
Happy Reading ya readerss♡
Jangan lupa kasih jempolnya👍
Biar makin mantul bacanya🙇♀️🙇♂️
Oke thanks you all yang udah like + rate🙏
°~°
Saat ini Brian sedang melonggarkan dasinya di jam dua siang. Dia sudah mengelarkan pekerjaannya untuk setengah tahun ke depan hingga dia punya waktu untuk mengurus Zara.
Memang rencana adalah prinsip utama seorang Brian sebagai presdir perusahaan terbesar pertama di Indonesia. Tak jarang pula banyak wanita yang ingin mendekati Brian di kantornya.
Namun, seperti biasa Brian akan mengusir wanita itu dari kantor bahkan memblokir semua kantor untuk tak menerimanya bekerja lagi nantinya.
Brian menyenderkan kepalanya santai ke belakang lalu memutar kursi kebesarannya mengahdap kaca besar di belakangnya.
Dia melihat beberapa gedung yang tinggi namun tak seperti miliknya yang menjulang tinggi hingga ke langit. Lantai perusahaannya bahkan sampai lantai 50 lebih.
#fantasi bangt anjir😶
"Bapak boss!" Gebrak seseorang dari pintu yang membawa dokumen lagi dan lagi, dia adalah asisten baru Brian, Juan.
Yang sebentar lagi menikah dan tidak jadi memakan nasi dan garam. Dasar aneh sekali kalau mereka memakan garam.
Biodata Juan:
Seorang anak blesteran dari Asia dan Eropa yang dibesarkan di Indonesia. Ibunya adalah orang Asia yang tak secara langsung bertemu dengan ayahnya yang asli bangsawan dari Eropa Inggris.
Juan bertemu dengan Brian saat masih kecil umur mereka berbeda satu tahun lebih muda dari Brian. Mereka menjadi sehabat baik saat kedua orang tua Juan hendak menitipkan Juan ke neneknya.
Hingga ibu Juan meninggal keracunan karena ada yang iri dengan posisinya. Lalu ayah Juan menikah lagi yang membuat Juan membenci ayahnya. Yang memilih ibu tirinya yang jahat selalu mengadu domba Juan.
Tapi ayah Juan selalu menyayangi Juan hingga ayah Juan tak mau mempunyai anak lagi. Sekarang Juan sudah mandiri dan terbebas dari kediaman di Inggris lalu pindah ke sini memilih menetap di sini.
"Hei itu untuk besok! Memangnya aku akan pergi satu tahun?" Cerca Brian menghela nafas kasar menatap manik bodoh Juan.
"Hah bos? Bukankah..."
"Biarkan itu di atas mejaku. Aku pulang sekarang," dan Juan hanya mengangguk patuh meletakkan kertas yang menumpuk itu di meja bosnya.
Astaga, bahkan Brian harus menyelesaikannya yang setahun kemudian?
"Mau kemana bos?" Tanya Juan menatap bingung bosnya.
"Juan kau sehabatku bukan? Kenapa kau jadi bloon?" Gaduh Brian bertanya pada Juan yang hanya tersenyum melihatnya dari belakang.
"Hei sobat, kau tahu aku mempunyai bos yang dingin itu sangat menyebalkan!" Desah Juan berkomentar tentang bosnya dan juga sobatnya, Brian.
Brian hanya mampu mengulum senyum sebelum meninggalkan ruang kebesarannya bersama dengan Juan di sana. Brian memutuskan untuk menunggu Zara di kampus.
Mungkin sebentar lagi Zara akan keluar dari kampus kalau belum keluar juga pasti Brian akan melakukan hal yang ekstrim. Brian mengendarai sebuah mobil sport lainnya yang berwarna hitam transparan.
Mungkin jika sudah sampai di sana para siswi akan berkumpulan melihat siapa yang datang. Orang kaya pasti tampan bukan?
__ADS_1
Kenapa setiap orang kaya mereka mempunyai seseorang yang tampan dan gagah memakai kekayaannya?
#huft... author curhat:v
Setelah sampai si kampus Zara ternyata memang benar banyak orang yang bergosip siapa yang memiliki mobil mewah tersebut. Namun, di antara mereka tak terdapat Zara.
Mata Brian tak kunjung menemukkan wajah cantik gadis itu di mana-mana. Akhirnya Brian memutuskan untuk turun dari mobil.
Semua mata mahasiwsi di sini semuanya menatap penuh harap jika pria ini akan menjemputnya pulang.
Brian dengan sok ganteng ups, emang ganteng sih bukan sok ganteng:v berjalan santai memakai kacamatamya tak luput ponsel couple Brian bersama Zara.
Brian sudah mengaturnya... jika ponsel Zara dan miliknya bertemu maka ujung lampu di sudut hp akan menyala sesuai warna pasangannya.
Jika ponsel Zara berwara pink maka ponsel Brian akan memiliki lampu dengan warna tersebut.
Brian menyetelnya kemarin malam, memanfaatkan keadaan Zara saat tertidur pulas mengutak-atik sedikit ponsel Zara dan miliknya.
Sebelum akhirnya dia ditarik oleh Zara dan digenggam erat oleh Zara sampai dia juga harus tidur seranjang dengan Zara.
Tapi untung, Brian lelaki sejati hanya menyentuh ketika sah.
"Dimana dia?" Gumam Brian masih setia berjalan menelusuri lorong kampus ini. Ketika ponsel Brian berdering tanda lampu menyala.
Brian cepat-cepat mengedarkan pandangannya. Lalu barulah dia menangkap sosok gadis mungil itu.
