
"kakak hati hati di jln...dadadaad"melambaikan tangannya menatap kepergian Randy sampai mobilnya tidak kelihatan....
"udah sampai kamu...."
Chika kaget dengan asal suara yang berdiri tiba tiba di depan pintu
"sudah tuan..baru saja "tersenyum
"senang ya hari ini..."tersenyum sinis
"senang sekali tuan ..."kembali tersenyum
"kamu tahu kan kalau Randy sebentar lagi akan menikah?"
"iya saya tahu tuan "
"tapi kenapa kamu ja...."belum melanjutkan kata katanya ibu ika memanggilnya dari dalam.
"Rangga....."suara ibu ika
tampa menunggu lama ibu ika berjalan mendekati mereka berdua
"kamu sudah pulang Chika..."
"sudah nyonya baru saja..."
"ya udah kamu masuk ajah ngapain di sini...."
chika hanya tersenyum dan menunduk
perlahan dia masuk sambil mengecek tas jinjingnya siapa tahu ada yang ketinggalan soalnya dia juga sering kelupaan....
"kayaknya ada yang ketinggalan...."menggeleda tas di balik pintu
"hah kirain ketinggalan bisa repot..."
chika mau melanjutkan langkannya, dia terhenti saat dia mendengar percakan Rangga dan ibu ika yang membuat dia sedikit penasaran.
memang shi menguping pembicaraan orang itu tidak baik.namaun hati nya tergerak saat mereka menyebut nama Cheline.
"Mami ngga mau kehilangan Cheline...Ranggga!!"ibu ika terisak
memangnya cheline kenapa?apa ada sesuatu yang aku belum ketahaui....batin Chika
"tenang ajah Mi ngga bakalan terjadi apa apa!!!"Rangga menenangkan Maminya
"tapi yang Mami dengar dia sudah keluar dari penjara..."
dia siapa???chika semakin penasaran
"udah Mami jangan sedih lagi,sekarang mendingan Mami tidur ajah udah ya"
chika berlari pelan menujuh kamarnya tidak bersuara
paginya *****
"selamat pagi cantik,ayo bangun sudah pagi....."Chika menarik selimut pelan dan mencubit pipi gemas Cheline yang mulai gembrut
"hmhmmmm..."cheline masih dalm mimpi indanya
__ADS_1
"ayo Cheyyy kita jalan jalan ditaman..."setenga berbisik di telinga Cheline
"ngga boleh jln jln ditaman mulai sekarang dan seterusnya....."Rangga melipat kedua tangan di dadanya setelah selesai berbicara Rangga keluar
kapan dia masuk !!!aku tidak mendengar suara pintu di buka batin Chika
akhirnya setelah mandi dan sarapan Chika dan Cheline bermain di ruang tamu.
ibu ika yang sedang menurunu tangga melihat betapa dekatnya Cheline dan Chika dia pun bergabung dengan mereka.
"kalian lagi main apa ?"ibu ika
"kita lagi senam Mami..."Cheline
"oh sampai keringatan gitu "
"hahaa seru tahu Mami.."
"kamu nanti mandi lagi ya"
"kenapa Mami"
"bauh tahu.."
Cheline mencium bauh badannya sendiri
"emmm bauh "memajukan kedua bibirnya kedepan
"Chika apa kamu punya adek?"tanya ibu ika sambil dudum
"ngga nyonya saya anak bungsu dari empat bersaudara...tapi saya punya ponaan nyonya"
"memangnya kenapa nyonya ?"
"ngga kamu saya lihat paling cepat akrab sama anak kecil..."
"iya nyonya saolnya saya suka main sama ponaan dirumah "
"iya sebelum kamu sudah banyak bebysitter lain yang kerja di sini, tapi ngga betah soalnya Cheline thu sangat aktif untuk bermain,makanya mereka ngga bertahan lama."
Chika tersenyum "biasa nyonya namanya anak kecil itu biasa..."
"iya namanya anak kecil ya...udah Cheline setelah ini mandi ya..."ibu ika berlalu meninggalkan Chika dan Cheline.
