(Bukan) Pengantin Impian

(Bukan) Pengantin Impian
5


__ADS_3

" Jantungku semakin parah saja rasa - rasanya " bathinnya


Anne segera berlalu meninggalkan patung hidup itu di depan pintu resto.


Sementara Daniel, hanya terpaku memandang kepergian Anne. Dia tersadar saat dirasa ada koala glendotan di tangannya.


Daniel segera menepisnya dan berlalu ke dalam. "Ish Daniel, aku hanya memegang tanganmu saja "


" Jangan sentuh-sentuh lagi." Ucapnya dengan datar.


" Ayolah Dan, jangan kasar begitu." Lihat saja nanti, akan kubuat kamu mengerang sepanjang malam.


" Aku sudah berbaik hati menemanimu makan malam. jadi jangan macam - macam." Daniel semakin ketus.


" Apa ? Hanya makan malam saja ?"


" Kamu pikir kita kesini mau apa Zee ? Selain makan?!"


" Setelah dari sini, kita ke apartement kamu yaa, Aku kangen sama kamu, udah hampir sebulan kita tidak..." wanita yang di panggil Zee tidak meneruskan kata-katanya.


Cup


Dia mencium bibir Daniel. Daniel hanya terdiam tanpa meresponnya. " Ayolah Dan, aku teramat sangat merindukan dirimu dan...." dengan gaya sensualnya Zee mengelus paha Daniel perlahan.


Daniel menepis tangan Zee saat pelayan datang membawakan pesanan mereka. " Makanlah Zee, aku akan menemani dirimu ".


" Dan aku sangat merindukan dirimu, apa tidak ada sedikit saja kesempatan buatku kembali hm ? Aku datang jauh-jauh untuk menemuimu."


" Diamlah, dan cepat makan, lagi pula siapa yang menyuruhmu datang ke sini ? itu kan kemauan dirimu sendiri, bukan kemauanku!" Mendengar nada ketus Daniel, akhirnya Zee segera menyantap makanannya.


" Dan, temani aku malam ini ya, ke apartemenku, kalau kamu tidak ijinkan aku ke tempatmu." Dengan wajah memberengut manja Zee meminta Daniel untuk menemaninya.


Daniel menarik nafas pelan. " Baiklah " jawabnya singkat. Zee langsung sumringah mendengar jawaban Daniel.


♡♡♡♡♡


Namanya juga kucing garong, di sodorin ikan yaa langsung di santap.


Begitu kali, istilah buat Daniel, dia kan pria normal, di rayu dan di elus-elus wanita sexy, yaa langsung aja ON.

__ADS_1


Ahh iya, Daniel tak perlu susah payah ngeluarin uang, dia hanya perlu berkata YA, maka malamnya akan menjadi panas.


Daniel dan Zee tiba di salah satu apartement yang lumayan elite, di daerah Jakarta Selatan.


Zee langsung membawa Daniel ke tempat tinggalnya.


Zee terus menggandeng Daniel dengan posesif, seolah takut kalau Daniel akan melarikan diri. Bahkan saat di lift, dia terus saja menggoda dan mencium Daniel.


Daniel hanyalah manusia, yang tentunya memiliki nafsu.


" Come on Dan."


Zee sangat mencintai Daniel, tapi Daniel....?


di pikiran Daniel hanya ada satu orang gadis, yang tanpa sengaja sudah mengisi hatinya, sedari pertama dia melihatnya.


" Anne ?" gadis manis yang juga sahabat sepupunya, Sean.


gadis yang sudah dengan sangat percaya diri di tolaknya mentah - mentah.


dan sekarang, gadis itu pula yang selalu membuatnya tidak focus, bahkan uring - uringan tidak jelas.


" Jangan katakan kalau kamu tidur dengan silicon itu ?" Sebuah suara mengagetkan Daniel. Dia segera menoleh ke arah asal suara. Nampak Sean duduk di sofa dengan santai.


" Jadi, kamu betul-betul bisa ON dengan silicon?" Nada suara Sean terdengar mengejek. Daniel hanya terdiam, dia akui, Zee memang penuh kepalsuan, hampir seluruh tubuhnya, hasil permak. Tapi nafsu birahi Daniel menutupi semua itu.


" Hm, jadi kamu diam di situ hanya menunggu untuk mengejeku, Sean ?"


" Tidak, kebetulan aku juga baru masuk ke rumah."


