"Babysitter Cantik Idaman Paralelaki"

"Babysitter Cantik Idaman Paralelaki"
17


__ADS_3

"Tuan rangga "panggil suteng setengah berlari


"ada apa mba!"rangga menghetikan langkanya


"tuan disuruh menghubungi nyonya"


Rangga hanya menjawab dengan menganggukan kepalanya dan berjalan menujuh kamarnya.


sedangkan chika sudah selesai memandikan cheline. setelah itu dia kembali kekamarnya untuk membesihkan diri juga,setelah selesai dia berencana kembali ke kamar cheline. tapi entah kenapa dia ingin sekali bertemu mba suteng,akhirnya dia memutuskan pergi ke dapur


"lagi buat apa mba..."bejalan mendekati suteng


"lagi buati telur dadar "fokus dengan masakannya


"buat siapa mba?"


"buat tuan davit..."


"oooh"jawab chika singkat


"selesai...."


"boleh ngga aku yang antarkan mba"


"oke terima kasih ya chika"


"sama sama mba"tersenyum ke arah mba suteng


akhirnya chika sampai di depan pintu kamarnya davit,dengan perlahan chika pun memetok pintu.


tok..tok..tok


"tuan makanannya..."


davit membukakan pintu perlahan


"tolong taruin diatas meja mba"


"apa tuan sedang sibuk.."

__ADS_1


"iya aku banyak tugas "


"ada yang bisa saya bantu tuan "


"ngga ada terima kasih mba.."


"oke....."chika berjalan keluar dari kamar davit,dan kembali ke dapur menemui mba suteng yang sedang makan.


"mba lagi makan?"tanya chika "kok sendiri,mana pak supri???"sambungnya


"pak supri udah selesai makan tadi,kamu mau makan?"suteng kembali bertanya


"ngga mba, aku tadi udah makan."jawab chika


"kapan rina balik mba?"sambungnya


"katanya besok shi dia sudah ada"


"mbaaaa..mbaaaaa..mba suteng"panggil seseorang tidak lain rangga


"iya tuan."


"tolong bikinin aku kopi dong"


"aku di ruang kerja ya"


"iya tuan.."


kebiasan deh! suaranya ngga bisa di kecilin batin chika


"mba boleh ngga aku yang buatin,trus aku juga antarin."chika


"ngga usah biar mba yang bikinin ajah"


"ngga apa apa biar aku saja!"


"baiklah terima kasih ya chika,kamu baik sekali."


"sama sama mba "

__ADS_1


setelah selesai membuat kopi ala ala ,chika tersenyum melihat kopi yang dia buat.


dulu dia tidak di ijinkan untuk bekerja.jangankan bekerja, kedapur ajah ngga boleh sama papanya.alasannya dia masih kecil padahal saat itu chika sudah berumur 18 tahun ada ada saja alasannya.


"chika chika "berusaha menyadarkan chika dari lamunannya


"maaf mba,aku jadi melamun dhe"


"udah!! antari sana nanti di teriakin lagi"


"oke mba.."


kedua tangan chika memegang baki yang di isi dengan kopi dan beberapa camilan


"tuan kopinya.."


"masuk ajah ,aku ngga bisa berdiri nhi lagi sibuk"


bagaimana aku bisa buka pintu kedua tanganku memegang kopi dan cemilan ini chika


"maaf tuan ,aku ngga bisa bukain pintunya."chika menjawab dengan suarah bergetar


"dasar gangguin ajah nhi orang"rangga berbicara pelan agar tidak di dengar oleh chika.sambila berjalan untuk membuka pintu


"terima kasih tuan"


"taruh di situ ajah "menunjuk meja kerjanya dan chika melakukan apa yang di bilang rangga padanya.setelah itu dia pun berjalan menuju pintu untuk keluar


"mau kemana kamu?"


"mau kembali ke dapur tuan"


"kamu tetap disini, sampai aku selesai meminum kopinya."


"tapi"


"tapi apa ?"rangga memotong kata kata chika "jangan jangan kamu menaru racun ,didalam kopi ini lagi."sambungnya


"mana mungkin saya mau meracuni anda"jawab chika dengan tegas

__ADS_1


"baiklah kalau begitu kamu tetap di sini, sampai aku selasai bekerja saja"rangga tertawa dalam hati


ternyata gampang juga ya kerjain dia Rangga


__ADS_2