udah beliin yang rasa strowberey vanilla yah mas. Tapi abang es krimnya jauh.." Zara menunjuk abang es krim yang sedang melayani beberapa anak kecil.
"Mau mas gendong?" Tanpa dijawab Brian langsung saja menggendong tubuh Zara dan membawanya berlari agar cepat sampai di abang es krim.
"Issh mas malu maluin!" Bisik Zara di telinga Brian membuat kekehan Brian muncul.
"Ish gombal!" Zara menepuk bahu Brian kesal sedari perjalanan banyak yang 'cici cuit' kayak manuk [burung] aja.
"Kan kenyataannya gitu..aku tulus sama kamu melebihi ruang dan batas!" Ujar Brian mengedipkan satu matanya ke arah Zara.
"Aduh neng gelis punya pacar yang jago ngegombal yah?" Sahut abang es krim dengan semangat setelah memberikan es krim kepada anak kecil berambut kuncir.
"Gimana mau punya satu nggak kayak mereka?" Goda Brian langsung mendapat tatapan tajam dari Zara.
"Oh udah nikah yah neng sama masnya?" Tanya abang es krim dengan semangat.
"Belum mang, kalau Brian sih maunya cepet nikah tapi dia nih yang bikin kesel nunda nunda terus." Bisik Brian kepada abang es krim dan mereka tertawa meledek Zara bersama.
"Haha, udah neng nggak papa nggak usah malu malu atuh..mamang juga pernah kok kayak masnya..nggak sabaran nikah haha."
"Mang aku es krimnya yang strowberry campur vanilla chocolato yah mang..banyakkin!" Peringat Zara diberi jempol oleh mamangnya.
__ADS_1
Setelah menerima itu Brian menyosor es krim Zara dengan santai. Sampai sampai belepotan di area bibir.
"Enak banget nyolong yah kamu!" Kekeh Zara yang langsung saja menghabiskan es krimnya.
"Mau ke kantor sekarang aja nggak?" Tawar Brian.
"Ck. Males ah mau tidur ngantuk mas." Ujar Zara.
"Gimana kalau nginep aja di rumah mas?" Tanya Brian membuat mata Zar melotot.
"Ya udah ayo ngantuk banget tahu!"
***
"Gimana mau aku bangunin jam berapa?" Tanya Brian yang sekarang sedang menemani Zara tidur. Dia duduk di samping ranjang menatap Zara yang merem melek terus.
"Terserah mas ah!" Lesu Zara berbalik badan membelakangi Brian yang menatapnya halus. Takut khilaf Zara jika tiba tiba jiwa sasaengnya muncul.
"Hm, tidur aja yah lagian masih jam 8 pagi kok tidur!" Brian mengelus rmabut Zara sebelum mengecup dan meninggalkan Zara di dalam kamar agar nyaman.
Brian turun ke bawah dan menemui beberapa pembantu di sana. Mengatakan bila mereka harus menjaga ketat Zara lalu merawatnya jika tiba tiba bangun. Karena Brian ingin pergi sebentar.
"Tolong jaga Zara sebentar tenang saja jika ada musuh pasti musuhnya tidak bisa masuk ke sini. Karena semua sisi rumah ini sudah dikelilingi para pengawal elite dari pihak dalam."
"Baik Tuan Arnando." Patuh mereka membungkuk memberi jalan kepada Brian lewat yang ingin pergi ke suatu tempat.
TBC
**Maaf kalau pendek karena jadwalnya mepet.
Bonus foto Zara X Brian**:
Bonus Foto Juna X kekasihnya:
__ADS_1