
"Ouw, jadi seperti ini ya, kelakuan seorang putri Lazuardy"
Anne terkejut mendengar suara seorang wanita, yang menyebutkan nama keluarganya. Dengan cepat dia berbalik, dan menatap datar pada orang yang sedang berdiri tak jauh dari mejanya.
"Heumm...apa ada yang salah?" Tanya nya dengan santai.
"Jangan merasa hebat, karena kamu anak orang kaya. Kamu itu hanya mengandalkan nama keluargamu saja, berani taruhan, kalau pria di hadapanmu akan pergi menjauh, andai kamu bukan keturunan Lazuardy ."
Anne memggedikan bahu tak acuh.
"Kamu tanyakan saja sendiri pada orangnya, toh dia ada di sini." Masih dengan sikap acuh tak acuhnya, Anne menunjuk Daniel dengan dagunya santuy.
Sedangkan Daniel hanya tersenyum miring, melihat Anne yang sama sekali tidak terprovokasi wanita yang ada di hadapannya.
"Benar-benar gadis yang menarik" bathin Daniel.
"Kenapa diam ? Tanyakan padanya, apa dia akan membuangku kalau aku bukan keturunan Lazuardy?" Anne semakin menantang wanita itu.
Wanita itu tampak mengepalkan tangannya. Kemudian berlalu menjauhi meja tempat Anne dan Daniel makan.
"Dia siapa?" Daniel merasa penasaran dengan wanita yang datang tiba-tiba ke hadapan mereka.
"Bukan siapa-siapa, dia anak mantan staff di kantor kakak, dia sangat memuja kakkaku, Cristian. Tapi kakakku tidak menyukai perempuan begitu modelnya."
"Heum, dia cantik." Gumam Daniel.
Anne mendelik.
"Iya, kambing di bedakin juga, pasti kamu bilang cantik, iya kan?" Sewotnya.
"Lalu..., itu kan faktanya, wanita tadi terlihat cantik." Daniel tak mau kalah.
"Kakakku mana mau sama perempuan jejadian, dia suka perempuan asli, ingat A S L I." Anne semakin kesal di buatnya, wajahnya bahkan sudah memerah.
"Apa dia transgend**?" Daniel agak ngeri.
"Perempuan asli, tapi hasil permak, itu yang kakak bilang. Kakak mau nikah sama siapa saja, gak penting kaya atau miskin, asalkan wanita ASLI, bukan hasil permak dokter, yang sudah di tambahin silicon, di sini dan sisninya." Jawab Anne panjang lebar, sambil menunjuk dada dan bokong.
Daniel hanya ber 'oh' ria, membuat Anne semakin kesal di buatnya.
"Makanlah, tadi katanya lapar." Daniel cari aman, dari pada kena tendangan lagi. Ye kan 😁
Anne makan dengan sangat lahap, no ja'im - ja'im club, bodo amat mau di bilang rakus. Toh makan ada yang bayarin, gak baik kan, kalau sampai nolak rezeki numplek begini. Sikat saja sampai habis.
Daniel sampai melongo, melihat makanan di atas meja tandas semua. Dia melirik badan Anne yang mungil, badan sekecil ini bisa nampung makanan segitu banyaknya, kalau tak melihat sendiri, mungkin dia tidak akan percaya. Jangan-jangan dia tidak makan seminggu, bathinnya, sambil menatap Anne, dengan tatapan tak terbaca.
"Ahh kenyangnya, jadi ngantuk." Dengan tak tau malu, biasanya kan anak gadis selalu jaga image, lha ini mah boro - boro.
__ADS_1
Lagi-lagi, Daniel di buat bengong. Apa benar liliput di hadapannya ini anak keluarga Lazuardy, kenapa yang satu ini beda, udah mah otaknya rada - rada, kelakuannya barbar di tambah tak tau malu, Paket komplit.😄
"Baiklah, sekarang kita pergi ." Daniel menggandeng tangannya, dan berlalu meninggalkan cafe.
"Mau kemana?"
"Jalan-jalan"
"Kemana?"
"Ikut saja"
Akhirnya Anne diam, dan mengikuti kemana Daniel melangkah.
"Gantilah pakaianmu dulu, pakai baju panjang ."
"Euhm, ok"
Daniel membawa Anne pergi meninggalkan hotel, dengan mengendarai SUV. Walaupun penasaran Anne memilih bungkam.
Efek perutnya teramat sangat kenyang, di tambah hampir semalam tidak tidur, akhirnya Anne tertidur dengan pulasnya.
