
Happy Reading
" sangat manis " ucapnya dengan santai.
Anne melotot horror ke arah Daniel, dan berusaha memundurkan kepalanya, karena badannya tidak bisa dia gerakan. Daniel memegang pinggangnya dengan kuat.
Daniel tersenyum, dan sialnya membuat ketampanan wajahnya meningkat beberapa level di mata Anne.
Anne menggeleng-gelengkan kepala, dan beberapa kali matanya mengerjap, tapi wajah di depannya tak juga berubah. Jadi buruk rupa gtu, bathinnya.
Anne berusaha melepaskan tubuhnya dari dekapan Daniel, tapi Daniel bukan mengurai dekapannya, malah semakin erat saja.
" Diamlah, jangan bergerak terus. Kalau tidak ingin membangunkan sesuatu di bawah sana." Daniel membalikan tubuh Anne, membuatnya jadi membelakangi Daniel.
" Haah, membangunkan apa ?" Anne yang tak mengerti dengan ucapan absurd Daniel, merasa heran, membangunkan apa coba, memangnya ada siapa lagi selain mereka berdua.
" Diam saja, sebentar lagi sunrise muncul di sana." Daniel menunjuk ke arah timur dengan dagunya, yang di tumbuhi bulu-bulu halus. Anne merasa sedikit risih juga geli, saat lehernya bersentuhan dengan dagu Daniel. Anne hanya diam, membantahpun percuma.
Matanya menatap ke arah timur, perlahan warna orange mulai terlihat, sangat indah, " Woaahh cantiknya " Anne berseru spontan dwngan sangat girang.
Daniel menatap wajah Anne, yang menempel dekat dagunya. " Iya, sangat manis." Benar - benar manis kalau terlihat dari jarak sedekat ini bathinya Daniel.
Merasa ada yang memperhatikan, Anne menoleh, dan tatapan matanya bersirobok dengan mata coklat terang milik Daniel. Anne cepat-cepat memutuskan kontak mata mereka, dan menatap lautan yang luas.
Jantungnya terasa seperti mau lompat keluar. Merasa dekapan Daniel melonggar, Anne secepatnya menjauh, dan berlari kembali, ke arah hotel. Sedangkan Daniel hanya menatap tubuh mungil Anne yang semakin menjauh.
Daniel terdiam, memikirkan apa yang sudah dia lakukan terhadap gadis itu. Entah rasa bahagia, entah rasa sesal yang ada di hatinya. Kemarin dia sendiri yang menolak gadis itu, bahkan sampai mengatainya yang jelek-jelek di hadapan para sahabatanya. Tetapi sekarang....dia betul-betul sudah menjilat ludahnya sendiri. Miris bukan.
__ADS_1
Daniel mengambil sesuatu dari atas pasir, memperhatikannya, kemudian memasukannya ke dalam saku celana.
♡♡♡♡♡
Anne terus berlari ke dalam hotel, dan segera memasuki kamarnya. Dia bersender di balik pintu, dan menarik nafas dalam-dalam sambil menetralkan debaran di jantungnya. "Sial amat ya malam ini, apa gegara kabur, jadi sial berkepanjangan begini? besok - besok kalau mau kabur hatus ijin mommy dulu apa yak ." Dengan langkah gontai di mendekati tempat tidurnya.
Anne celingukan mencari sesuatu, dan bolak balik menyingkap bantal dan selimut serta merogoh saku hoodie yang tadi di pakainya. " Kok gak ada yaa, aduuuhhh....tadi kan di pantai, duuuhhh...kenapa jadi begini sih. lemot amat gue."
" Semoga manusia mesum itu, tidak ada disana lagi ." Anne membuka pintu kamarnya, dan menoleh ke kiri dan ke kanan, lalu masuk lagi ke dalam. " Ck, masa kepantai pake baju tidur ya ". Gumamnya. Anne mengganti bajunya dengan bikini warna merah terang, dan di lapisi dengan kemeja warna putih.
Anne keluar lagi dari kamar, kali ini tanpa celingukan seperti tadi 😁.
Dia berjalan dengan agak terburu-buru, menuju ke tempat yang tadi di datanginya, bersama Daniel. Mengingat nama Daniel, membuat wajah Anne tiba-tiba saja terasa panas.
Belum sampai kakinya melangkah melewati lobby, tangannya sudah kembali ada yang manrik. Dengan geram Anne menoleh, dan mengangkat sebelah tangan lainnya, niatnya sih hendak memukul. " Daniel, ada apa lagi ?" Anne menyentakan tangannya yang di pegang Daniel.
" Ck, apa sih, perasaan dari tadi ganggu mulu." Anne segera berlalu menuju ke arah pantai.
" Dasar gadis keras kepala, cuma mau ngembalikan ponsel padahal." Akhirnya Daniel mengikuti Anne ke arah pantai, dia memperhatikan hadis itu dari kejauhan, sepertinya Anne serius sekali mencari barangnya yang hilang.
Daniel berjalan mendekati Anne, dan mengikuti setiap langkah dan gerakan gadis itu. Daniel melihat dengan jelas, tubuh mungil itu hanya terbalut bikini, yang di lapisi kemeja, membuat jantungnya terasa di pompa begitu kencang, Daniel memalingkan wajahnya dari tubuh mungil Anne.
Anne yang kesal karena terus-terusan di ikuti hanya bisa menggerutu pelan.
" Sialan, apa dia sengaja menggodaku" pikir Daniel.
" Mi amor, what are you looking for ?"
__ADS_1
" Bisa tidak, jangan menggangguku dulu, sebentar saja. jauh - jauh sana huss huss" Anne menanggapi pertanyaan Daniel, dengan acuh tak acuh.
" Apa kamu mencari ini sayang ?" Daniel mengacungkan benda pipih di tangannya. Anne menoleh ke arah Daniel, matanya langsung berbinar cerah melihat benda yang di carinya ada di genggaman Daniel.
Anne mendekati Daniel, tangannya terulur meraih ponsel miliknya, tapi Daniel dengan gesit mengangkat tangannya tinggi-tinggi. " Ihhh, kembalikan napa, aku mencarinya dari tadi."
" Ambilah, apa susahnya."
" Jelas saja susah, gak lihat, badanmu setinggi itu, tanganku mana bisa mengambilnya kalau di angkat setinggi itu." Daniel tertawa, sambil memperhatikan tubuh mungil di hadapannya yang berjinjit dan menempel di tubuhnya.
" Baiklah, akan ku berikan, tapi dengan satu syarat "
" Apa apa apa, akan kulakukan, asalkan kembalikan benda itu " Anne yang sudah tidak sabar, asal saja menyanggupi persyaratan Daniel yang bahkan belum di katakannya.
Daniel menarik tubuh Anne dan mendekapnya dengan erat, kemudian melumat bibir yang terasa manis itu dengan lembut. Lidah Daniel menerobos, dan mengabsen setiap gigi dan juga mulut Anne.
Euhhm.....
Tanpa sadar Anne melenguh.
" Kamu menyukainya sayang" bisik Daniel di telinganya. Wajah Anne memerah, sungguh, dia sangat malu, apa yang sudah di lakukannya, kenapa dia jadi murahan seperti ini, bathinnya.
Daniel tersenyum samar di antara aktivitas panasnya. Anne terdiam, seolah terbuai oleh setiap cumbuan bibir Daniel, bukan hanya bibirnya yang menjadi sasaran Daniel, tetapi juga leher mulusnya. Dengan lembut Daniel menelusuri leher dan juga pundak terbuka Anne.
Mungkin bagi Daniel hal seperti ini sudah biasa, tetapi bagi Anne, ini adalah pengalaman pertama kalinya.
Nafas keduanya terengah, udara pagi yang sejukpun terasa sangat panas bagi mereka berdua. Anne mendorong pelan tubuh Daniel, dia berusaha mengumpulkan kesadarannya yang hampir hilang tertutupi nafsu sesaat.
__ADS_1
" Syaratnya hanya.....