
Happy Reading ya readerss♡
Jangan lupa kasih jempolnya👍
Biar makin mantul bacanya🙇♀️🙇♂️
Oke thanks you all yang udah like + rate🙏
°~°
"Kenapa Zara bisa kenal sama pak presdir?" Tanya Fania yang masih bingung dengan kelakuan bosnya. Kenapa menjadi lentur begitu sikap bos. Biasanya juga kejam memberi lembur yang panjang pada para pegawainya. Dan lihatlah sikap lembutnya terhadap Zara.
"Sepertinya teman kita, Zara. Telah menaklukkan gorila kantor ini..." ceplos Angga, kekasih Fania dari SMA. Dia adalah siswa yang cerdas saat di SMA. Namun sepertinya untuk masalah hati harus belajar lagi dan lagi.
"Yah, dia menaklukkan bos kita. Dan kenapa bos masuk ke ruangan manager?" Tanya Fania kepo lagi setelah melihat bosnya yang dingin itu tadi memeluk Zara erat.
"Kayaknya sih si bos mau kasih suprise buat Zara?" Tumben banget bibir pria ini ada logika cintanya. Biasanya kalau diajak ngomong hal yang serius kayak hubungan bisa rumit bahasnya.
***
"Hati-hati dong jangan sampai kepedasan. Mau minum cola lagi nggak?" Tawar Brian bangkit berdiri hendak mengambil minuman untuk Zara yang saat ini tersiksa dengan tingkat kepedasaannya. Padahal baru satu bungkus saja sudah begini apalagi 10 mie samyang?
"Susu aja mas yang manis. Kalau ada permen mau dong satu." Kekeh Zara menego pilihannya dan membuat Brian menggelengkan kepalanya pelan.
"Sebentar...".
Saat Brian keluar ruangan. Di depan ruangan sudah ada wanita yang bertubuh tinggi mempunyai dress CC terbaru dan bag terbaru dari brand. Ada apa dia ke sini?!
"Kenapa kau di sini." Tanya Brian acuh dan tetap berjalan mengarah ke dapur. Sang gadis tidak putus asa... dan memilih mengikuti Brian dari belakang. Brian yang merasa diikuti ingin sekali membentaknya. Tapi, ingat dia anak dari koleganya si sini.
"Susu manis dan permen coklat..." tidak fokus dengan apa yang Brian lakukan, Belle memanfaatkannya untuk mengecup pipi Brian. Betapa langkanya momment ini...
Seketika tubuh Brian meremang tak bergeming menatap lurus manik Belle. Keterlaluan, sudah berani mengacau di kantor Brian. Brian bangkit berdiri dan mengintimidasi mata biru lawannya. Berharap ada kelemahan di sana.
Tangan Brian tidak bisa dihentikkan untuk tidak mencekik leher wanita yang barusan berani menciumnya. Tidak segan-segan kepada wanita Brian berperilaku kasar. Karena pada dasarnya wanita tidak akan pernah menyerah kalau tidak digertak.
__ADS_1
Sungguh hanya wanita yang boleh dikejar dan pria normal yang mengejar. Bukan sebaliknya merendahkan sikap seorang pria. Brian juga melakukan hal yang gantle kepada Zara. Mengejar wanita bukannya dikejar wanita.
"Jangan dekati aku lagi. Atau kau akan tahu akibatnya!" Gertak Brian melepas cengkramannya di leher Belle. Dengan sekali lepas Belle menghirup oksigen sebanyak-banyaknya dan bersimbah duduk di lantai ketakutan karena gertakan Brian tadi.
"Jika sampai aku melihatmu di sini lagi. Aku akan memecatmu, bukankah kau manager design? Bagus kekasihku bisa menggantikanmu untuk pekerjaan sepele itu." Brian meninggalkan Belle di tempat dengan tersenyum senang akhirnya dia bisa menyingkirkan wanita ****** itu dari hidupnya.
"Brengs*k!" Kesal Belle menggenggam erat tangannya dan memancarkan aura kemarahan. Matanya yang berubah menjadi merah padam dan beberapa buliran air mata yabg ia keluarkan. Merelaxkan nafasnya dan amarahnya bersamaan.
"Brian Arnando Stevian! Kau akan membayar mahal atas apa yang kau lakukan hari ini padaku!!"
