Zara Mahesti

Zara Mahesti
Ep.2 Perpisahan Menyakitkan


__ADS_3

Happy Reading ya readerss♡


Jangan lupa kasih jempolnya👍


Biar makin mantul bacanya🙇‍♀️🙇‍♂️


Oke thanks you all yang udah like + rate🙏


°~°


"Gimana Zara? Udah siap apa belum?" Suara Mommy Zara yang cute melengking memekik di seluruh lorong rumah ini.


"Bentar!" Jawab Zara dari dalam kamar. Agaist dibuat geleng-geleng anaknya sungguh sangat lambat ketika berdandan.


Memangnya dia mau ke kondangan apa dandan berjam-jam dari Zara pulang sampai mau pergi juga belum selesai-selesai.


"Buruan, pesawat daddy sama mommy hampir landas!" Serang Agaist dari luar kamar Zara.


Yang membuat Zara terus-terusan berdecak kesal kemudian terdengar kunci yang dibuka dan muncul lah Zara dari sana.


"Ya ampun kamu cantik banget..." gemas Agaist sebelum mencubit pipi cubby milik Zara. Zara dengan ekspresinya saat ini sangat lucu menurut Agaist.


Sedang dicubit malah cemberut, bikin pengin nyubit lagi dan lagi. zara pun menepis tangan mommy-nya lalu berjalan mendahului keluar rumah.


Saat keluar rumah, Zara segera memasuki satu mobil limosin milik daddy-nya. Siapa tahu ada daddy-nya Zara di dalam.


Zara mendudukkan bokongnya persis di samping Firmam yang sedang dalam mode serius. Maksudnya mode kerja memangku laptop lalu memasang alat komunikasi di telinganya.


Agaist langsung ikutan mendudukkan bokongnya di sebelah suaminya persis berbentrokkan dengan putrinya. Zara yang masih kesal memilih memainkan ponselnya membuka aplikasi ig miliknya.


Jari Zara yang lentik menekan tombol potret setelah berpose piss dua jari di samping matanya bergaya imut. Setelah itu Zara mengirimkannya untuk dipost ke ig.


zaramahesti_dewicntk:



#Jalanbarengsamamom&dad♡


Like |23.792


Comment |17.540


Barett.com:


Jalan ke mana unnie??


Jokerture:


Ke mana nih??


Hugo_44:

__ADS_1


Liburan ajak gue kak Zara...


Bctpalingtop:


Berisik semua, dia tuh tukang pamer:v


Faressa56:


@Bctpalingtop: Diem lu coro bunting! udah hamil malu-maluin aja.


Begitulah kilasan senyum Zara mengembang melihat beberapa komen yang menurutnya sangat lucu.


Pamer? Nggak kok, Zara hanya ingin kalau semua orang tahu Zara sedang bersama kedua orang tuanya yang biasanya tidak ada di samping Zara.


Bukannya bermaksud pamer, mungkin ini lah yang disebut neraka dilahirkan sebagai putri terkaya di negara.


***


"Hati-hati mom & dad..." kata Zara mengulum senyumannya. Hingga sang mommy membendung air matanya memeluk erat putri kecilnya yang sudah besar.


Dulu dia menuntun tangan mungil putrinya untuk berlatih berjalan. Saat ini dia sudah pantas untuk digandeng orang lain.


Mommy-nya berharap Zara lulus dengan flying color. Dan juga mendapat mantu idaman bagi mereka.


"Huhu pengin nangis kan jadinya!" Ujar daddy Zara sebelum ikut mendusel ke sela-sela keduanya.


Hingga mereka tertawa bersama menikmati perpisahan sementara antara ayah, ibu, dan anak. Zara sangat bersyukur atas apa yang ia dapat sekarang...


Dia akan terus berusaha semaksimal mungkin berdiri di puncak. Zara bermimpi ingin menjadi wanita karier.


'Usaha takkan menghianati hasil.'


"Baiklah bye-bye mom & dad," teriak Zara sebelum melayangkan tangannya ke atas berpose terbang.


Hingga kedua orang tuanya sudah tak terlihat terhalang batas tembok bandara ini. Zara mulai menitihkan air matanya pelan.


Sebenarnya ini perpisahan sampai Zara lulus nanti. Tapi tidak masalah bagi Zara. Gadis itu yakin jika dia bisa melewati ini semuanya dengan lancar.


