
seluruh anggota keluarga keluar dari kamar masing masing untuk makan malam.
menarik kursi dan duduk manis sambil mengotak atik peralatan makan mereka.
"chika sama cheline kok belum turun ya,apa ketiduran?"ibu ika bertanya
"mba tolong panggil mereka dong.."sambung ibu
"baik nyonya"mba suteng berjalan menaiki tangga
"keasikan main kali mi"dimas
"iya .."davit menamba
tidak sampai 10 menit akhirnya mereka datang, cheline duduk di tempatnya,sedangkan chika berdiri di samping cheline.
semua orang menap chika
kenapa?apa ada yang salah? batin chika
"ayo chika duduk di damping rangga"ibu ika menunjuk kursi di samping rangga
chika dengan malu berjalan duduk di samping rangga sambil menunduk
"kamu harus terbiasa " ibu ika mengingatkan chika
duduk santai di ruang tamu itu adalah kebiasaan keluarga pak frendy saat selesai makan sambil bersundau gurau.
"mi kalau mba chikanya kan udah jadi keluarga kita,terus yang nanti jagain cheline siapa?"tanya diamas penasaran
"ooh nanti ada bebysitter baru yang gantiin mba chikanya,kan sayang mami juga mau cepat gendong cucu iya kan "ibu ika menatap chika
"heee"tertawa pksa terpampang di wajah chika
__ADS_1
"apa an shi mi"rangga yang merasa sedang di goda maminya
"becanda kok sayang,tapi kalau betulan ngga apa apa"melirik menantunya dengan senyuman
"ayo mi udah malam,besok papi mau ke luar"ajak pak frendy
"ayo cheline tidur sama mami"memegang tangan cheline yang ada di pangkuan chika
"mi cheline boleh tidur sama mba chika"cheline menatap ibu ika dengan penuh harapan.
"ngga boleh sayang,nanti kamu gangguin kak rangga sama mba chika"ceplos ibu ika
"ngga ma biar cheline tidur sama aku ajah"chika
"ngga apa apa nhi"ibu ika menekan kata katanya sambil melirik rangga
"iya ma"chika kembali menjawab dengan halus
ibu ika dan pak frendy mendahului naik untuk tidur dan yang lain sedang sibik dengan hendphone masing masing, cheline dan chika juga hendak mau menaiki tangga untuk menujuh kamarnya.
"itu tuan ada yang kirimin buat nyonya chika"rina yang sedang merapikan beberapa gelas kosong di atas mejah.
"siapa yang kirim?"tanya rangga penasaran
"ngga ada nama pengirim tuan"lanjut rina
chika yang hendak naik seketika berbalik dan mengambil bunga tersebut setelah itu berjalan meninggalkan mereka yang sedang penasaran.
"pasti orang iseng"davit meluruskan
"atau jangan jangan penggemar kak chika"dimas sambil melihat hendphone miliknya
"dari mana kamu tahu bocil"davil
__ADS_1
"nhiii"menunjukan vidio yang di tonton
rangga tidak memperhatika vidio yang ada di hp-nya dimas.
apa maunya tuh orang rangga bangkit dari duduknya tanpa sepata kata pun.
davit dan dimas saling tatap sambil menaikan pundak mereka bersamaan
"apa aku salah, tapi yang aku lihat disini banyak kesamaan.misalnya,cantik bisa membuat orang tertarik ingin memiliki.tapi itu tidak mungkin karena dia sudah punya pasangan."kesimpulan yang diambil dimas dari vidio yang mereka tonton.
"ada betul juga nhi,bisa jadi yang ngirimin bunga penggemar rahasia kak chika,dia kan cantik."davit
rangga membuka pintu perlahan dan menutupnya kembali
"saatnya tidur!!"menutupi cheline yang sudah tertidur dengan selimut
"jangan berisik"ketus rangga yang baru masuk
"hah... ngga ada berisik juga" chika
berjalan munujuh kamar mandi untuk menggantikan pakain tidurnya
posisi tidur chika meletakan cheline di tengah untuk pemisa anatara dia dan rangga
"begini kan aman "chika memejamkan matanya perlahan di samping cheline yang sudah tertidur pulas.
rangga yang baru dari kamar madi dengan pakain tudurnya dia menatapke atas tempat tidurnya
"aiiys "perlahan naik di atas tempat tidur memblikan badan menap cheline dan chika yang tidur seranjang dengannya dan mengingat dulu dia mengerjain chika ,menariknya untuk tidur disapingnya,rangga tersenyum sekarang kita sudah seranjang batin rangga
perlahan rangga menggeser cheline ke samping tempat tidur dia istriku dan aku harus berada di sampingnya memarahi cheline dalm hati.
sembari berbaring di samping chika dan menatap chika lebih dalam,sambil membenarkan anak rambut yang menutupi wajah chika.
__ADS_1
semakin larut maĺam semakin membungkus,suhu Ac yang sangat dingun memhuat chika merasa tidak nyaman, dan memeluk rangga di sampingnya yang dikira guling.