***
"Buruan mas..." racau Zara yang dari tadi menunggu Brian lama. Menahan pedasnya mie samyang yang dia tahu mie itu tidak begitu pedas saat dia melakukan vlog-nya. Tapi sekarang berbeda.
'Sial, lambungku lemah!' Gerutu Zara dalam hati. Segera ia meminum susu vanilla yang Brian berikan dengan satu kali teguk sebelum memakan permen coklatnya.
"Yang bener dong sayang..." ujar Brian mengusap punggung Zara.
"Udah mas makan aja tuh awas nanti kalau nggak habis bakalan makan itu 100 kali!" Ancam Zara membuat Brian susah menelan salivanya. Entah apa rasanya hingga Brian harus menghabiskan semuanya.
"Iya, pasti makanan kamu enak..." lalu setelah itu Brian memasukkan satu sendok full pasta sayur ke dalam mulutnya. Dan rasanya tidak sesuai ekspentasi. Di luar dugaannya, rasanya seperti...
"Mas, mas nggak lupa kalau mas dulu buat aku harus makan sup sayuran kan?" Tanya Zara membuat Brian berkeringat dingin. Apa yang harus dia lakukan sekarang.
"Tentu dong... mas akan memakannya dengan lahap. Tapi nanti ada yang mau mas tunjukkan sama kamu... dan bersiaplah dari sekarang di rumah." Bujuk Brian terpaksa melakukan itu dan menyelamatkan nyawanya dari pasta sayuran.
"Haaa... gitu yah? Ya udah Zara pulang dulu yah mas jangan lupa ntar malem mas udah janji!" Zara merapihkan pakaiannya dan memberikan bungkus samyang-nya kepada Brian. Brian menatap itu heran bergantian dengan arah mata Zara.
"Sayang?" Tanya Brian masih belum paham.
"Buangin..." kekeh Zara membuat Brian mengambil bungkus itu dengan berat hati. Sabar dia wanita yang kau cintai Brian. Berperilakulah gantle padanya.
"Perlu mas antar tidak?" Tanya Brian menawarkan diri.
"Hm, nggak usah habisin itu aja mas. Aku sama supir kok." Ucap Zara membuat hati Brian lega. Jadi dia hanya perlu mengajak Zara kencan nanti malam kan?
__ADS_1
"Ya udah hati-hati..."
"Hm dadah mas aku pulang dulu yah..."
***
"****, siapa perempuan jal*ng itu. Kenapa bisa sedekat itu dengan Brian?!" Tanya Belle melihat adegan saat Zara mengecup pipi Brian. Dia marah saat ini. Tadi saat di dapur Brian mencekiknya habis-habisan. Dan sekarang mata Belle dibuat merah lagi karena amarahnya.
Dia harus melakukkan sesuatu pada perempuan itu. Kalau tidak maka jangan katakan dia Belle Bulter dari Keluarga Bulter terhormat.
"Nantikan saja jal*ng!" Kekeh Belle pergi dari sana secepat mungkin. Dasar hatinya sudah dibuat hancur oleh Brian dan sekarang Zara yang membuat dirinya seperti diinjak-injak karena meremehkan Belle tidak bisa melelehkan Brian.
"Memang pasangan yang cocok!" Smirk Belle berjalan lurus keluar dari kantor segera. Sebelum perempuan itu mengetahui kalau Belle sempat mengintip jendela kantor manager.
"Demi perempuan jal*ng itu Brian menurunkan jabatannya sendiri? Huh Brian, jangan salahkan aku jika perempuan itu menjadi mangsaku...!" Gumam Belle yang sudah sangat bertekad menghancurkan hubungan Brian dan Zara. Dia akan balas dendam dan merebut Brian dari tangan Zara. Perempuan jal*ng!
"Kita ke mana nona?" Tanya supir Belle.
"Ke mansion Farhan!" Jawab Belle cepat memamerkan smirknya menatap perusahaan besar yang dipimpin oleh Brian. Ingatlah Brian Belle Bulter akan balas dendam padamu.
TBC
Terima kasih telah memberi jempol👍
Dan kalau dibaca juga semoga terhibur👌
Juga ini udah aku revisi...
Semoga aja minim kesalahan oke doakan aku menurut kepercayaan masing-masing...🙏
Luv kalian readerss♡
Bonus fashion Zara:
__ADS_1
Dan yang ini foto Belle Bulter: