
"Dimas hari ini kamu les privat,tapi gurunya baru lagi soalnya yang kemarin lagi lanjutin kulia."
"oh ..iya Mi"
laki laki bertubuh tinggi menekan bel dari luar
"siapa ya aku buka ajah "Chika membukKan pintu dan ternyata itu Reihan yang perna bertemu dengan di kantor Rangga
"hey...kamu ngapain disini"tanya Reihan terkejut saat Chika yang membukakan pintu untuknya
"hay....aku"belum sempat Chika meneruskan kata katanya Rangga sudah beradah di belakangnya dan menariknya ke samping
"oh iya kamu kesini mau mengajar bukan bertamu"tatapan sinis Rangga tertujuh pada Reihan
"maafkan saya bos saya sudah lancang "
"sudah ke sana Dimas sudah menunggumu"
Reihan berjalan meninggalkan mereka
"dan Chika jangan terlalu akrap dengan orang yang baru kamu kenal"meninggalkan Chika dengan sedikit kesal
"aneh sekali dia baru ketemu sama orang langsung akrap......pagi pagi udah bikin kesel!!"
Rangga menaiki mobinya dan melajuh menujuh perusahaannya.
samapi di depan kantor Rangga sudah berhadapan dengan Jeni yang terlihat cemberut
satu lagi bisa bisa dara tinggiku kumat Rangga
__ADS_1
"sayang...."memanggil Rangga yang sedang tertekun
sayang ,sayang masih sajah seperti itu
"kamu kok baru datang!!!dari tadi aku tungguin loh..."menggandeng tangan Rangga
Rangga hanya diam berjalan memasuki lif dan menujuh ruangannya dengan jeni yang terus merangkul tangan Rangga
di rumah
"mba hari aku kentor sama tuan, jadi siapin makanna buat anak anak ajah kita makan di luar."
"baik nyonya.."
"pak supri sudah siap,ayo berangkat.."
"selamat pagi Bu,selamat pagi Pa"sapa sekertaris Rangga
"selamat pagi siska gimana pekerjaan kamu bisa diatasi"
"bisa Bu sudah mulai terbiasa.."
"bagus lah...kalau gitu kita keruangan Rangga dulu ya"
Ibu ika membuka pintu perlahan tanpa mengetuk membuat sepasang makluk yang sedang berciumun tidak mendengar atau pura pura
"Rangga!!!!!"suara keras ibu ika mengagetkan mereka berdua dan seketika Rangga mendorong Jeni yang ada di pangkuannya ,Jenibtejatu di lantai
"Mami...kenapa kesini ngga ngomong shi"
__ADS_1
"oh gini jadi kerjaan kamu selama ini"
"ngga Mi ini bukan yang seperti Mami pikirin iya kan Pi"memandang sang Papa seakan meminta bantuan
""Pa ngga usah belahin dia,dan kamu perempuan murahan ngga udah ganggu anak saya lagi dia sudah mau menika saya minta kamu keluar dari sini sekarang!!!..."menggerakan jari telunjuknya menujuh pintu
satu kali hentakan suara ibu Ika membuat merasa gugup dan takut
mama Rangga galak juga !!!!
"Mi kenapa ke sini..."
"memangnya kenapa ngga boleh,ini juga perusahaan kita suka suka Mami dong mau datang kapan terserah Mami.apa jangan jangan kamu sudah sering bawa perempuan itu kesini?"
Rangga hanya terdianm"oh jadi betul ya"sambungnya
"ngga kok Mi dia ajah thu sering kesini bukan aku yang ngajak"
"kalau kayak gini mendingan kamu nikah supaya ngga ada yang gangguin kamu lagi iya kan Pa"
"Hmm"jawan Pak frendi singkat
"tapi kan aku masih mudah Mi,masih pengen be.."
"bebas sama perempuan ngga jelas...iya"
"ngga Mi.."kembali menatap Papinya kenapa Papi hanya diam melihat aku di eksekusi kaya gini!!
"kata Mami kamu benar,kamu kan udah kerja udah mandi mendingan kamu nikah supaya ada yang memperhatikan kamu."kata Pak Frendi sambil membelai bahu Rangga.
__ADS_1