"cheline hati hati jatoh...."pak Frendy melirik anaknya yang sedang asik berjoget dari ruang makan
di kantor Rangga...
Rangga sedang sibuk dengan proposal keuangan yang sedang berada di atas mejanya.
ketukan pintu mengagetkannya
"pak ada surat dari pengadilan..."siska
pengadilan ada masalah apa batin Rangga
"letakan di atas mejah saja..."dengan mata yang masih tertujuh pada proposal
Siska meletakan map berwarna coklat tersebut diatas mejah Rangga
__ADS_1
akhirnya setelah selesai mengecek keuangan tahun lalu Rangga mulai penasaran dengan map coklat yang di bawa asistennya...
dia membaca sambil menyandarkan tubuhnya
"apa apaan ini"Rangga meremas kertas
dia keluar kantor dan menaiki mobilnya menujuh tempat biasa dia menghilangkan sertres klub mlam dalah tempat yang ditujuh Rangga .
saat sudah merasa legah dia pulang dengan kondisi yang mabuk.
dia membukakan pintu rumah pelan menaiki tangga merabah arah jalan menujuh kamarnya.
Chika yang baru keluar dari dalam kamar Cheline kagat dengan keadaan Rangga yang terlihat frustasi langsung membranikan diri untuk menyapa Rangga.
"tuan Rangga baru pulang .."
Rangga melihat Chika sinis ,perlahan memegang tangan Chika
"ada apa tuan.."berusaha melepaskan tangan Rangga
menarik Chika memasuki kamarnya dan mengunci pintu, serta melemparnya entah kemana. Chika berusaha menangkapa tapi tangannya ditarik mendekat dengan tubuh Rangga kini kedua tangan Chika beradah di atas dadah Rangga, mereka berdua saling tatap nafas Chika mengenai wajah Rangga membuatnya terbuai ingin mencium Chika.jantung Chika berdekup kencang dengan cepat Chika mendorong ranggga menjauh darinya beberapa senti.
"tuan mana kuncinya ?"
dia kembali mendekati Chika dan mau memeluknya
"apa yang ingin anda lakukan dengan mengunci saya di dalam kamar anda"Chika
"sebenarnya aku ingin bertanya pada mu apa hubunganmu dengan Randy?"
"apa urusan anda"
"Chika jangan membuat saya menggila dengan semua ini"
"maksut anda?"
"aku menyukaimu"
Chika terdiam sejenak,bukan karena dia terkejut ini sudah biasa baginya karena ini bukan pertama kali.dia sering seperti ini baru kenal langsung jatuh cinta itu yang terjadi. makannya ayahnya mengambila jalan pintas kalau lebih baik anaknya dirumah ajah. dari pada di luar dia akan mengambil keputusan yang salah dan akan menikah mudah karena banyak yang langsung melamarnya .
"tuan anda sedang mabuk di mana kuncinya"
Rangga menarik Chika dan mereka berdua terjatuh dia tas tempat tidur
"anda sudah keterlaluan .."saat mau berdiri dari tempat tidur tiba tiba Rangga mematikan lampu
Chika kaget dan langsung memeluk Rangga
"kenapa tiba tiba mati lampu "mempererat pelukannya
"emh....kamu kenapa?"menggeser Chika dari tubunya
"tuan tolong jangan tingglkan saya sendiri"Chika
"saya takut gelap "dengan nafas yang sedit terengah engah
"oke baik lah aku tidak akan menninggalkan kamu,tapi kamu harus temanin aku tidur"memeluk Chika tanganya yang besar melingkar di perut langsing Chika
Chika hanya pasra dengan perlakuan Rangga.
__ADS_1
karena ini sangat darurat.dulu waktu dia masih kecil,dia terkunci di dalam gudang yang sangat gelap dan dia hanya sendirian.dia berteriak minta tolong.namun,tak ada yang mendengarnya dan akhirnya dia pinsan.setelah dia sadar dia sudah beradah di rumah sakit.