
tok tok tok suara pintu Rangga diketok sangat keras membuat chika terbangun dari tidurnya.dengan setenga sadar dia berjalan menujuh pintu dan membukanya
"chika kenapa kamu di sini?"
Chika kaget dengan suara ibu ika seperti aku kenal suara itu...dalam hati chika
mengucek matanya "nyonya a-ku,emh a-ku cu-man.."
tiba tiba suara dengkuran Rangga membangun kan Chika "ternyata cuman mimpi!!!"menarik nafasnya pelan
"ganteng ganteng tidurnya ngorok mana gede lagi bisa budek lama lama.."
perlahan chika membalikan badannya menghadap Rangga yang sedang tertidur
"tapi ganteng juga kalau lagi tidur.."dengan suara kecil chika tetap melihat wajah Rangga
Rangga yang sudah terbangun sedari tadi mulai memikirkan rencana liciknya.
dia memlingkarkan tangannya tepat di perut chika dan menarik chika mendekatinya..
"eeee apaan shi"berusaha melepaskan tangan Rangga
Chika terhenti saat Rangga menciumnya tepat di bibir mungilnya
membulatkan matanya sempurna. melepaskan pelukan Rangga dan bangkit dari tempat tidur dengan menutup mulutnya "dasar mesum lo main cium ajah ngga minta ijin dulu hihi sebel tahu..."menghentakan kakinya dilantai.
Rangga yang mendengar umpatan Chika hanya tertawa dalam hatinya
"hihih ciuman pertama gue..."mengangkat bantal yang tadinya dia pakai untuk tidur dan mau memukul Rangga tapi kalau gue pukul dia, terus dia bangun ntar dia nanya kenapa? lah gue jawab apa dong,masa iya gue bilang lo barusan nyium gue !!!nanti di kira halusinasi lagi hihiiiiii.... dalam hati Chika.
melepaskan bantal yang tdi dipegang.
"itu ciuman pertama dia? bagus dong gue yang pertama nyium dia !!!Rangga.
Chika mecari kunci yang semalam dilempar Rangga "dimana ya kuncinya"mecari di samping tempat tidur
"yeee akhirnya ketemu juga "
"semoga ajah semuanya masih tidur..."doa Chika
pelan pelan Chika membuka pintu mengendap edap keluar kamar Rangga, namaun pas Chika hendak berjalan Davit yang baru keluar dari kamarnya menyapa Chika.
"pagi mba Chika...."sapa Davit
"pagi tuan .."jawab Chika santai agar tidak terlihat gugup.
"temben sudah rapai tuan.."sambung chika
"iya soalnya aku kulianya pagi...."Davit
"oh..."Chika
__ADS_1
"mba chika?"
"iya tuan ada apa"
"umur mba chika bedah setahun sama aku kan ?"
"iya tuan kenapa!!"
"mba Chika ngga usah panggil aku tuan panggil nama ajah lebih kelihatan akrab gitu..."Davit tersenyum
"hah boleh ?..."Chika penasaran
dan Davit hanya mengangguk
"aku pergi kampus dulu ya mba Chika.."
"harus sama dong kalau aku boleh panggil nama kamu, kenapa kamu ngga panggil nama aku ajah biar kelihatan akrab gitu.."
"oke Chika "
"oke Davit...dadaa"
setelah Davit turun dari kebawa Chika kembali menarik nafasnya semogah ajah Davit ngga ngelihat aku keluar dari kamar Rangga nanti di fikir ngga enga lagi hihi....batin Chika
masih dengan posisi yang sama perasaan ngga enak timbul dari hati Chika "kayak ada yang lihatin aku dari tadi deee "melihat lihat.
ternyata pintu kamar Rangga belum tertutup rapat dan Rangga dari tadi mendengar seluru percakapan Davit dan Chika.
Chika menuruni tangga pelan pelan agar tidak menimbulkan suara,tapi itu hanya sia sia karena bma suteng sudah dari tadi menunggu Chika di bawa.
"Chika tumben baru bangun,biasanya duluan ?"
"aku ketiduran semalam di kamarnya Cheline mba."
"oh "
"aku ke kamar madi duluh ya mba mau mandi dulu "meninggalkan mba suteng
"dia kenapa ngga biasanya bangunya terlambat ?walau pun tidurnya ditempat Cheline."
"mba suteng kenapa ?"tanya rina yang baru keluar dari dlm kamar mandi dapur
"thu Chika katanya ketiduran di kamarnya Cheline"
"oh ngga biasanya dia kesiangan "
Chika membersihkan dirinya dan kembali bergabung dengan mba suteng dan Rina yang berada di dapur.
mba suteng sibuk untuk memasak, sedangkan Chika dan Rina menata mejah makan.
tiba tiba pak supri datang membawa seikat mawar merah yang masih segar
__ADS_1
"buat siapa pak supri?"tanya Rina
"buat Chika..."
"haa buat aku"
"iya"pak supri menyerakan bunganya kepada Chika
dengan bingung Chika mengambil dan mencari tahu nama pengirimnya
"kenapa ngga ada nama pengirim pak?"chika
"ngga juga..."mba suteng
"kok ngga ada nama pengirim kayak kemarin ya"Rina merasa bingung
"atau jangan jangan orang sama lagi!!"tamba Rina
"ngga mungkin lah Rina"mba suteng menyelah
"mungkin shi... tapi siapa?"chika kalau kak Randy ngga mungkin.orangnya kan sudah bilang sendiri kalau dia mau juga ngga mungkin dia kirimin mending bawa sendiri batin Chika.
"yang pastinya ini penggemar rahasia kamu "Rina
"apa shi ....sudah mending kita masak lagi. ngga penting juga ini"meletakan bunga tersebut di atas mejah makan dan mereka kembali bekerja
Rangga menuruni tangga dan menujuh mejah makan, saat sampai di sana matanya memandang seikat mawar mereh yang kelihatan masih sangat segar seperti baru di petik.
punya siapa nhi? batin Rangga
"mba...."dengan penasaran Rangga akhirnya bertanya kapada mba suteng
"iya tuan..."
"ini bunga siapa mba.."sembari duduk
"oh itu bunganya Chika tuan tapi ngga tahu siapa yang kirimin "
"lagi...."
"iya tuan "
siapa shi yang sering ngirimin bunga buat Chika?mending aku suruh selidikin ajah, sekalian sama masalah surat pengadilan itu!! Rangga termenung
apa yang sedang tuan Rangga pikirkan,sapai seserius itu.batin suteng
Rangga bangkit dari duduknya dan meninggalkan meja makan. sedangkan mba suteng terperanga memandang kepergian Rangga.
baru juga duduk.pergi lagi aneh ....suteng.
"tolong kamu cari tahu keberadaan Luis ,dan satu lagi siapa yang sering mengirim mawar merah kerumah.
__ADS_1
"baik tuan..."jawab orang di seberang telepon pun ditutup.