
Cheline berlari di dalam ruang tamu dengan sangat kencang,Chika yang melihatnya langsung berlari mengikuti dari belakang
"Cheline jangan lari lari sayang!!!"tegur ibu Ika dari atas
tapi Cheline tetapa berlari tanpa menghiraukan kata kata ibu ika atau pun Chika yang sudah kelelahan untuk mengejarnya
"Cheline!!!nanti jatoh..."suara kekuatiran ibu ika
akhirnya Cheline berhenti dan duduk diatas tempat duduk.
keringat Chika bercucuran dan nafas yang masih ngos ngosan menatap Cheline seketika.
ternyata jagain anak kecil tidak segampang yang gue bayangin,lihat dia ngga kecapean sedangkan aku sudah hampir pinsan.meletakan tangan di dadahnya memastikan bunyi jantung yang terpukul kok dia ngga sama kaya kedua ponaanku. sangat bedah...mereka lebih mendengarkanku memang watak anak bedah bedah.
akhirnya Chika bisa kembali ke kamarnya untuk istirahat.
"capek juga...tadi lari larian terus "memijat kedua kakkinya sambil duduk di atas tempat tidur.
mengambil hendphone sambil menekan nekan tiba tiba seseorang menelpon Chika pun tersenyum...
"hallo selamat malam "
"slamat malam dek.."jawab orang di seberang telepon
"kakak lagi dimana "
"masih di tempat kerja"
"kapan datang kesini ....."
__ADS_1
"nanti kakak kesitu "
"apa nanti kita jalan jalan ajah "
'iya terserah kamu ajah dek"
mereka berbincang sangat lama ,Chika dengan tawa yang tak biasanya terdengar sampai di ruang kerja Rangga.membuat dia penasaran sambil menggendap ngendap rangga berjalan mendekati pintu kamar Chika.
"bagaimana ngga kedengaran pintunya ajah ngga di tutup rapat" berbicara sendiri.
hendak menutup pintu Rangga matanya membulat sempurna saat melihat pakain tidur yukensi dengan tali sibori yang terlihat sedikit pendek,sebenarnya kelihatan minim bagi Chika tapi karna sudah malam dan dia mau tidur makanny dia memakai baju itu. di rumanya juga dia sering pakai tapi waktu mau tidur ajah kalau di luar mana berani, apa lagi Chika duduk diatas tempat tidur membuat bajunya terangkat sampai terlihat paha mulusnya.
seru sekali Chika berbicara dengan Randy saking serunya dia tidak melihat kalau sesorang sedang menatap dirinya dengan mulut tebuka
"ok kak dadadaa..."itulah kata terakhir Chika sambil tersenyum dia menatap hendphonenya.
"lain kali pastiin duluh pintunya sudah benar benar tertutup atau belum "menutup pintu dengan sangat keras.
"masih mending gue yang ngelihat kalau orang lain kan bisa bahaya...."menggelengkan kepalannya dan pergi.
"apaan shi,iya gue salah!!!ngga usah ngegas dong tutupnya. ngga di suruh juga...."
paginya
"Chika ada paket buat kamu..."Rina menyerakan sebangket bunga mawar merah.
"haa...bunga!!dari siapa?"mencari identitas pengirim.
"ngga tahu...ngga ada nama pengirimnya"seru Rina sambil ikut mencari.
__ADS_1
"jangan jangan dari penggemar kamu kali"sambung Rina.
"memangnya aku artis apa!!"menggaruk dagunya.
"mungkin penggemar rahasia kamu.."
"kan aku udah bilang aku bukan Artis,apa jangan jangan sahabat sahabat aku. hheemm sudah mendingan aku simpan ajah dulu "
"iya .."Rina sambil mengangguk
Rangga yang melihat mereka sedang kebingungan langsung mendekati mereka.
"kenapa?.."tanya Rangga yang membuat kaget Chika.
"itu tuan ..ada yang mengirimkan bunga buat Chika"hanya Rina yangmenjawab pertanyaan Rangga.
"dari siapa?"Rangga mulai kepo.
"itu dia tuan...ngga ada nama pengirimnya!!"lagi lagi Rina yang menjawab.
"jangan di terima kalau ngga ada nama pengirimnya!!!" Rangga menatap bunga yang di pegang Chika
"buang ajah kalu ngga penting..."
"jangan aku suka bunganya.."enak ajah di buang ini kan bunga kesukaan gue!!!. Chika memeluk erat bunga itu
"terserah!!!...."Rangga meninggalkan mereka dengan mulut mengumat "ngga ada nama pengirim masih mau di terima aneh "
maaf ya guyyys soalnya aku juga baru nhi... jadi masih butuh banyak belajar๐๐๐
__ADS_1