
Happy Reading
" Kamu hanya perlu menurut, dan kita akan bersenang-senang ."
" Aarrrrggghhh...."
Bugh...bugh...bugh..
Anne berteriak, dan pukulan demi pukulanpun melayang, ke arah pria di hadapannya.
" Perempuan brengsek ." Teriak si pria, dia tak menyangka, calon korbannya ternyata bisa dengan mudah memukul dirinya.
" Hahahaa....tidak terbalik hah ? Kamu yang brengsek, Berani-beraninya kamu menyentuhku, kamu pikir aku tidak bisa apa - apa hm ?!"
" Sial ."
" Berani kamu bergerak, ku patahkan kaki dan tanganmu itu ."
" Hehee....jangan kau kira bisa keluar dari sini."
" Ck, ya ya yaa....seharusnya kamu mencari tau dulu secara detail, sebelum lancang menyeretku ke sini." Anne menyeringai sinis. " Supaya kamu tidak kecewa seperti sekarang, atau.....berpikir dulu sebelum bertindak, jangan asal saja."
" Kamu hanya anak manja, hanya kebetulan saja kamu bisa memukulku !"
" Kebetulan yang sangat bagus bukan ? Aku bisa memukulmu sampai jatuh, seperti ini! hebat bukan."
Tanpa di duga, gadis itu kembali melayangkan kaki kirinya.
Bugh...bugh...
Tendangan demi tendangan di layangkan, ke arah tubuh pria itu, yang sudah terlihat tak berdaya di bawahnya.
" Haaahhh....apa tidak ada yang lebih dari ini ? Kau seperti ban** saja, banyak omong, dan bisanya menggertak saja. Tapi isi kepalamu kosong."
" Aku tidak tau siapa yang menyuruhmu, tapi jika aku sudah tau nanti, berdo'a saja, agar aku tidak melihatmu lagi. Camkan itu baik - baik."
__ADS_1
Sekali lagi, Anne memukul pria di dekatnya, sampai pingsan.
" Cih, ada untungnya juga, akun penyebar gosip suka gosipin gue manja dan payah ." Seringai nampak menghiasi wajah manisnya. Siapa yang menyangka kalau dia adalah gadis barbar, di balik wajah manisnya yang terlihat sangat polos.
Anne segera berlalu keluar dari bangunan tersebut. " Untung si bodoh itu, meninggalkan kunci mobilnya di sini ."
Anne pergi meninggalkan tempat yang sama sekali tak di ketahuinya, dengan mengendarai mobil orang yang bermaksud menculiknya barusan.
" Dasar amatiran bodoh, dia pikir dia siapa, berani-beraninya mengganggu liburanku." Setelah hampir dua puluh menitan melewati jalanan rusak dan sempit, Anne tiba, di jalan yang tadi di lewatinya, saat mencari makan. " Ahh ternyata tidak jauh, dia betul-betul bodoh!!"
Anne keluar dari mobil, dan berjalan ke arah hotel tempatnya menginap. " heehhh, gara - gara manusia sebiji itu, gue jadi gak tidur kan." Anne menggerutu sambil sesekali kakinya menendang kerikil.
Tiba di depan hotel, Anne terpaku, di depannya sangat ramai. Ini kan dini hari, kenapa ramai begini, Bathinnya.
Anne berjalan melewati orang-orang yang nampak sedang melakukan persiapan, untuk menyambut orang penting nampaknya. Anne menutupi sebagian wajahnya dengan kerah hoodie yang di kenakannya, dia tidak mau kalau sampai ada yang mengenalinya.
Harapan tinggal harapan.
Tanpa di sadarinya, seseorang yang baru saja keluar dari mobil, dan di sambut para pegawai hotel di sana, memperhatikan gerak geriknya. Dia nampak mengulas senyuman tipis di bibirnya.
" Ahhhh lelahnyaa....gara - gara si bodoh itu, jangan sampai aku melihatmu lagi, kalau sampai melihat dia lagi, habis kamu." Anne segera membersihkan diri dan mengganti pakaiannya. " Pengen tidur, tapi kok gak ngantuk yaa." Badan lelah, tapi mata tak jua mau terpejam. Dengan kesal Anne bangun lagi dari tidurnya, dan segera mengambil jaket. " Pergi kepantai kurasa bukan ide yang buruk ."
Anne berjalan menyusuri tepi pantai yang sunyi, pukul tiga pagi, dia sudah keliling pantai. Bermain pasir sendiri, berjalan sendiri, dan ketika lelah, dia duduk selonjoran di atas hamparan pasir putih tanpa seorangpun menemani dirinya.