" Woow kamu baru pulang ? Sejak kapan kamu suka keluyuran Sean ?"


" Aku tidak keluyuran, tadi hanya keluar makan sama Anne."


" Anne ? Anne siapa, maksudku Anne yang mana?"


Sean menatap heran pada saudaranya itu. " Aku hanya mengenal seorang Anne saja, tidak sebanyak yang kamu kenal itu


." Jawab Sean santai. " Anne Lazuardy, hanya dia yang ku kenal, tidak ada Anne yang lainnya lagi Dan!" Sean berjalan meninggalkan Daniel yang masih terpaku.

__ADS_1


" Anne Lazuardy ? Apa kamu yakin mau menerima dia, jika di jodohkan denganmu ?" Sean menghentikan langkahnya, begitu mendengar perkataan Daniel.


" Ya, aku pasti akan menerimanya dengan senang hati, dia gadis baik dan dari keluarga baik - baik." Mendapat jawaban yang begitu meyakinkan dari Sean, membuat hati Daniel terasa nyeri, ada apa dengan hati dan perasaannya?.


" Sial, kenapa perasaanku jadi begini"


♡♡♡♡♡


Setelah insiden tabrakan dengan pria yang sudah menolaknya semalam. Moodnya jadi memburuk, sepanjang hari dia hanya uring-uringan. Di tambah kedua orang tuanya meminta dia, untuk membawa kakaknya Dara, ikut bersamanya. Lengkap sudah kekesalannya.


Apa dia tidak bisa menolak ? Tentu saja bisa ! Hanya saja dia sangat mengkhawatirkan keadaan kakaknya yang sedang terpuruk, karena masalah rumah tangganya.


Jadilah sekarang Anne yang penurut, bukan si barbar keras kepala lagi. Sepertinya selama beberapa minggu kedepan, dia akan menjadi seorang lady betulan, yang manis dan penurut pada kedua orang tua dan juga saudaranya.


Anne duduk manis di ruang keluarganya, dia sedang menonton siaran langsung drama tangis-tangisan kakaknya, yang sedang meminta izin pada kedua orang tua dan kakeknya untuk pergi menenangkan 'pikiran' katanya.


Pukul tujuh malam, akhirnya Anne berpamitan pada keluarganya. Dia akan membawa kakak perempuan dan keponakannya pergi.


" Mom, dad kami berangkat dulu, grandpa Anne pamit, jaga kesehatan, Anne tak suka mendengar grandpa bolak balik kerumah sakit." Ucap Anne sambil memeluk orang tuanya dan juga sang kakek. Kaivan yang taunya akan di ajak berlibur tampak sumringah, beberapa kali dia menanyakan daddynya, tapi dengan segala cara Dara selalu mengalihkan pertanyaan sang anak. Anne hanya tersenyum kecut, melihat sang kakak dan juga keponakannya.


apakah persoalan rumah tangga kakaknya begitu pelik ? sehingga membuat mereka harus pergi menjauh seperti sekaraang ?


Anne mendesah lelah, rupanya masalah yang dia hadapi tidak seberapa, di bandingkan masalah kakaknya.


" Aunty, kita mau libur kemana ?" Kaivan menarik-narik lengan Anne.


" Kita pergi ke rumah grandpa di Amerika " jawab Anne dengan senyuman manisnya yang sedikit di paksakan.


" Nanti daddy Kai ke sana gak aunty ?" Tanya nya lagi.


" Daddy Kai nanti nyusul, sekarang daddy masih banyak kerjaan, jadi gak ikut."Jawab Anne semanis mungkin.


Kaivan hanya ber 'oh' ria mendengar jawaban dari aunty nya.


Beruntunglah, keponakannya tidak terus - terusan bertanya, andai dia bertanya lagi, mungkin Anne akan semakin bingung, harus memberikan jawaban apa, sedangkan kakamnya hanya duduk melamun tanpa bersuara sedikitpun.


Sampai di bandara, mereka segera turun dari mobil, dengan beberapa 'pengasuh' itu kata Anne, yang selalu mengitari mereka. Anne menghela nafas berat, dia tidak suka kalau hidupnya selalu di kelilingi pengawal, berbeda dengan kakak-kakaknya, mereka semua penurut, apapun yang di ucapkan daddy nya mereka pasti meng'iyakan.


" Anne tunggu "

__ADS_1


__ADS_2