Zara Mahesti

Zara Mahesti
Ep.16 Piknik


__ADS_3

Happy Reading ya readerss♡


Jangan lupa kasih jempolnya👍


Biar makin mantul bacanya🙇‍♀️🙇‍♂️


Oke thanks you all yang udah like + rate🙏


°~°


"Waah kamu kuat juga yah Brian?" Kekeh Zara yang saat ini berada di gendongan Brian.


Sebenarnya Brian sudah menebak hal ini akan terjadi karena Zara memakai high heels.


Dasar Zara orang yang keras kepala!


"Senang heh...?!" Sindir Brian yang membuat Zara merangkulkan tangannya ke leher Brian.


"Hehe senang! Aku tak menyangka pria tua sepertimu kuat juga," kata Zara menggoncangkan kakinya.


"Hey berhentilah bertingkah seperti anak kecil," Brian menghentikkan langkahnya dan menatap Zara aneh.


Iya, semenjak tadi pagi Zara selalu saja tersenyum tanpa henti. Entah apa yang ada di pikiran bocah kecil itu.


"Hm, kenapa kau tidak suka?" Tanya Zara masih mengayun-ayunkan kakinya membuat Brian kewalahan.


"Suka, tapi kau sudah dewasa Zara..." gumam Brian masih setia menggendong Zara.


"Dulu aku dan keluargaku termasuk sepupuku ke sini walau ini pegunungan tapi ada danau kecil. Di ujung danau,


ajaibnya menjadi tempat air terjun. Dulu ingin sekali mandi dengan Dias tapi mom and dad nggak ngizinin." Cerita Zara.


"Hm, kau tak ingin turun?" Tanya Brian berhenti tepat di depan pohon rindang.


"Ah, sudah sampai yah?" Tanya Zara langsung turun dari gendongan Brian.


"Awww segar sekali..." Zara rentangkan kedua tangannya menghadap danau yang persis di depannya.


"Hm, indah bukan?" Tanya Zara masih memejamkan matanya meresapi udara sejuk di sekitarnya.


Bukan jawaban yang Brian berikan tapi sebuah pelukan hangat dari belakang tubuh Zara. Brian menghirup aroma lily dari rambut Zara, sudah kecanduan dengan aromanya.


"Kau... kau apa-apaan sih?" Elak Zara berusaha melepas lengan Brian yang berada melingkar tepat di perutnya. Namun, usahanya sia-sia karena tangan Brian tak bergerak sedikit pun.


"Sebentar saja..." bisik Brian memejamkan matanya memangku dagunya di bahu kanan Zara. Jujur yang Zara rasakan adalah kenyamanan.


Sudah lama Brian memangku dagunya di bahu Zara, namun pemiliknya tidak juga mengangkat dagu kokoh tersebut.


"Hey, kau mau sampai kapan memelukku begini? Dasar bodygard kurang ajar yah..."


Cup.


Pipi Zara memerah semu saking kagetnya ketika dia menengok Brian, tiba-tiba Brian mengecup bibirnya sekilas. Itu sudah cukup membuat jantung Zara rasanya berkeliling di dalam perut.


"Hm, bodygard? Aku ini tunanganmu Zara..." gumam Brian lirih. Namun Zara bisa tetap mendengarnya karena dia seekor kelinci kecil.

__ADS_1


"Apa kau sedang menyatakan rasa sukamu pada majikanmu?" Kekeh Zara pelan melepaskan lengan Brian. Lalu menghadap Brian.


"Menurutmu?" Tanya Brian balik mengangkat satu alisnya.


"Aissh jika kau suka padaku tak apa aku takkan melarang tapi jika aku tak suka padamu jangan patah hati--"


Cup.


"Mmphh... Bri..an.." desah Zara karena Brian kembali mengecup bibirnya kali ini bukanlah kecupan namun lumatan demi lumatan Brian layangkan untuk bibir ranum Zara.


"Bria...nnh..mmmm.." tanpa sadar Zara mengalungkan tangannya di leher Brian. Begitu juga dengan Brian yang memeluk erat pinggang Zara untuk memperdalam ciuman mereka.



Kicauan para burung membuat kebisingan dimana-mana. Namun mereka berdua tidak terganggu sama sekali.


Saat matahari menyinari mata Brian barulah ciuman itu terhenti. Membuat mereka menghela nafas berat dan ngos-ngosan.


"Haa..h... Brian dasar berandal...hah...hh" racau Zara menenggelamkan wajahnya di dada Brian.


Malu sendiri kenapa dia bisa ikutan menikmati lumatan Brian di dalam mulutnya?


'Ciuman pertamaku, dasar pria tua berandal!' Batin Zara merona di balik dada Brian.


"Aku menyukaimu, lalu siapa yang berani merebutmu dariku Nona Zara?" Brian menjauhkan dadanya dari wajah Zara.


Hingga Zara menampakkan raut muka yang merah merona dengan nafas yang berantakkan.


