
Di sebuah ruang keluarga, nampak beberapa pria dan wanita sedang berkumpul. Walaupun waktu sudah menunjukan pukul 12 tengah malam.
Seorang pria berusia lanjut nampak mengetuk-ngetukan tongkatnya ke lantai, raut wajahnya kelam dan menegang, dengan nafas memburu, menahan emosi.
Sementara di hadapannya seorang pria tampan berusia pertengahan 20 nampak tertunduk.
Sementara di sebelahnya duduk seorang pria tampan lainnya, yang berusia lebih muda.
" Grandpa, kalau Daniel menolak perjodohan ini. Biarkan aku yang menggantikannya." Pria muda tersebut membuka suara. Pria paruh baya di hadapan mereka mengangkat wajahnya, dan menatapnya dengan tatapan tak terbaca.
" Sean, ini bukan main-main. Grandpa tau kamu sangat baik dan lemah lembut, kamu mau melakukan apapun untuk keluarga besar kita. Tidak seperti saudaramu ini." Si kakek menjawab ucapan cucunya dengan penuh emosi, dan sambil menunjuk-nunjukan tongkatnya ke arah cucunya yang lain. Pria muda yang di panggil Sean hanya tersenyum, mendengar ucapan sang kakek. " Grandpa tidak mau kamu melakukan semua ini, karena terpaksa. Kamu tau Sean, kita sudah mempermalukan gadis itu dan juga seluruh keluarganya. Dan ini semua karena si brengsek ini." Lagi-lagi dia mengacungkan tongkatnya pada pria di sebelah Sean.
Sean berdiri, dan menghampiri kakeknya. " Grandpa tidak usah khawatir, aku tidak merasa terpaksa sama sekali. Aku melakukannya karena aku menyukai dia." Sean berkata pada kakeknya sambil mengusap lengan keriput yang tengah memegang tongkat tersebut.
" Kau mau di jodohkan dengan perempuan manja dan arogan seperti dia ? Sungguh di luar dugaanku. Kuharap kamu tak menyesalinya nanti Sean "
" Bukan aku yang akan menyesal, tapi kau Daniel "
Sean dan Daniel, dua saudara sepupuan yang tinggal dan di besarkan di satu tempat yang sama.
" Kenapa aku harus menyesal ?" Sinis Daniel. " Kalau aku menikah dengan dia, bisa hancur reputasiku." Lanjutnya lagi.
" Benar kata Sean, suatu saat kamu pasti akan menyesalinya nak. Kamu bahkan belum tau seperti apa dan bagaimana rupa dan sifatnya." Seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik, menimpali perdebatan dua saudara itu.
" Aku tidak akan menyesalinya aunty, tidak akan pernah."
" Baguslah kalau begitu, jika suatu saat kamu mengetahui siapa dia, kuharap kamu tidak akan pernah mendekat padanya." Ucap Sean. Daniel tertawa mencibir mendengar ucapan saudaranya.
__ADS_1
♡♡♡♡♡
Sementara itu di kediaman keluarga Lazuardy.
Tuan Evander tampak muram, begitupun dengan istrinya nyonya Rosaline. Mereka menatap putri bungsunya dengan tatapan pilu.
" Mom, dad sudahlah, aku tidak apa-apa, sungguh. Lihatlah, apa aku terlihat kecewa atau sedih ? Mungkin dia bukan jodohku, siapa tau jodohku lebih dari dia nanti." Si gadis cantik berusaha meredam rasa kecewa dan amarah orang tuanya, dengan menampilkan senyuman ceria di wajah cantiknya.
" Maafkan kami sayang, maaf sudah membuatmu berada dalam situasi seperti ini " wajah sesal terbersit di sepasang mata tua mommy nya. Dan tanpa permisi titik demi titik bulir airmata itu keluar dari matanya. " Maaf sayang, maaf " di sela isaknya tangisnya nyinya Rosaline tiada henti meminta maaf kepada putrinya.
" Itu bukan kesalahan mommy, mungkin ini sudah kehendak tuhan, Anne ikhlas mom, tak apa. Mommy jangan menangis, aku tidak tahan kalau seperti ini." Ucapnya sendu, sungguh hatinya terasa hancur. Baginya, tidak masalah kalau cuma dia yang di permalukan, tapi ini....kedua orang tuanyapun ikut di permalukan.
