
"kenapa lo di dapur tiba tiba mau masak?"lani bertanya saat mereka sudah ada di dalam kamar rangga,sedangkan echi matanya terus memandangi seisi kamar rangga.
"besar juga nhi kamar "echi
"huuus lo ngapain shi "tanya chika yang melihat echi berjalan menujuh kamar mandi
.
"mau ngecek kamar mandi"jawab echi enteng
"buat apa?"chik
"ngga apa apa,mau ngecek ajah"echi
"hey jangan sembarangan bisa di marahin lo ntar"chika
"iya tahu ini orng,ngga perna lihat kamar segede ini kali"lani
echik akhirnya mengurungkan niatnya untuk melihat kamar mandi
"ngomong ngomong suami lo baik juga "echi
"iya perhatian lagi "sambung lani
"nih tanda tanda orang yng kalau baca buku cuman lihat sampulnya ajah"chika
"maksutnya??"echi bingung
"lo kan baru kenal sama dia,yang gue lihat ajah lo belum kenalan"chika
"iya juga ya"menggaruk kepalanya
"memangnya seperti apa"giliran lani penasaran
saaat chika mau menjawab tiba tiba rangga masuk dan mata mereka bertiga memandang rangga dengan kompak
"aku mau ganti baju,boleh keluar"rangga ketus
__ADS_1
"oke.."mereka bertika kompak mengangguk kepala ,dan berjalan keluar pintu chika menarik pintu agar tertutup rapat
"eeee udah kelihatan shi"echi
"tuh makannya "mendorong kepala echi
"kita terlalu cepat terpana dengannya"lani
"lo juga "mendorong kepala lani lagi
saat ibu ika keluar kamarnya dia melihat mereka bertiga sedang berbicara di depan pintu kamar rangga
"ngapain?"ibu ika mendekati mereka
"ngga apa apa tante,mau pamit pulang ajah"ceplos echi
"kenapa buru buru"
"saolnya mau masuk kerja tante"lani memberi alasan
"oh...sering sering ya main di sini"ibu ika
"iya tante makasih ya "lani
"ma aku antarin mereka ke bawa dulu"chika
"iya sayang.."
di depan pintu chika melambaikan tangannya sambil melihat mereka berlalu
"mba chika ayo main"ajak cheline yang tiba tiba berada di samping nya
"cheline ngagetin mba chika"respon chika saat kaget dengan kedua tangan didada
"cheline ayo naik"rina setengh berlari
"ngga mau sama mba rina maunya sama mba chika"menghempaskan tangan rina yang mau megang tanganya
__ADS_1
"biar dia sama aku ajah "chika memegang tangan cheline
"maaf nyonya..."rina menunduk
"rin apaan shi panggilnya kayak gitu!"
"maksutnya nyonya"
"kata nyonya sangat risih di telingaku,apa karena aku nikah sama rangga terus kayak gini,kita sudah seperti saudara,ya memang shi baru kenal beberapa bulan tapi dengan sekejap semua beruba.ngga kamu,mba suteng ,pak supri.sama ajah.panghil chika ajah!!"chika
"maaf chika nanti kalau ketahuan aku bakalan di pecat apa lagi sama mama nyonya"kata rina takut
aduh keceplosan deh batin rina
"tenang ajah aku penjaga rahasia terbaik kok"chika menepuk pundak rina
semogah chika ngga penasaran rina
"tapi Mama nyonya itu siapa?"tanya chika penasaran
"mba chika,ayoooo"cheline merenge
"eeem ayo naik "akhirnya chika menggandeng tangan cheline dan berjalan meninggalkan rina
"aduh hampir aku keplosan,tapi sebenarnya ngga apa apa shi dia kan sudah jadi bagian dalam keluarga ini."sambil melihat chika dan cheline yang sudah menjauh
"ada apa?"mba suteng menggagetkan rina
"astagaaa "rina mengelus dadanya
"rin ada paket lagi buat chika dan seperti biasa ngga ada nama pengirimnya"mba suteng memutar mutar setangkai mawar merah yang terlihat sangat segar
"mau di kasih,sini aku naikin"rina menawarkan diri untuk mengantar paket bunga tersebut
"mending ngga usah,nanti kalau udah turun baru di kasih"mba suteng
"kalau gitu taruh di sini ajah "rina menunjuk vas bunga yang kosong di atas mejah ruang tamu
__ADS_1
"iya mumpung kosong ya.."menaruh bunga dengan baik.