"Jika kau menyukaiku dan aku tidak menyukaimu bagaimana?" Tanya Zara menatap lurus Brian.


"Kenapa kau ikut berperang lidah denganku tadi?" Lanjut Brian langsung mendapat amukan tangan Zara di dadanya.


Brian terkekeh dan menjauhkan pukulan bertubi-tubi itu darinya sementara sebelum dia mencium bibir Zara lagi.


"Sudah cukup, kita ke sini mau piknik kan Brian?" Tanya Zara mnghentikkan bibir Brian cepat sebelum menyentuh bibirnya lagi.


Jika mereka berciuman akan sangat lama dia bisa menghirup oksigen lagi.


***


"Brian, kau punya pacar?" Tanya Zara menatap Brian sambil menyeruput jus strowbery-nya.


"Tunangan," jawab cepat Brian yang sama sekali tak melirik Zara.


Hati Zara sekarang rasanya terkoyak habis mendengar pernyataan itu dari Brian. Lalu apa arti ciuman tadi bagi Brian. Apakah hanya lelucon biasa?


"Cantik?" Tanya Zara menciba tenang dengan pikirannya.


"Hm, kau bisa meihatnya di hpku." Jawab Brian kini menatap mimik wajah Zara ingin menelisik apa yang ada di pikiran si kelinci mungil satu itu.


"Tidak sama sekali," jutek Zara mengalihkan pandangannya masih dengan jus strowbery-nya.


"Terserah padamu..." bisik Brian mendekat ke telinga Zara.


'Apa-apaan sih? Kenapa dia dekat-dekat," batin Zara kesal.

__ADS_1


"Lagian kau tahu siapa 'tunanganku' Zara..." kekeh Brian di depan wajah Zara persis.


Mata Brian tidak bisa jauh-jauh dari rasa candunya melihat bibir ranum Zara.


"Boleh aku cium lagi?" Tanya Brian menyentuh bibir Zara sensasional. Zara yang mendapat perilaku tak enak di hati pun menoyor Brian.


"Kau sudah punya tunangan tidak usah modus sama cewek lain!" Jutek Zara menepis tangan Brian.


Brian hanya terkekeh pelan tahu bahwa saat ini Zara pasti kesla padanya. Terlebih lagi bagaimana dia menyebut kata 'tunangan' tadi.


"Yakin nggak mau dideketin? Ya udah..." Brian menjauh dari tubuh Zara menjadi duduk di paling ujung. Zara yang melihatnya hanya melotot kesal.


'Cowok tua kampr*t!' Batin Zara terus memaki-maki Brian.


"Ish! Ya udah aku mau foto-foto aja." Ketus Zara bangkit berdiri dan berjalan pelan-pelan agar tidak tergelincir.


"Kanan-kiri-kanan-kiri-kanan-kiri terus jalan jangan sampai jatuh kanan...--"


"Mau jadi tentara?" Tanpa sepengetahuan Zara Brian ternyata ada di sampingnya kembali merangkul bahu Zara supaya ia bisa berdiri tegak dengan benar.


"Heh nyebelin!" Kikir Zara.


"Foto bersama aja yah?" Brian mengambil ponselnya dan memotret wajah mereka yang Zara yakini pasti jelek.


"Nggak, nggak itu hapus aku belum siaaap Brian!" Bukannya malah menghapusnya Brian menyimpannya dan mengunci gambarnya langsung dengan sidik jarinya.


"Ish kurang ajar banget!" Zara bersidekap namun tidak menolak jika Brian sedang memotret wajah mereka yang berbanding terbalik.


Brian dengan ekspresi tertawanya dan Zara dengan ekspresi cemberutnya.


"Wah bagus bisa aku cetak besar-besaran di dinding mansion?" Kekeh Brian sebelum Zara mengambil ponsel Brian dan membawanya kabur.


"Aaahahaha tangkap aku Brian!" Teriak Zara yang berlari kencang dan Brian berada di posisi terakhir. Brian hanya bisa geleng-geleng kepala melihat Zara bertingkah seperti anak kecil.


***


"Aaaah... seru yah piknik!" Seru Zara saat mereka bersiap pulang ke villa.


"Besok kita kemana yah? Kebun strowbery? Atau kebun teh? Atau taman bermain? Atau sawah? Aaaa penginn..." lanjut Zara yang membuat Brian gemas melihat aksinya barusan.


"Gimana menurut kamu Brian?" Tanya Zara tiba-tiba membuat Brian menoleh padanya.


"Kebun teh aja yang segar," Brian sama seklai tidak suka aroma manis dari buah strowbery walau setiap harinya membuat jus buah merah itu.


"Mmm oke!" Semangat Zara.


TBC


Terima kasih telah memberi jempol👍


Dan kalau dibaca juga semoga terhibur👌


Juga ini udah aku revisi...


Semoga aja minim kesalahan oke doakan aku menurut kepercayaan masing-masing...🙏

__ADS_1


Luv kalian readerss♡


__ADS_2