" Daddy, kenapa mom gak di ajak istirahat ?" Anne yang tak mau berlama-lama melihat mommy nya sedih, akhirnya meminta sang daddy membawanya ke kamar.
" Kamu juga istirahat sayang, dady sayang kamu." Tuan Evander membelai surai indah putrinya dengan sayang. Dia tak menyangka, kalau nasib putri cantiknya akan seperti ini.
" Nasib...kenapa begini banget yaa ?" Anne telentang di atas sofa, sambil terus merutuki nasib sial yang menimpanya. " Kenapa Sean tidak menghubungiku yaa ? Kuharap masalahku dengan saudaranya yang brengsek itu, tidak membuat canggung kalau bertemu."
Tak lama kemudian ponselnya bergetar, tanda panggilan masuk terlihat di layar benda pipih tersebut.
Anne langsung menggeser icon berwarna hijau.
" Heumm, Sean kau dimana ?"
"Di luar gerbang rumahmu, apa sudah tidur ? lampu kamarmu sudah padam?"
" Aku masih di bawah, bahkan aku belum berganti pakaian hahaa.." Anne tertawa nyaring, seolah lupa dengan kesialan yang baru saja di alaminya.
__ADS_1
Sean yang mendengar suara tawa Anne, merasa dejavu. Rasa khawatir yang menggelayut di hatinya hilang sudah. Anne nya masih ceria seperti biasanya.
"Tidurlah Anne, besok aku akan datang menjemputmu!"
" Heumm " Anne mematikan panggilannya. Dia segera beranjak dari atas sofa, dan beranjak menaiki tangga, menuju kamarnya. " Dasar pria brengsek, belum juga tau siapa aku, sudah berani-beraninya menolaku . Jika suatu saat kau mengenal siapa aku, kuharap kau tak menyesal." Anne terus menerus menggerutu. Walaupun bibirnya tersenyum. Tak dapat di pungkiri, kalau hatinya terasa sakit dan terhina.
♡♡♡♡♡
Daniel Luchester, pria berperawakan tinggi dan berwajah rupawan,wajah blasterannya menjadi daya tarik tersendiri bagi para wanita,selain itu dia juga di kenal sebagai playboy tajir.
Selain suka bergonta ganti pacar dia sering sekali melakukan ONS dengan wanita-wanita bayaran, maupun wanita yang dengan suka rela menyerahkan dirinya sendiri.
Daniel sekarang tengah duduk di sebuah club Fabl*, club elit ibukota dengan beberapa temannya. Mereka juga di temani beberapa wanita cantik dengan pakaian sexy. sexy apa kurang bahan yak 🤔.
" Jadi kamu menolak putri bungsu Lazuardy ? Gila, betul-betul gila. Gue malah rela ngelakuin apa saja, asal bisa jadi pasangannya." Celetuk seorang pria berkulit coklat, sambil menggelengkan kepala.
" Ck, apa tidak ada yang di bahas, selain bahas anak manja itu." Daniel melotot ke arah temannya.
" Ayolah bro, kau sudah menolak seorang Lazuardy, dia itu most wanted bagi emak-emak yang lagi nyari mantu." Temannya yang lain ikutan nimbrung bicara.
" Oiya bro, tau dari mana kalau si Anne itu, manja dan suka hura-hura ?" Pria bermata sipit di sebelahnya menimpali ucapan temannya tadi.
" Hampir semua media online dan cetak, selalu update tentang keluarga itu. Dan di sana terpampang jelas, mereka selalu menuliskan kalau putri bungsu Lazuardy sangat manja, suka belanja, dan entah apa lagi. Kalian pikir saja, siapa yang mau menikahi wanita seperti itu."
" Jadi...hanya karena 'katanya' lo nolak dia mentah-mentah ? Bahkan sebelum melihat orangnya ?!"
" Gila, semoga kau tidak menyesalinya nanti."
__ADS_1
Mereka semua hanya menggelengkan kepala, melihat Daniel yang begitu kekeuh, ogah menerima Anne, dan bahkan mengatainya banyak hal.