Dengan perasaan senang Brian hendak berjalan mendekat sebelum ada satu lelaki berambut hitam emas yang sedang berbicara dengan Zara.
Brian menghentikkan langkahnya dekat dengan mereka supaya Brian tahu apa yang sedang mereka bicarakan.
Namun tiba-tiba Zara membalikkan badannya meninggalkan pria itu dan membuat tubuh Brian refleks bersembunyi.
"Gue bakal marah sama dia..." brak!
"Siapa sih?!" Decak Zara kesal sebelum menatap Brian yang tengah menyangga tubuh Zara supaya tak jatuh ke lantai.
Brian hanya tersenyum tipis melihat ekspresi terkejutnya yang Zara tunjukkan.
Sedikit cerita Zara menabrak Brian dan dengan cekatan Brian menahan tubuh Zara supaya tak benjol nantinya di kepala. Lalu menyalahkan Brian karena berdiri si sini seperti patung.
"Lho Brian?" Gumam Zara bingung sebelum memutuskan untuk melepaskan tangan Brian dari kedua bahunya.
Brian hanya menarik tangan Zara keluar dari kampus ini dan meminta Zara untuk naik ke mobil.
Zara yang masih dengan raut kesalnya memuncukan bibirnya ke depan sambil bersidekap tak mau menatap Brian.
Dasar orang dingin yang aneh!
***
"Aaa Zara, mommy kangen... uwu!" Dari sebrang terdengar suara cempreng khas emak-emak tepatnya mommy Agaist, mommy-nya Zara.
Zara yang menyesal karena memberi tahukan nomor ponselnya yang baru kepada mamanya yang cerewet.
"Apa kabar sayang? Kok diem aja?" Tanya Agaist dari sebrang khawatir.
__ADS_1
Sedangkan Zara hanya terpaksa tersenyum lalu mendesah pelan menghembuskan nafasnya berat. Sudah cukup pertengkarannya dengan Rey hari ini.
Dan ditambah lagi dengan pertikaian baru antara Brian dengannya. Dan sekarang apakah harus ditambah lagi dengan bertengkar seperti tom and jerry bersama ibunya?
"Tidak apa-apa mom, cuman kepikiran mommy mau bawa oleh-oleh apa kalau pulang. Yang banyak yah!" Semangat Zara meminimalisir terjadinya perang ketiga dengan mommy-nya.
"Ya ampun mom kira ada apa kenapa diem mulu, ternyata oleh-oleh. Kalo soal itu mah gampang mau mom beliin mobil, Hp, Rumah, Apartemen, Atau dress, Atau perhiasan, Atauuu...." sebelum mommy menuntaskan ucapannya.
Seseorang mengetuk pintu kamar Zara. Dia Brian, dia membawa sepiring nasi goreng dan juga jus strawberry susu kesukaan Zara.
Aaah, Brian sangat tahu apa yang bisa membuat Zara mampu tersenyum lagi padanya. Namun, mommy yang mendengar suara familier itu hanya diam saja.
"Mm... saya bawa ini nona..." ucap Brian mendekat. Namun, langkahnya terhenti ketika suara Agaist tertawa keras menusuk telinga Zara tembus ke telinga Brian.
Brian yang melotot hanya bisa menahan malu di hatinya karena berpura-pura menjadi bodygard tunangan sendiri. Pasti Agaist tertawa karena dia memanggil Zara nona...
Brian masih mematung di tempat sebelum tawa Agaist melambat menjadi kekehan kecil. Sungguh, nanti kalau Agaist pulang pasti Brian akan malu untuk melamar Zara. Huft...
"Bukankah itu Brian, zara?" Tanya Agaist masih terkekeh di sebrang.
Sedangkan yang ditanyai malah asyik melongo menatap lapar sebuah piring nasi goreng dan jus strowberry-nya.
Cepatlah ke sini makanan, bunda lapar ingin makan kalian dengan pelan-pelan menikmati rasanya.
Setelah lama Brian mencoba melupakan hal itu, dengan melihat Zara memandang lapar makanan buatannya saja sudah menjadi tenang.
Karena pasti Zara lapar saat ini. Zara pun memutuskan panggilannya secara sepihak dan tak menjawab pertanyaan yang ditanya oleh mommy-nya.
Dan memilih membawa Brian ke balkon. Untuk menikmati makanannya di balkon sangatlah segar dan akan nikmat.
Zara mengisyaratkan Brian untuk duduk di depannya saat makan. Zara tidak enak kalau yang masak tak melihat makanan buatannya dimakan lahap.
Brian hanya menurut lalu tangannya ia senderkan di meja menumpu dagunya menatap lurus Zara yang sedang bingung ingin memilih jus atau makan dulu?
Ah, mata Brian menangkap manik binar Zara saat pilihannya jatuh pada minuman favoritenya.
Sebenarnya Brian tak tahu apa makanan favorite atau bahkan minumannya. Karena sebelum membuat itu Brian bertanya dulu pada chef di dapur tentang apa kesukaan Zara saat makan.
Dan karena sudah malam, dari pada membuat autum Brian memilih nasi goreng yang cocok untuk dinner.
"Maaf," gumam Brian masih menatap Zara lurus hingga Zara melirik Brian yang juga sedang menatapnya.
TBC
Terima kasih telah memberi jempol👍
Dan kalau dibaca juga semoga terhibur👌
Juga ini udah aku revisi...
Semoga aja minim kesalahan oke doakan aku menurut kepercayaan masing-masing...🙏
Luv kalian readerss♡
Bonus Foto Brian:
__ADS_1