(Bukan) Pengantin Impian

(Bukan) Pengantin Impian
8


__ADS_3

" Jadi...semalam kalian pergi kemana saja ?"


Anne dan Sean saling tatap, tak tahu harus menjawab apa.


" Kemarin Anne mengantar saya ke rumah sakit om." Sean menjawab pertanyaan tuan Evander.


" Rumah sakit ? Ohh, kalian jenguk orang sakit ?!"


" Iya om." Jawab Sean singkat.


Anne menghela nafas lega, daddy nya sudah tidak bertanya lagi. Dia melirik Sean sekilas, pria itu acuh tak acuh saja.


" Apa kakak bakalan ikut pulang mom ?"


" Tentu saja dia harus pulang, mau ngapain di sini?"


" Yaa siapa tau gtu, lamaan di sini." Anne mengerucutkan bibirnya, saat mendengar jawaban mommy nya.


" Kamu mau apa memangnya ?"


" Seperti biasa, mau keliling saja " jawabnya santai.


" Memangnya kamu gak bisa ya, diam anteng di rumah gtu ?"


" Bayanginnya aja udah bosen mom "


" Yaa gak usah di bayangin, di jalani aja "


" Nggak yaa, gak mau, kyak di kandangin aja. Mana kalau keluar harus pake pengasuh, udah kyak anak kecil aja." Gerutunya.


" Kan semua demi kebaikan kalian." Tukas daddy nya cepat.


" Tapi gak gtu juga kali dad, gak enak banget di kelilingi pengawal." Sean hanya menyimak perdebatan Anne dan kedua orang tuanya.


Dia faham betul, kehidupan seperti apa yang di jalani Anne, bagai terkurung dalam sangkar emas. Anne pembangkang dan keras kepala, sering kabur dari kawalan penjaganya.


Dan membuat orang tua serta saudaranya kelimpungan.


Dan sepertinya tak lama lagi, dia akan lari lagi, melihat sikapnya yang rada manis terhadap pasangan paruh baya di hadapannya itu. Sean sudah hafal gelagat Anne yang tiba-tiba manis, pasti ada sesuatunya.


" Oiya Anne, nanti sore jangan lupa jemput kakakmu Linzy. Awas kalau lupa."


" Iya mom iya, ingat kok. Pukul tujuh belas dua puluh kan mommy ?" Anne memutar bola matanya malas, kalau baginda ratu sudah memberi perintah, tak ada yang berani bantah.


♡♡♡♡♡

__ADS_1


" Sabaar Anne sabbbaaaarrrr." Kemarin di suruh ngasuh kakak dan keponakannya, ehh sekarang di suruh nyopirin kakak cantiknya satu lagi. Mending kalau perginya sendirian, lha ini, pengawalnya segambreng.😒


Tau gitu mah, udah aja atuh yaa, sopir yang jemput, bathinnya nelangsa.


Sepertinya mommy sama daddy nya, udah tau dia bakalan kabur, makanya selalu di suruh ina inu, biar sekalian di awasi.


Minta tolong Sean, udah gak mungkin, Sean udah keseringan nolongin dia kabur. Minta tolong teman-teman perempuannya, tambah gak mungkin, mereka bahkan gak pernah tau, apa itu minggat. 😩


" Haaahhh akhirnya jadi anak emak juga ". Kan emang anak emak, ye kan. Anne mah aya-aya wae.


" Udah mah ini tuan putri, lama banget yak, gak tau ape, betis enenk udah kyak tales Bogor, di ajakin berdiri dari tadi " Anne menggeruru sendirian.


Dari kejauhan nampak seorang wanita cantik menghampirinya, Anne tersenyum senang, hilang sudah rasa kesalnya. Kakaknya yang satu ini, memang ter ter lah. Anne melambaikan tangannya ke arah Linzy.


" Kakak lama banget, lihat nih kakiku ampek bengkak begini " gerutunya, sambil menunjuk ke arah betisnya yang langsing.


" Heumm....mana ada ? Cuman nunggu sepuluh menit, cemberut." Balas Linzy pada adiknya.


