
"fredy sampaikapan kalian akan kembali kesini !"
"secepatnya Bu"
memdorong korsi roda dan bersantain di dekat kolam renang
"cucuku menika pun aku ngga ada,apa aku masi kamu anggap ibumu?"seorang parubaya rambut sudah berubah putih tak sehelaipun hitam
"aku sudah semakin tuah,harusnya beradah dekat dengan anaku dan cucu cucuku"mendorong kursi rodahnya sendiri
"ibu disini ngga semdirian ada Ema dan suami serta anaknya,apa ibu masih kesepian?"pak frendy bertekuk lutut di depan ibunya
"itu sajah alasanmu "menatap mata anaknya tajam
"sudah bu aku pulang dulu nanti aku ajak rangga dan istrinya ke sini"memeluk ibunya sekejap
*****
"papa mana mi?"tanya rangga saat makan
"lagi ke kerumah!"sambil mengunya
"oh"meneruskan makannya
chika menyuapi cheline yang di sampingnya
"kamu ngga makan?"ibu ika melirik menantunya
"sebentar mi,nanti setelah cheline selesai."terus menyendok makannan di mulut cheline
" sekitar 3 hari lagi mungkin babysitternya cheline datang"ibu ika
"kenapa harus tiga hari lagi?"rangga memasang wajah memalas
"ngga tahu? dari yayasannya kan!"ibu ika
"mami cheline boleh nanya"cheline
"tanya apa sayang"mendekatkan dirinya dan mengambil alih menyuapi cheline
"ayo gantian mami yang suapin cheline,mba chikanya mau makan."il
__ADS_1
"tadi cheline mau tanya apa?"lanjut ibu ika
"itu mami "sambil mengunya"tadi cheline bangun mba chikanya lagi ciumin pipi kak rangga!"polos sekali cheline bertanya
"benarkah!"ibu ika mulai ingin tahu
"kayak gimana ciumnya"kembali menggoda
ya tuhan!!malu aku chika berhenti dengan makannya dan memandangi rangga yang tak peduli dengan omongan cheline,chilka memberi kode dengan mata melototi rangga.
rangga termenung sesaat "mi kapan kita ketemu sama nenek?"rangga merubah topik
"nanti!!"ibu ika kembali pokus dengan cheline
setelah selesai makan ibu ika mengajak cheline ke kamarnya untuk bermain
sedangkan chika merapikan piringnya dan rangga
"ayo mandi yuk"ajak rangga
"kamu duluan ajah,sudah gitu aku"chika masi merapikan piring
"lalu ngapain kamu di sini"suara rangga agak jengkel "ayo naik"menarik tangan chika paksa
"iya namanya juga pengantin baru"suteng
"jadi pengen cepat nikah"rina
pak supri dan mba suteng memandangi rina yang sedang menghayal
"ayo mandi bersama "rangga membuka pakain pelahan
"tapi!"chika bingung harus beri alasan apa supaya
ngga mandi bersama.
ketokan pintu dari luar menbuat chika menarik nafas pelan"aku buka pintu dulu ya"berjalan kearah pintu
"kenapa mi?"
"siapa sih ganggu ajah"rangga sengajah mengencangkan suaranya
__ADS_1
"maafin ya mami nggaguin kalian,mami cuman mau bilang nanti sebentar temanin mami ke mall ya."
"iya mi,tapi aku mandi dulu"
"mami sama cheline tungguin dibawa"
"iya mi"
"kamu lanjutin lagi udah"
lanjutin apa? chika kebingungan dengan kata kata ibu ika
"aku mandi duluan"masuk kedam kamar mandi dengan membawa pakainnya,setelah 25 menit akhirnya chika selesai dengan mandinya
giliran rangga, tidak menunggu lama hanya memakan 15 menit rangga mandi. dia keluar dengan handuk yang melingkar di pinggangnya.
chika melirik sebentar saat pintu kamar mandi berbunyi wow gila,perut dia. kenapa ngga pakai baju cepat memalingkan wajahnya
cepat amat mandinya dalam hati chika
setelah selesai berpakain, rangga duduk di atas ranjang dan memandangi chika yang sedang mengoles wajahnya dengan beberapa make up. didapan mejah rias yang sejak kapan maminya menyiapakan mejah itu.
"selesai "memandangi wajahnya sendiri untuk mengecek riasannya
"udah cantik"rangga melingkarkan tangannya di leher dan menaruh wajahnya di pundak chika
perlahan mencium leher chika membuat seluru bulu kuduk chika berdiri
sambil membisikan "I LOVE YOU.."rangga terus memandangi chika "I LOVE YOU TO "balas chika
"ayo kita keluar nanti mami nungguin lagi"chika mengambil tasnya
rangga menarik chika dalam pelukannya
"rangga, aku ngga enak di tungguin mami di bawa, nanti dikira kita lagi ngapain."chika berusaha melepaskan pelukan
"panggil aku sayang baru aku lepasin"mempererat pelukannya.
kalau aku ngga nuruti bakalan jadi drama nhi batin chika
"sayang nanti mami nungguin kita"
__ADS_1
akhirnya rangga melepaskan pelukannya,tapi tangannya tetap mengadeng tangan chika.