" Well.....tuan putri manja seperti anak hilang, keluyuran seorang diri ."
Anne sangat terkejut, pada saat mendengar seseorang berbicara di dekatnya. Anne melirik ke arah suara itu berasal, dan dia semakin shock, saat dia melihat pria yang sangat tidak ingin di lihatnya.
" Daniel " desisnya, nyaris tak terdengar.
" Iya ini aku " Daniel menjawab sambil tersenyum, dan menghampiri Anne. Anne segera mundur beberapa langkah.
" Sedang apa kamu di sini ?"
" Ouhh, seharusnya aku yang bertanya, sedang apa kamu di sini ?"
__ADS_1
" Bukan urusanmu "
" Akan menjadi urusanku, kalau tiba-tiba ada berita tersebar, di temukan seorang gadis meninggal bunuh diri, di sini ."
" Cih, Kau pikir aku tidak waras, sampai harus bunuh diri segala, memangnya kamu yang punya tempat ini apa ?" Anne berlalu melewati Daniel.
" Kalau iya kenapa ?" Anne berhenti berjalan, dan memutar badannya, menghadap kearah Daniel.
" Ouh, jadi tempat ini punyamu ya, sepertinya aku harus segera check out dari sini ." Anne kembali memutar badannya, dan hendak berlalu...
Grep
Tangannya di tarik Daniel, sampai Anne terjajar ke belakang. " Sepertinya kamu yang tidak waras, narik-narik tangan orang, lepas." Bentaknya dengan penuh emosi. Sejujurnya di dalam hatinya masih tersimpan sedikit rasa sakit hati, gara-gara perjodohan yang di tolak sebelah pihak, sebelum mereka sempat bertemu pula. Syakit hati adek bang, syakiiittt 😿
Tapi di sudut hatinya juga tersimpan rasa yang lain.
Daniel tidak menjawab ocehan Anne, dia semakin merapatkan badannya ke tubuh mungil Anne.
Anne gelagapan dan berusaha mendorong tubuh tinggi Daniel, tapi bukannya bergeser ke belakang, Daniel malah semakin merapat. Daniel menunduk dan mendekatkan wajahnya ke wajah Anne, hembusan nafasnya yang wangi mint, tercium oleh Anne. Sadar Anne sadar bisikan hatinya terdengar samar.
Anne mendelik, ketika bibir Daniel menempel sempurna di bibir mungilnya. " Ap..euhmmmpppttt...". Anne berusaha mendorong tubuh Daniel, tapi percuma saja. Sekarang bukan hanya badan mereka yang menempel erat, bahkan bibir Danielpun sudah semakin rapat di atas bibirnya. Anne memukul dada dan lengan Daniel, tapi bukannya melepaskan ciumannya, Daniel malah semakin liar melumat bibir mungilnya.
Daniel melepaskan ciumannya, setelah dia merasa Anne hampir kehabisan nafas. Benar saja, begitu bibirnya terlepas, Anne segera menghirup udara dengan rakus. Dengan nafas yang masih terengah, dia melayangkan sebelah kakinya ke arah Daniel. Bughh....tendangannya mengenai paha atas Daniel. Daniel yang tak menyangka akan di tendang, tubuhnya langsung sempoyongan.
" Kaki mu lincah juga, aku jadi penasaran, apa kamu akan selincah ini kalau sedang...." Daniel tak melanjutkan ucapannya, dia tersenyum miring ke arah Anne.
" Tapi sepertinya kamu masih amatiran, bahkan belum tahu caranya berciuman, benar bukan Anne ?" Anne hanya diam, tidak menanggapi kata-kata Daniel. Boro-boro ciuman hot kyak gtu bang, di cium kening aja kgak pernah, adek jomblo akut bang 😭.
Anne terus saja merutuki kesialannya sejak tadi keluar dari cafe, dan di tambah sekarang. Mana ciuman pertamanya sudah di curi orang, yang notabene sangat dia benci dan juga suka.
Melihat Anne yang hanya diam tanpa kata, Daniel dengan cepat menghampirinya lagi, dan menangkup wajah manis Anne, lalu kembali mencium bibirnya lagi, dengan cepat.
" Euhmmppffftt...lhee..paa..ssshhh...
Suara Anne yang tertahan, tidak Daniel pedulikan, yang dia pedulikan adalah, rasa manis di mulut yang mungil itu.
__ADS_1
" Sangat manis " ucapnya dengan santai.