" Kakak mau ngapain sih datang ke sini ?"


" Pengen aja, kenapa gitu ?"


" tak apa. Di rumah sana, tinggal para jomblo dong ?"


" Hu'uhmb "


" Siapa sih ?" Heran Linzy.


" Kak Cris jomblo, Kak Archie jomblo, grandpa juga jomblo " jawabnya dengan polos.


pletakk


Kepalanya di keplak Linzy. " Grandpa bukan jomblo Anne."


" Terus apa ? Kan udah gak punya pasangan juga toh ?!"


" Duda mentereng." Ucap Linzy sekenanya.


" Mentereng dari mananya sih kak ? Pan udah sepuh!"


" Coba aja kamu ajak dia pergi, pasti banyak tuh, tanteh tanteh genit pada nyamperin."


" Haah....diihh, ogah deh gue, kalau harus punya nemud, modelan tante girang lagi, garing banget ihh." Linzy hanya tertawa melihat ekspresi jijik adiknya.


" Nyetirnya cepetan dikit napa Anne, pantat kakak bentar lagi kapalan kyaknya, kalau harus duduk lagi kyak gini." gerutu Linzy, sambil nepuk-nepuk paha atasnya.

__ADS_1


♡♡♡♡♡


Sean memandangi foto dirinya dengan Anne, sesekali dia tersenyum, sambil mengusap wajah manis yang ada di layar.


Walaupun hatinya tidak begitu yakin, akan perasaan sahabatnya, tapi dia akan terus berusaha, berusaha untuk menjadi bagian terpenting di hidup Anne.


Dia sangat bersyukur saat saudaranya menolak di jodohkan, bukan dia tega, bukan seperti itu. Tetapi dia senang karena masih ada kesempatan untuk terus bersama sang gadis, yang sejak pertama kali berkenalan dulu, Sean sudah sangat tertarik pada Anne.


Walaupun Anne rada judes, tapi dia sangat baik. Berbeda dengan apa yang selalu di sebar luaskan beberapa pemilik akun gosip, yang selalu menceritakan, kalau putri bungsu Lazuardy sangat arogan, senang foya-foya dan play girl. Sean tahu, itu hanya kisah yang di sodorkan para sesepuh Lazuardy, untuk melindungi putri kecil mereka.


" Besok aku harus kembali ke tanah air, akhirnya kita berpisah lagi Anne " ucapnya nyaris tak terdengar.


Drrtttt..drrttt..drrrtt....


Tiba-tiba ponsel di tangannya bergetar, tampak nama saudara tertera di layar.


" Iya Dan, ada apa ?"


" Kapan kamu balik ? Aku harus berangkat ke Australia esok lusa "


" Besok aku pulang, dengan penerbangan pertama."


" Ok, kuharap sesuai jadwal "


" Hem...yaa, aku tahu di sana banyak kerjaan "


" Sudah tahu banyak kerjaan, masih juga pergi " terdengar Daniel ngomel di seberang sana. Sean hanya tertawa mendengar omelannya.


" Masih bisa tertawa tuh anak " Daniel mengakhiri panggilannya. Dan kembali berkutat dengan pekerjaan.


Sampai terdengar bunyi 'ting' beberepa kali, menandakan ada notifikasi di akun media sosialnya.


Daniel kembali mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja kerjanya, dan segera memeriksa notifikasi tersebut. Matanya terbelalak, akun @anneL_laz menyukai fotonya, bukan satu, tapi banyak foto unggahan yang di kasih love. Daniel sampai harus mengucek matanya beberpa kali. Dan tersenyum girang.


              •


" Kaivaaaannnn.....kembalikan ponsel aunty, kamu buka apa tadi ?"


" Cuma liat foto uncle ganteng aja, terus di kasih gambar hati yang buaanyaaakkk!" jawab sang bocah, dengan ekspresi tak berdosa.


" Mana yang Kai kasih hati, punya siapa ?"


" Ini aunty, uncle nya ganteng kan ?"ucapnya dengan polos


" Kaivvaaaannnn....aarrggghhhh "

__ADS_1


__ADS_2