
akhirnya chika menuruti keinginan rangga walau pun, dia agak sedikit canggung.
kedua mata chika memandang setiap benda yang ada di dalam ruangan itu.wowww banyak juga ya desain perhiasannya....apa dia ngga takut ,aku kan baru bekerja di sini.bisa ajah aku mencuri apa lagi harganya mahal,tapi tenang ajah aku ngga gitu kok, jadi kamu aman. chika sambil tetap memerhatikan setiap sudut ruangan itu
"apa yang kamu pikirkan"tanya rangga yang membuat chika menakhiri pandangan pada benda benda mahal itu dan tertujuh pada rangga.
"memikirkan apa??"chika melihat rangga heran
"apa kamu mau mencurinya??"
"maaf,apa tuan kurang enak badan?"memangnya gue ingin disini chika menarik nafasnya kasar
"harusnya saya yang bertanya kepada tuan,kenapa saya harus di sini???"sambung chika dengan kedua mata yang membulat lebar
"jangan masang wajah seperti itu kepada bosmu,ayo cepat minta maaf atau aku akan memotong gajimu!!"
rangga berkata dengan mimik wajah yang di buat seriu namun dalam hati dia tertawa
"maaf tuan maafkan aku tuan" chika pun percaya dengan kata kata rangga
sebenarnya bukan rangga yang membayar gajinya chika tapi kedua orang tua rangga.
berjam jam chika menunggu akhirnya dia tertidur di atas sopa yang saat ini dia duduki,tapi rangga tidak mengetahuinya.
akhirnya rangga pun selesai dengan pekerjaannya dia pun melirik kearah sopa
__ADS_1
"hei..."panggil rangga
"hei...apa kamu tidak mendengarku"berbicara sambil berjalan mendekati chika
ha ternyata dia sudah tidur !!! sembari duduk di tepat didepan chika
cantik sekali dia kalau sedang tidur!!!rangga mengangkat tangannya dan mengelus perlahan wajah mulus chika perlahan agar tidak membangunkannya.
"kenapa aku lupa...aku harus memastikannya cocok atau ngga"berkata sambil memasang sebuah gelang bermotif mutiara mutiara kecil yang sangat cantik.
"ternyata ukuranya cocok juga...."rangga kembali melepas gelang tersebut.
tiba tiba chika pun terbangun dari tidurnya dan betapa terkejutnya, rangga berada tepat di depan mata.wajah mereka berdekatan, bahkan nafas Rangga saja bisa chika rasakan dan satu lagi jantung chika berdebar sangat kencang.
dengan serentak chika pun mendorong rangga
"apa yang sedang tuan lakukan "tanya chika sambil berdiri dari tidurnya
"memangnya apa yang ada di pikiranmu"berdiri perlahan
"apa tuan menyentuku"memeluk tubunya sendiri.
"kalau aku mau, aku sudah melakukan lebih dari itu!!" berjalan mendekati chika
"kamu mau coba" berhenti tepat di depan chika
__ADS_1
chika mendorong rangga untuk kedua kalinya, tapi kali ini rangga tidak terjatuh dan chika berlari ke kelur.dia pun menaiki tangga menujuh kamarnya cheline
"akhirnya aku bisa keluar juga dari situ..."
tapi kenapa jantungku berdebar sangat kencang???chika
"waduh kok tiba tiba aku jadi haus ya" berbicara sendiri "hah....turun lagi deh ,capeh tau !!!"mengeluh sendiri
berjalan perlahan menurunu tangga dengan tidak bersuara,dan melirik kesana kemari seakan sedang berperang.akhirnya sampai juga dengan selamat!! chika.
tiba tiba seseorang memegang pundaknya dan dia pun terkejut siapa yang sudah memegangku....chika menoleh perlahan
"mba suteng ngagetin ajah "chika mengelus dadanya
"kamu shi,kirain maling"
"mana ada maling cantik kaya gini.."memujih dirinya sendiri.
"habisnya gerak gerik kamu kayak maling"kata mba suteng sambil tersenyum "kamu dari mana? mba dari tadi nyariin kamu loh"
aku jawab apa nhi?kalau aku bilang dari ruang kerjahnya rangga nanti di pikirnya kita macem macem lagi di dalam,mendingan aku bohong ajah demi kebaikan.chika
"dari kamar aku buat ngambil barang aku yang ketinggalan..."sambil tersenyum menghilangkan kegugupannya
"tapi kok lamah shi chika..."
__ADS_1
"soalnya aku ketiduran ...sudah dulu ya mba aku mau tidur udah ngantuk nhi.dadadada"chika meninggal suteng dengan seribu kebingungannya