"Maaf nona, mari saya antar anda kembali ke rumah..." kata seorang kepala pelayan yang berdiri tepat di belakang Zara.


"Yah pak, kita lihat dulu sampai mom & dad naik dan terbang pakai pesawat di sini sebentar."


Seperti mengerti kepala pelayan hanya mengangguk pasti pada nona-nya yang sedang bersedih. Padahal baru pertama kali bertemu daddy-nya gadis itu sudah kembali dipisahkan.


Pasti sedih bukan? Kenapa hidup sang gadis kecil seperti ini. Bagai bunga yang tidak mudah didekati namun ditinggalkan begitu saja.


Semoga saja setelah orang tua nona-nya kembali mereka akan terus berkumpul sekeluarga di tanah air. Kepala pelayan hanya mampu menundukkan kepalanya.


"Huft... mom & dad udah pergi, ayok kita juga pergi pak," senyum Zara meski masih ada beberapa buliran air mata di sela matanya.


Kepala pelayan langsung menunduk sopan takut menyinggung perasaan nona-nya. Jadi, pesawatnya sudah terbang yah?

__ADS_1


"Baik nona, mari..." sopan kepala pelayan seraya mengikuti Zara dari belakang.


***


"Dad, aku kasihan sama putri kita... apa cukup hanya 10 pengawal elite bersenjata profesional saja?" Ujar Agaist mengatakkan apa yang ada di hatinya.


"Hufft... tenang saja. Mereka semua berpengalam lagi pula para sniper juga jago menembak jadi Zara, putri kita. Akan aman di tangan mereka." Balas Firman menenangkan istrinya.


"Tapi aku masih khawatir dad... bagaimana kalau suruh saja 'dia' yang akan menjaga Zara dari dekat?" Ide istrinya kini mulai menajam.


Benar juga, 10 pengawal elite tidak akan mampu menyerang musuh jika musuhnya berada di dekat putrinya.


"Baiklah aku akan segera telfon 'dia' jika kita sudah sampai di tempat tujuan sayang..." Firman kembali fokus pada pekerjaannya.


"Kita kan mau bulan madu jadi nggak usah lah kamu ngurus pekerjaan begitu lagi pula ini di pesawat kan dad?!" Kesal Agaist bersidekap menatap jendela.


"Aaah, kau ini sungguhan ingin membuatkan adik untuk putri besar kita?" Kekeh Firman menutup laptopnya pelan dan meletakkannya sembarang.


"Yah, kasihan Zara dad. Masa iya kita punya satu anak doang?" Masih dengan mode ngambek.


"Iya-iya dad masih kuat kok kita aja nikah muda masih bisa punya ganda kan mom?" Rayu Firman menduselkan kepalanya di leher istrinya.


"Hm kau benar suamiku..." saat mereka hendak melakukan tindakan intim.


"Maaf? Anda ingin minuman apa?" Senyum seorang pramugari cantik di samping Firman.


"Hih ganggu banget sih mbak?" Kesal Agaist pelan dan lirih.


"Lha, Karina?" Ternyata Firman mengenal pramugari cantik ini? Padahal Agaist lebih cantik darinya dan muda dari pramugari ini.


Kenapa juga ada pramugari setua dia?


"Ohh, Bapak Firman?" Bah membosankan sekali bagi Agaist untuk melihat suaminya genit-genit di usianya yang tidak lagi muda.


"Haha, ternyata ketemu anda di sini yah. Silahkan mau minum apa?" Tanya sang pramugari tersenyum senang menawarkan berbagai minuman untuk mereka.


"Aku coca cola aja dad," jutek istri Firman. Aduh apa lagi yang harus Firman lakukan pada istrinya ini yang cemburuan?


"Oke satu coca cola dan satu wine merah makasih." Cuek Firman yang lebih mementingkan istrinya yang ngambek. Alamat dia tidak dapet jatah nanti.


"Ini dia minumannya... kalau cemilan?" Tawar sang pramugari lagi.


"Tidak terima kasih," cuek Firman.


TBC


Terima kasih telah memberi jempol👍


Dan kalau dibaca juga semoga terhibur👌


Juga ini udah aku revisi...

__ADS_1


Semoga aja minim kesalahan oke doakan aku menurut kepercayaan masing-masing...🙏


Luv kalian readerss♡


__ADS_2