
Anne merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, " Lelah banget rasanya." Karena terlalu lelah setelah perjalanan yang begitu jauh, akhirnya Anne tertidur dengan sangat pulas.
Sementara itu di sebuah kamar hotel, yang tak begitu jauh dari kamar yang di tempati Anne. Seorang pria sedang melakukan panggilan telphone sambil memegang selembar foto di tangannya.
" Aku melihat dia, dia ada di sini, di hotel yang sama denganku. Sepertinya aku sangat beruntung kali ini."
" Aku tidak sabar rasanya, melihat laki-laki itu menderita, dan meratapi kemalangan gadis impiannya "
" Gadis ini sangat manis, mungkin aku bisa sedikit bermain - main dulu dengannya "
" Lakukan yang kamu suka, aku hanya ingin membuat dia hancur perlahan "
" Ahh...rupanya kamu masih tidak terima ya, di tolak pria idamanmu hahahaaaa...."
" Diamlah kamu, lakukan saja tugasmu".
" Baiklah - baiklah, aku akan melakukan tugasku dengan baik dan benar. Setelah itu kita bersenang-senang hahahhahaaa....".
Tuutt
Panggilanpun terputus. " Dia sangat manis, dan menggoda. Aku harus segera mendapatkannya, sebelum para penjaganya datang."
•°•°•°•°•°•°•°•°•
" Lapaar, jam berapa yaa ini ?" Anne bangun dari tidurnya, dan mengelus-elus perutnya yang keroncongan. " jam sebelas malam ? Hehhh cari makanan dimana nih " Desisnya sambil terus mengelus perutnya.
Akhirnya Anne beranjak dari atas tempat tidur, dan segera membasuh wajahnya, serta mengganti pakaian nya. Tak lupa dia memakai jaket, perutnya sudah sangat lapar.
__ADS_1
" Bodo lah, makanan apa saja yang ada, yang penting makan " gumamnya sambil berjalan kaki sendirian. " Perasaan kok gak enak banget yaak." Anne celingukan. " Gak ada orang kok." dia menggedikan bahu, dan melanjutkan acara jalan kakinya.
" Akhirnya, nemu tempat enak juga nih, buat makan." Anne masuk ke dalam G'Zero Cafe, dan memesan beberapa hidangan. Dia benar-benar sangat lapar.
Setelah menuntaskan semua makanannya, Anne segera membayar, dan cepat - cepat keluar dari cafe. Perut kenyang, ngantuk melanda lagi.
Dengan langkah terseok-seok Anne menyusuri jalanan yang mulai sepi. Anne kembali menoleh ke kiri dan kanan, dia merasa di buntuti seseorang. " Perasaan ada yang ngikutin ya, apa cuma perasaan saja " desisnya, dengan kewaspadaan meningkat.
Saat hendak berbelok, tiba-tiba saja ada sebuah tangan membekap mulutnya, dan menodongkan senjata ke kepalanya. Anne terhenyak kaget, tapi juga tidak bisa berbuat apa - apa, dia hanya berusaha setenang mungkin, dari pada celaka.
" Aku tidak akan menyakitimu, kalau kau menurut." Anne hanya menganggukan kepala, mendengar suara berat dari belakangnya itu.
" Bagus, sekarang jadi gadis baik. Kita akan bersenang-senang," Anne bergidik ngeri, saat di rasanya, orang yang sedang membekap dia, mengendus-endus lehernya. Anne menarik nafas dengan susah payah, tidak menyangka kalau nasibnya akan seburuk ini.
Bagaimana kalau dia celaka, atau di bunuh pria itu, terus gak bisa ketemu keluarganya lagi. Anne merinding membayangkannya.
Pria itu kemudian menutup matanya dengan kain, dan membawanya menaiki sebuah mobil. Anne hanya diam, dengan pikiran kalut.
Saat penutup matanya di buka, dia sudah berada di dalam sebuah ruangan yang tak begitu luas. " Gadis manja yang manis " sebuah suara yang terdengar serak dan berat, mengejutkan dia. Anne menoleh, dan terlihat seorang pria yang tak begitu tinggi badannya, sedang berdiri dan memandang ke arahnya.
" Siapa kamu ?" Tanya nya dengan penuh selidik.
" Kamu tidak perlu tau siapa aku, yang jelas aku tau siapa dirimu." Anne mengangkat sebelah alisnya, dalam hati dia hanya merutuki kebodohannya yang keluar di waktu tengah malam begini.
" Untuk apa kamu membawaku ke sini ? Apa kamu menginginkan uang ?"
" Hahahaaaa..... ya, aku menginginkan uang, dan juga dirimu. Bermain-main dengan gadis manja sepertimu, pasti sangat menyenangkan."
__ADS_1
" Kalau kamu menginginkan uang, aku akan memberimu banyak uang, tapi kumohon, lepaskan aku."
" Aku akan melepaskanmu, setelah aku puas." Lelaki itu mendekat ke arah Anne, dan mengulurkan tangannya, hendak menyentuh wajahnya. Anne dengan sigap menepisnya dan memundurkan badannya beberapa langkah.
" Jangan coba - coba menyentuhku, kalau kamu tidak ingin menyesal."
" Hahahaaa....anak manja sepertimu bisa apa ? Mau memanggil para penjagamu hah ? Kurasa mereka tidak ada bersamamu seorangpun saat ini bukan?."
Deg
Anne baru sadar, kalau dia sangat jauh dari rumah, dan tanpa pengawal seorangpun juga.
Jantungnya berdegup kencang, rasa takut mencengkram dalam hatinya, apa yang harus di lakukan pikirnya.
Pria itu kembali mendekat, tapi Anne sudah tidak dapat memundurkan badannya lagi, punggungnya sudah menempel di dinding.
" Mau apa kamu ?" Ucapnya dengan suara yang mulai bergetar, ketakutan. Anne hanya bisa berdo'a sekarang, semoga ada yang menolongnya.
" Aku hanya ingin tau, bagaimana rasanya bercinta dengan salah satu anggota klan Lazuardy ".
Anne sangat terkejut, saat pria di hadapannya mengetahui dari mana dirinya berasal.
" Jangan kurang ajar " teriaknya sambil berusaha terus menjauhkan tangan pria itu.
" Kamu hanya perlu menurut, dan kita akan bersenang-senang ".
" Aarrrrggghhh...."
__ADS_1
Bughh.....
Anne berteriak, dan pukulan demi pukulanpun melayang...