Daniel tersenyum, melihat gadisnya, ehh gadisnya ? Bolehkah dia menganggapnya seperti itu ?!
Di elusnya sekilas rambut Anne. "Tidurlah, perjalanan kita masih panjang."
♡♡♡♡♡
"Aku tau, aku sangat tampan, tidak usah terpesona begitu ."
Anne yang ketahuan sedang mentapnya,langsung gelagapan. "Diihh, siapa juga yang terpesona, geer banget. Gak usah kepedean deh."
"Terus, kenapa menatapku seperti itu tadi ?"
"Aku masih linglung, kenapa ada di mobilmu ."
"Heumm"
"Kita mau kemana?"
"Lihatlah kedepan"
Anne menatap kedepan, dan samping jalan. Sepertinya dia akan pergi ke..
"Peternakan." Teriaknya dengan nyaring. Daniel sampai harus mengelus telinganya yang berdenging.
"Iya, ke sana, kamu suka?"
__ADS_1
Anne hanya manggut - manggut.
Nampak Beberapa ekor wallaby, kangguru kecil melompat-lompat di pinggir semak. Sapi-sapi bertebaran, makan rumput atau mencari air. Cuaca Northern Territory (NT) sangat panas sore ini. Beberapa sapi bahkan terlihat tulang-tulangnya. Tampaknya bukan hari yang mudah buat mereka.
Beberapa burung berterbangan di langit. Banyak pula sarang semut yang menjulang sekitar 1-2 meter dengan gagahnya. Di kanan-kiri dan sejauh mata memandang, jarang ditemukan rumah. Ada bangunan pun hanya 1-2 dengan jarak yang jauh-jauh, seperti terlihat tak berpenghuni.
(Di sono banyak lho, rumah rumahan semut menjulang tinggi begitu, hal biasa yak)
Perjalanan itu memang penuh kejutan. Selain bertemu binatang liar, Anne menemui beberapa petak sawah padi yang hijau royo-royo. Pemandangan yang normal bila perjalanan itu dilakukan di Indonesia. Namun, sangat mentereng di antara hutan dan savana yang kering kerontang kecoklatan kurang air. di negara Kanguru tersebut.
Anne menyentuh tangan Daniel, dan menggoyangkannya. "Tapi ini hampir sore, kita cuma sebentar dong di sininya"."Anne menatap Daniel dengan tatapan murung.
"Kita akan menginap di sini ." Jawabnya santai.
Anne sampai berteriak kencang saking senangnya.
"Ehh nginap ? Di mana ?"
"Di peternakan lah, tidur sama sapi ." Daniel menjawab sekenanya.
"Aku serius "
"Aku juga serius, sebentar lagi kita sampai ."
Anne cemberut, merasa di permainkan. Karena gemas, tangan Daniel memencet hidung mungil Anne.
"Awww, apa sih?" Anne mengelus-elus hidung minimalisnya yang memerah.
"Kamutuh cantik kalau marah." Wajah Anne langsung merona, tapi dia langsung memasang wajah datarnya.
Daniel semakin gemas di buatnya, andai bukan sedang berkendara, mungkin dia sudah mendekap tubuh mungil gadis itu.
"Nahh, kita sampai sayang ." Ucapnya selembut mungkin.
"Sayang-sayang, kepalamu peyang ." Anne langsung keluar dari mobil, dan membanting pintunya. Copot-copot tuh pintu, mana Anne peduli, masa bodo pokokna mah.
"Peternakan ini, milik pengusaha Indonesia Anne, Ia terjun ke bisnis peternakan setelah mengakuisisi peternakan Kiana pada Juli 2005. Lokasi peternakannya berada 1.132 km tenggara Kota Darwin Australia.
Total luas peternakan Kiana mencapai 331.800 hektar. Luas peternakan ini setara dengan 4,8 kali luas Negara Singapura. Peternakan Kiana memiliki kapasitas 15.800 sapi, yang mayoritasnya sapi Brahman dan Droughmaster ".
Anne bengong, mendengar penjelasan terperinci dari Daniel.
"Jadi, kita nginap di mana ?"
"Dimana saja boleh, asalkan sama kamu ". Daniel mengedipkan sebelah matanya pada Anne.
"Gak usah genit ".
__ADS_1
Note : dari Sidney ke Darwin sangat jauh ye, tapi tak buat singkat aje 😂 anggaplah beda RT 🤣
Lupa berapa jam perjalanan, saking jauhnye, pantat emak aja ampir kapalan, kelamaan nemplok di jok mobil 🙄