
wajah pucat dan badan sedikit menggigil di sudut ranjang dengan rambut yang memakin memutih
"pa kamu kenapa?"
yang ditanya hanya nggerakan kepalanya ke kiri dan ke kanan
"tunggu sebentar mama panggil clara dulu"berjalan keluar kamar beberapa menit akhirnya kembali tidak sendiri
"pa ayo kita kerumah sakit ajah "clara membantu papanya untuk bangun
tanpa perlawanan akhirnya pak toni mau mengikuti perinta anaknya.
saat sampai di rumah sakit akhirnya dokter mengambil tindakan agar pak toni di rawat inap untuk sementara
"pak toni dirawat dulu di karenakan kondisi bapak sedikit memburuh dan butuh penanganan dokter"kata dokter yang menangani pak
"baik dok,makasih ya"clara
"baik saya permisih dulu"pamitnya pergi
"iya,sekali lagi makasih"mencondongkan kepalanya
setelah kepergian dokter clara kembali duduk yang sedikit jauh dari tempat tidur pasien
"aku kabarin chika dulu ya "mengambil ponselnya yang beradah di dalam tasnya.
"cla-ra.."panggil pak toni panik
"iya pak"berjalan mendekati papanya
"ja-ngan kabarin chika dulu"
"memangnya kenapa"
"kamu kan tahu pulza nya mahal "pak toni berusaha mencari alasan supaya clara tidak mengganggu chika yang sedang berbulan madu
"ya iya juga cuman chika harus tahu keadaan papa sekarang"
"janga-n ganggu mereka"
__ADS_1
"iya sayang mereka juga baru beberapa hari disana jangan membuat chika panik"ibu dinda memegang tangan clara dan mengelusnya pelan
"iya jangan ganggu mereka dulu papa ngga apapa kok palingan capek ajah cuman butuh sedikit istirahat saja"berusaha kuat di depan clara
clara memandang ayah dan ibunya bergantian
"baik lah"kembali memasukan ponselnya
mungkin papa ngga mau chika panik!! dalam hati clara
sekarang giliran ibu dinda menatap pucat pasi suaminya yang terbaring di atas tempat tidur pasien,dia menggenggam tangan suaminya sangat erat
"papa baik baik ajah cuman kecapean ajah!"mengeluarkan senyum palsunya
"iya aku tahu kok suamiku pasti kuat"menggenggam tangan satunya
"clara kamu beli menum dulu di luar,takutnya papa mau minum "pinta ibu dinda
"baik lah clara beli di luar bentar"menarik tasnya yang berada di atas tempat duduk
satu demi satu ruangan clara lewati dan kembali mengingat jalan yang tadi dia lewati.
sekarang clara berdiri di depan ruangan papanya. perlahan air mata clara berjatuan seperti tak henti,kakinya melangka seperti memikul beban berat.
"ma jagain mereka semua kalau papa pergi!!! jangan sedih. "
"apa sih pa,nga boleh ngomong kayak gitu"
"ngga papa rasa...."
"pa..."clara berlari dan berhamburan di pelukan papanya
"kamu udah datang mana minumnya papa"ibu ika berusaha tenang
"pa clara telponin chika ya"mengambil ponselnya dari dalam tas
pak toni menggeleng tanda tak mau
telpon pun tersambung dengan chika
__ADS_1
******
"yeiiih akhirnya aku bisa ketemu sama mereka "menlompat kegirangan
"jangan lompat lompat nanti jatuh lagi"larang rangga
"setelah ini kalian mau kemana?"tanya randy berhenti sejenak di depan sebuah restoran
"ngga kemana mana!di kamar ajah"jawab chika
rangga menatap chika dengan mata yang membulat besar dan membentuk kerutan di dahinya saking kagetnya.
"i--ya kita cuman di kamar ajah"jawab rangga sedikit gugup
"ohhhh sama kita juga "sonya
"gimana kalau besok kita kemall ajah,sekalian buat belih oleh oleh."chika melanjutkan
"boleh..."sonya melirik chika dan tersenyum
"iya supaya menguras isi dompet suami"randy menatap sonya
"ya itu gunanya kita datang ke sini!!!"chika tertawa
"sudah ayo kita makan dulu,aku laper banget dari tadi."rangga mengerai perdebatan mereka
"aku juga laper banget"chika mengelus perutnya
"perasaan dari tadi kamu makan melulu,ngga kenyang kenyang"sonya
"perasan dari tadi cuman makan roti doang"chika berusaha mengingat.
"iya roti ajah tapi banyak banget sampai kakak ngeri liat cara kamau makan!"randy tersenyum..
"ngga kok biasa ajah"chika memasang wajah cemberutnya
"ngga kok cuman bercanda,lihat mukanya dia udah kayak roti ngga pakai ragi."randy mengusap rambut chika pelan
rangga menghela nafas nya kasar dan mengeluarkanya pelan saat melihat perlakuan randy buat chika.
__ADS_1
hari ini chika sangat senang. karena,bisa bertemu dengan Idolanya. tapi di sisi lain dia ngga tahu kalau papanya sedang masuk rumah sakit.